Kapitalisme Negara ala Prabowo, Mengulangi Kegagalan Venezuela?

Bernadette Sariyem

Jum'at, 15 Mei 2026 | 15:01 WIB
Kapitalisme Negara ala Prabowo, Mengulangi Kegagalan Venezuela?
Presiden Prabowo Subianto (kedua kanan) saat merayakan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/app/nz]
baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto menerapkan model kapitalisme negara dengan mengintervensi aset sektor swasta melalui entitas baru seperti Agrinas dan Perminas.
  • Analisis Rayhan Prabu Kusumo menilai kebijakan tersebut berisiko mematikan produktivitas ekonomi nasional karena mengabaikan disiplin komersial dalam pengelolaan aset.
  • Kebijakan ini memicu penurunan kepercayaan investor global dan berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi jangka panjang akibat rusaknya struktur insentif pasar.

Ekspansi 'Makhluk 2025': Agrinas, Perminas, dan Koperasi Merah Putih

Sepanjang tahun 2025, pemerintahan Prabowo bergerak dengan kecepatan yang mengejutkan untuk membentuk ulang lanskap produktif Indonesia.

Munculnya entitas baru seperti Satgas PKH, Agrinas Palma Nusantara, dan Perminas menjadi bukti nyata dari ambisi kapitalisme negara ini.

Agrinas, misalnya, kini secara instan menjadi perusahaan sawit terbesar di dunia setelah menyita jutaan hektar lahan swasta melalui kekuatan penegakan hukum.

Begitu pula Perminas di sektor pertambangan. Rayhan menyoroti bahwa kecepatan manuver ini adalah bagian dari strategi untuk meminimalkan hambatan dari berbagai pihak.

"Bergerak lebih cepat daripada tantangan hukum, respons investor, atau pengawasan publik adalah strategi pemerintahan itu sendiri," ungkapnya.

Namun, pengambilalihan ini menyisakan lubang besar dalam efisiensi ekonomi. Entitas yang dikelola berdasarkan survival politik, cenderung lebih mengutamakan loyalitas dan distribusi posisi dibandingkan produktivitas yang berkelanjutan.

Ilustrasi Logo Agrinas Palma Nusantara
Ilustrasi Logo Agrinas Palma Nusantara

Logika Pembangunan yang Terbalik

Kritik tajam lainnya diarahkan pada bagaimana Indonesia saat ini justru melawan arus logika keberhasilan negara-negara Asia lainnya.

baca juga

Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan membangun perusahaan negara sebagai jembatan sementara sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak swasta untuk berkompetisi.

"Indonesia era Prabowo menjalankan logika ini secara terbalik, dengan mengakuisisi apa yang telah dibangun oleh modal swasta, alih-alih membangun apa yang belum mampu diupayakan oleh modal swasta, dan kemudian mempertahankannya alih-alih menyerahkannya," tulis Rayhan.

Ia menegaskan, kedaulatan ekonomi tidak bisa dibangun hanya dengan dekrit pemerintah. Tanpa mekanisme kompetisi, entitas negara tidak akan pernah mencapai tingkat efisiensi yang dibutuhkan untuk bersaing secara global dan melakukan transformasi industri ke arah yang lebih kompleks.

Kerusakan Tak Terlihat: Investasi yang Tak Pernah Datang

Dampak dari kebijakan kapitalisme negara ini mungkin tidak terlihat secara langsung sebagai krisis besar, namun ia merusak struktur insentif jangka panjang.

Rayhan memperingatkan tentang fenomena shifting baseline syndrome, di mana rusaknya kepercayaan investor membuat modal dan teknologi asing memilih untuk menjauh dari Indonesia tanpa pernah mengumumkan penolakannya secara terbuka.

"Dalam bertindak berdasarkan apa yang dapat dilihatnya—kepemilikan, keuntungan, aset fisik yang dikumpulkan oleh perusahaan swasta, dan ketidakadilan yang membentuk bagaimana aset-aset tersebut didistribusikan—pemerintah justru membongkar apa yang tidak dapat dilihatnya, yaitu struktur insentif yang menentukan apakah aset-aset tersebut terus berkembang atau perlahan-lahan berhenti berkembang," jelasnya.

Rayhan menutup analisisnya dengan sebuah peringatan bahwa sejarah mungkin tidak akan mencatat kegagalan ini sebagai sebuah ledakan besar, melainkan sebagai rentetan hilangnya peluang bagi bangsa untuk mencapai potensi maksimalnya.

"Kerusakan menumpuk dalam daftar hal-hal yang tidak terjadi, dan negara-negara yang gagal mencapai potensinya jarang mengetahui seberapa jauh mereka telah gagal."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tepis Isu Intimidasi, Dudung Sebut Presiden Prabowo Terbuka pada Kritik: Jangan Dipelintir!

Tepis Isu Intimidasi, Dudung Sebut Presiden Prabowo Terbuka pada Kritik: Jangan Dipelintir!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 08:52 WIB

Demo Depan KPK, GMNI DKI Desak Usut Dugaan Mega Korupsi Rp 112 Triliun di Proyek KDMP

Demo Depan KPK, GMNI DKI Desak Usut Dugaan Mega Korupsi Rp 112 Triliun di Proyek KDMP

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 21:29 WIB

Satgas PKH Setor Rp10,27 Triliun dan 2,37 Juta Hektare Lahan Hutan ke Negara

Satgas PKH Setor Rp10,27 Triliun dan 2,37 Juta Hektare Lahan Hutan ke Negara

Foto | Rabu, 13 Mei 2026 | 20:14 WIB

Prabowo Bangga, Gaji Hakim RI Naik 280 Persen dan Kini di Atas Malaysia

Prabowo Bangga, Gaji Hakim RI Naik 280 Persen dan Kini di Atas Malaysia

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:28 WIB

Prabowo Tantang Satgas PKH: Takut Bandit atau Berani Bela Rakyat?

Prabowo Tantang Satgas PKH: Takut Bandit atau Berani Bela Rakyat?

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:18 WIB

Bongkar Modus Birokrat 'Kickback' Perizinan, Prabowo Mau Efisiensi Izin 2 Tahun jadi 2 Minggu

Bongkar Modus Birokrat 'Kickback' Perizinan, Prabowo Mau Efisiensi Izin 2 Tahun jadi 2 Minggu

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Prabowo Murka! Bunga Pinjaman Orang Miskin 24 Persen, Pengusaha Besar Cuma 9 Persen

Prabowo Murka! Bunga Pinjaman Orang Miskin 24 Persen, Pengusaha Besar Cuma 9 Persen

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:09 WIB

LHKPN Terbaru Rilis! Harta Prabowo Makin Menjulang, Tapi Koleksi Mobil di Garasi Tetap Tenang

LHKPN Terbaru Rilis! Harta Prabowo Makin Menjulang, Tapi Koleksi Mobil di Garasi Tetap Tenang

Otomotif | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:51 WIB

Terkini

Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar

Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 14:40 WIB

Mantan Pekerja Asbes Laporkan Dugaan Penyakit Akibat Kerja ke Pengawas Ketenagakerjaan Karawang

Mantan Pekerja Asbes Laporkan Dugaan Penyakit Akibat Kerja ke Pengawas Ketenagakerjaan Karawang

News | Senin, 28 September 2026 | 14:36 WIB

GOTO Jadi Korban Batas Harga Saham Rp1, Langsung ARB

GOTO Jadi Korban Batas Harga Saham Rp1, Langsung ARB

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 14:29 WIB

Ini Kandang Timnas Indonesia! Atmosfer GBK 7 Tahun Lalu Bikin Bulu Kuduk Pemain Malaysia Berdiri

Ini Kandang Timnas Indonesia! Atmosfer GBK 7 Tahun Lalu Bikin Bulu Kuduk Pemain Malaysia Berdiri

Bola | Senin, 28 September 2026 | 14:28 WIB

Al-Washliyah-GJI Jajaki Kolaborasi Energi Terbarukan dengan BAZNAS Sumut

Al-Washliyah-GJI Jajaki Kolaborasi Energi Terbarukan dengan BAZNAS Sumut

Sumut | Senin, 28 September 2026 | 14:23 WIB

Buka Diler ke-50, Geely Goda Warga Konsumen Lewat Fasilitas Fast Charging dan Garansi 5 Tahun

Buka Diler ke-50, Geely Goda Warga Konsumen Lewat Fasilitas Fast Charging dan Garansi 5 Tahun

Otomotif | Senin, 28 September 2026 | 14:21 WIB

Rekor Timnas Indonesia vs Malaysia: Garuda Berjaya atas Harimau Malaya di GBK

Rekor Timnas Indonesia vs Malaysia: Garuda Berjaya atas Harimau Malaya di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 14:20 WIB

Review Forgotten Island: Emosinya Kuat, tapi Konfliknya Terlalu Main Aman

Review Forgotten Island: Emosinya Kuat, tapi Konfliknya Terlalu Main Aman

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 14:20 WIB

Apa Weton Paling Sakral? Ini Daftarnya

Apa Weton Paling Sakral? Ini Daftarnya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 14:20 WIB

Bahaya Makanan Ultra-Proses Bagi Gen Z: Bikin Kenyang Sesaat, Merusak Mental Kemudian

Bahaya Makanan Ultra-Proses Bagi Gen Z: Bikin Kenyang Sesaat, Merusak Mental Kemudian

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 14:18 WIB

×