Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Libur Panjang Justru Jadi Petaka Bagi Rupiah

Achmad Fauzi

Jum'at, 15 Mei 2026 | 13:48 WIB
Libur Panjang Justru Jadi Petaka Bagi Rupiah
Libur panjang membuat kondisi nilai tukar rupiah ambruk. [Antara]
baca 10 detik
  • Nilai tukar rupiah melemah 0,41 persen ke level Rp17.601 per dolar AS pada Jumat, 15 Mei 2026.
  • Penguatan dolar AS dan kenaikan harga minyak dunia dipicu oleh eskalasi konflik geopolitik antara Amerika dan Iran.
  • Bank Indonesia hanya mampu melakukan intervensi di pasar internasional karena aktivitas domestik terhenti selama masa libur panjang.

Suara.com - Nilai tukar rupiah pasrah melemah terhadap dolar AS selama libur panjang. Pasalnya, libur panjang ini jadi malapetaka bagi rupiah karena terhimpit tekanan dolar AS hingga kondisi geopolitik.

Pengamat Mata Uang, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan sentimen negatif datang dolar index yang melesat ke level 99 dan menggelamkan rupiah. Selain itu, harga minyak dunia yang ikut melonjak juga membuat ambruk rupiah.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot pada pukul 13.27 WIB ke level Rp 17.601 per dolar AS atau melemah 0,41 persen dibandingkan level kemarin.

"Rupanya ini sesuai dengan prediksi dan hari ini pun juga dolar AS ya menguat cukup tajam, ya kemudian harga minyak pun juga naik dan berdampak terhadap pelemahan mata uang rupiah," ujar Ibrahim kepada wartawan, Jumat (15/5/2026).

Nilai tukar rupiah menguat 0,30 persen ke level Rp17.475 terhadap dolar AS pada penutupan Rabu sore, 13 Mei 2026. [Antara]
Libur panjang membuat kondisi nilai tukar rupiah ambruk. [Antara]

Kondisi libur ini, lanjutnya, menjadikan ujian bagi rupiah, karena tidak ada upaya yang bisa dijalankan oleh pemerintah maupun investor. Apalagi, kegiatan bisnis juga terhenti akibat libur panjang ini.

Selain itu, Ibrahim melihat, kondisi geopolitik antara Perang Amerika Serikat dengan IRan yang terus memanas. Sehingga, memberikan efek berkepanjangan bagi pasar keuangan.

Alhasil, kondisi ini yang membuat dolar index melonjak hingga harga minyak dunia yang terus merangkak naik.

Akan tetapi, Indonesia tidak berdaya, Bank Indonesia hanya mampu intervensi untuk menstabilkan rupiah di pasar internasional saja.

"Nah dari segi internal sendiri pada saat masuk di musim libur ya dua hari, Bank Indonesia hanya bisa melakukan intervensi di pasar internasional," ucapnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dolar AS Perkasa, Harga Referensi Emas Indonesia Periode II Mei 2026 Terkoreksi Tajam

Dolar AS Perkasa, Harga Referensi Emas Indonesia Periode II Mei 2026 Terkoreksi Tajam

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 13:41 WIB

Rupiah Terpuruk ke Rp17.500, Ekonom Warning Risiko Dolar AS Sentuh Rp18.000

Rupiah Terpuruk ke Rp17.500, Ekonom Warning Risiko Dolar AS Sentuh Rp18.000

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:02 WIB

BI Jamin Uang Palsu Kini Lebih Mudah Dideteksi, Ini Ciri-cirinya

BI Jamin Uang Palsu Kini Lebih Mudah Dideteksi, Ini Ciri-cirinya

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:04 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×