Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.373,849
LQ45 633,840
Srikehati 307,576
JII 383,471
USD/IDR 17.871

Kapitalisme Negara ala Prabowo, Mengulangi Kegagalan Venezuela?

Bernadette Sariyem

Jum'at, 15 Mei 2026 | 15:01 WIB
Kapitalisme Negara ala Prabowo, Mengulangi Kegagalan Venezuela?
Presiden Prabowo Subianto (kedua kanan) saat merayakan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/app/nz]
baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto menerapkan model kapitalisme negara dengan mengintervensi aset sektor swasta melalui entitas baru seperti Agrinas dan Perminas.
  • Analisis Rayhan Prabu Kusumo menilai kebijakan tersebut berisiko mematikan produktivitas ekonomi nasional karena mengabaikan disiplin komersial dalam pengelolaan aset.
  • Kebijakan ini memicu penurunan kepercayaan investor global dan berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi jangka panjang akibat rusaknya struktur insentif pasar.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto dinilai menciptakan pola kapitalisme negara atau state capitalism, yang mengintervensi banyak lini perekonomian swasta. Namun, sistem itu justru dinilai mengulangi kesalahan sejarah,

Periset Spesialis Sekretariat Dewan Penasihat Bisnis ASEAN, Rayhan Prabu Kusumo, dalam analisis terbarunya di New mandala, menyebut muncul kekhawatiran mendalam mengenai arah baru kebijakan ekonomi Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.

Kekhawatiran itu berpusar pada pola intervensi negara yang masif, dan jika tidak dikelola dengan hati-hati, berisiko membawa Indonesia ke dalam lubang kegagalan yang pernah dialami oleh negara-negara petrostate seperti Venezuela.

Dia menuliskan, terdapat kesalahan fundamental yang sering dilakukan pemerintah saat merasa memiliki legitimasi sejarah untuk merombak total struktur ekonomi nasional.

Kesalahan ini bukan sekadar soal korupsi, melainkan kekeliruan dalam memahami nilai sebuah aset produktif.

"Ada kesalahan berulang dalam sejarah pemerintahan yang percaya bahwa sejarah telah memberi mereka izin untuk membentuk kembali ekonomi politik nasional, dan itu bukan kesalahan yang biasanya disebut oleh para pengkritik mereka. Bukan keserakahan, bukan inkompetensi, bukan korupsi yang mengikuti kekuasaan ketika ia terkonsentrasi terlalu lama di tangan yang terlalu sedikit, tetapi sesuatu yang lebih fundamental: kebingungan antara sebuah aset dengan kondisi yang membuatnya berharga," tulis Rayhan.

Hugo Chavez. (Shutterstocks)
Pendiang Presiden Venezuela Hugo Chavez. (Shutterstocks)

Belajar dari Keruntuhan Industri Minyak Venezuela

Rayhan merujuk pada kejatuhan Venezuela sebagai pengingat pahit bagi Indonesia. Ketika Hugo Chávez mengambil alih kendali penuh atas perusahaan minyak negara PDVSA pada tahun 2003, ia mengganti tenaga ahli profesional dengan loyalis politik.

Dampaknya, produksi minyak negara tersebut runtuh dari 3,4 juta barel per hari sebelum era Chávez menjadi di bawah 1 juta barel pada tahun 2019.

baca juga

Menurut Rayhan, aspek paling krusial yang hilang dari proses pengambilalihan tersebut bukanlah alat atau lahan, melainkan etos kerja profesional dan kedisiplinan organisasi yang tidak bisa muncul secara instan.

"Apa yang tidak dapat digantikan adalah disiplin komersial, logika investasi ulang, dan akumulasi penilaian operasional milik organisasi, bukan milik objek, yang akan larut ketika organisasi tersebut digantikan oleh organisasi lain yang menjawab tekanan yang berbeda," tegasnya.

Indonesia dinilai sedang mengulangi versi kesalahan ini. Meskipun langkah Prabowo didorong oleh keluhan moral yang sah terhadap sejarah ekstraksi kolonial dan kronisme masa lalu, instrumen pengambilalihan aset oleh negara dianggap sebagai langkah yang berisiko menghancurkan nilai ekonomi yang lebih besar.

Fondasi Moral dan Keluhan yang Sah

Rayhan tidak menafikan, intervensi negara memiliki landasan sejarah yang kuat di Indonesia. Mulai dari sistem tanam paksa era Belanda yang predator hingga sistem lisensi tertutup era Orde Baru, rakyat Indonesia memiliki memori kolektif tentang bagaimana kekayaan sumber daya sering kali tidak terpisahkan dari pengaturan politik yang menguntungkan segelintir elite.

"Premis modal swasta di sektor-sektor tertentu secara fundamental bersifat ekstraktif, dalam konteks Indonesia, merupakan deskripsi tentang bagaimana modal swasta di sektor tersebut secara historis terbentuk. Keluhannya sah, namun instrumen yang dipilih untuk mengatasinya justru menghancurkan sesuatu yang nilainya lebih besar dari apa yang coba dipulihkan," papar Rayhan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tepis Isu Intimidasi, Dudung Sebut Presiden Prabowo Terbuka pada Kritik: Jangan Dipelintir!

Tepis Isu Intimidasi, Dudung Sebut Presiden Prabowo Terbuka pada Kritik: Jangan Dipelintir!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 08:52 WIB

Demo Depan KPK, GMNI DKI Desak Usut Dugaan Mega Korupsi Rp 112 Triliun di Proyek KDMP

Demo Depan KPK, GMNI DKI Desak Usut Dugaan Mega Korupsi Rp 112 Triliun di Proyek KDMP

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 21:29 WIB

Satgas PKH Setor Rp10,27 Triliun dan 2,37 Juta Hektare Lahan Hutan ke Negara

Satgas PKH Setor Rp10,27 Triliun dan 2,37 Juta Hektare Lahan Hutan ke Negara

Foto | Rabu, 13 Mei 2026 | 20:14 WIB

Prabowo Bangga, Gaji Hakim RI Naik 280 Persen dan Kini di Atas Malaysia

Prabowo Bangga, Gaji Hakim RI Naik 280 Persen dan Kini di Atas Malaysia

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:28 WIB

Prabowo Tantang Satgas PKH: Takut Bandit atau Berani Bela Rakyat?

Prabowo Tantang Satgas PKH: Takut Bandit atau Berani Bela Rakyat?

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:18 WIB

Bongkar Modus Birokrat 'Kickback' Perizinan, Prabowo Mau Efisiensi Izin 2 Tahun jadi 2 Minggu

Bongkar Modus Birokrat 'Kickback' Perizinan, Prabowo Mau Efisiensi Izin 2 Tahun jadi 2 Minggu

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Prabowo Murka! Bunga Pinjaman Orang Miskin 24 Persen, Pengusaha Besar Cuma 9 Persen

Prabowo Murka! Bunga Pinjaman Orang Miskin 24 Persen, Pengusaha Besar Cuma 9 Persen

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:09 WIB

LHKPN Terbaru Rilis! Harta Prabowo Makin Menjulang, Tapi Koleksi Mobil di Garasi Tetap Tenang

LHKPN Terbaru Rilis! Harta Prabowo Makin Menjulang, Tapi Koleksi Mobil di Garasi Tetap Tenang

Otomotif | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:51 WIB

Terkini

Meski Lolos dari Frontier Market, IHSG Tetap Merah Pagi ini di level 6.300

Meski Lolos dari Frontier Market, IHSG Tetap Merah Pagi ini di level 6.300

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:18 WIB

Red Riding Hood Jadi Detektif, Adaptasi Anime TV Dijadwalkan Tayang 2027

Red Riding Hood Jadi Detektif, Adaptasi Anime TV Dijadwalkan Tayang 2027

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:15 WIB

5 Shade Bedak untuk Kulit Cerah agar Wajah Tidak Pucat dan Makeup Flawless

5 Shade Bedak untuk Kulit Cerah agar Wajah Tidak Pucat dan Makeup Flawless

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:15 WIB

Amplop Suhardiman Amby, KPK Berpeluang Periksa Kapolres Kuansing dan Ajudan Raja Juli

Amplop Suhardiman Amby, KPK Berpeluang Periksa Kapolres Kuansing dan Ajudan Raja Juli

Riau | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:08 WIB

Pemegang Saham Waspada, CPIN dan GOTO Hengkang dari MSCI Global Standar Indexes

Pemegang Saham Waspada, CPIN dan GOTO Hengkang dari MSCI Global Standar Indexes

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:05 WIB

Chery Indonesia Catat Lonjakan Pemesanan di GIIAS 2026

Chery Indonesia Catat Lonjakan Pemesanan di GIIAS 2026

Otomotif | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:04 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Makin Pedas, Rawit Merah Tembus Rp61.700/Kg

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Makin Pedas, Rawit Merah Tembus Rp61.700/Kg

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:03 WIB

Waspada WhatsApp Kena 'Account in Review', Segera Atur Privasi Grup Biar Orang Asing Tak Bisa Add

Waspada WhatsApp Kena 'Account in Review', Segera Atur Privasi Grup Biar Orang Asing Tak Bisa Add

Tekno | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:02 WIB

Kejagung Tahan 2 Tersangka Korupsi Pajak Pulp PT TPL, Kerugian Capai Rp2 Triliun

Kejagung Tahan 2 Tersangka Korupsi Pajak Pulp PT TPL, Kerugian Capai Rp2 Triliun

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:01 WIB

Huawei Pura 90s Series Siap Masuk Indonesia Pamer AI dan Kamera Telephoto 200MP

Huawei Pura 90s Series Siap Masuk Indonesia Pamer AI dan Kamera Telephoto 200MP

Tekno | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:58 WIB

×