Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.492

Kapitalisme Negara ala Prabowo, Mengulangi Kegagalan Venezuela?

Bernadette Sariyem | Suara.com

Jum'at, 15 Mei 2026 | 15:01 WIB
Kapitalisme Negara ala Prabowo, Mengulangi Kegagalan Venezuela?
Presiden Prabowo Subianto (kedua kanan) saat merayakan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/app/nz]
  • Presiden Prabowo Subianto menerapkan model kapitalisme negara dengan mengintervensi aset sektor swasta melalui entitas baru seperti Agrinas dan Perminas.
  • Analisis Rayhan Prabu Kusumo menilai kebijakan tersebut berisiko mematikan produktivitas ekonomi nasional karena mengabaikan disiplin komersial dalam pengelolaan aset.
  • Kebijakan ini memicu penurunan kepercayaan investor global dan berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi jangka panjang akibat rusaknya struktur insentif pasar.

Ekspansi 'Makhluk 2025': Agrinas, Perminas, dan Koperasi Merah Putih

Sepanjang tahun 2025, pemerintahan Prabowo bergerak dengan kecepatan yang mengejutkan untuk membentuk ulang lanskap produktif Indonesia.

Munculnya entitas baru seperti Satgas PKH, Agrinas Palma Nusantara, dan Perminas menjadi bukti nyata dari ambisi kapitalisme negara ini.

Agrinas, misalnya, kini secara instan menjadi perusahaan sawit terbesar di dunia setelah menyita jutaan hektar lahan swasta melalui kekuatan penegakan hukum.

Begitu pula Perminas di sektor pertambangan. Rayhan menyoroti bahwa kecepatan manuver ini adalah bagian dari strategi untuk meminimalkan hambatan dari berbagai pihak.

"Bergerak lebih cepat daripada tantangan hukum, respons investor, atau pengawasan publik adalah strategi pemerintahan itu sendiri," ungkapnya.

Namun, pengambilalihan ini menyisakan lubang besar dalam efisiensi ekonomi. Entitas yang dikelola berdasarkan survival politik, cenderung lebih mengutamakan loyalitas dan distribusi posisi dibandingkan produktivitas yang berkelanjutan.

Ilustrasi Logo Agrinas Palma Nusantara
Ilustrasi Logo Agrinas Palma Nusantara

Logika Pembangunan yang Terbalik

Kritik tajam lainnya diarahkan pada bagaimana Indonesia saat ini justru melawan arus logika keberhasilan negara-negara Asia lainnya.

Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan membangun perusahaan negara sebagai jembatan sementara sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak swasta untuk berkompetisi.

"Indonesia era Prabowo menjalankan logika ini secara terbalik, dengan mengakuisisi apa yang telah dibangun oleh modal swasta, alih-alih membangun apa yang belum mampu diupayakan oleh modal swasta, dan kemudian mempertahankannya alih-alih menyerahkannya," tulis Rayhan.

Ia menegaskan, kedaulatan ekonomi tidak bisa dibangun hanya dengan dekrit pemerintah. Tanpa mekanisme kompetisi, entitas negara tidak akan pernah mencapai tingkat efisiensi yang dibutuhkan untuk bersaing secara global dan melakukan transformasi industri ke arah yang lebih kompleks.

Kerusakan Tak Terlihat: Investasi yang Tak Pernah Datang

Dampak dari kebijakan kapitalisme negara ini mungkin tidak terlihat secara langsung sebagai krisis besar, namun ia merusak struktur insentif jangka panjang.

Rayhan memperingatkan tentang fenomena shifting baseline syndrome, di mana rusaknya kepercayaan investor membuat modal dan teknologi asing memilih untuk menjauh dari Indonesia tanpa pernah mengumumkan penolakannya secara terbuka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tepis Isu Intimidasi, Dudung Sebut Presiden Prabowo Terbuka pada Kritik: Jangan Dipelintir!

Tepis Isu Intimidasi, Dudung Sebut Presiden Prabowo Terbuka pada Kritik: Jangan Dipelintir!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 08:52 WIB

Demo Depan KPK, GMNI DKI Desak Usut Dugaan Mega Korupsi Rp 112 Triliun di Proyek KDMP

Demo Depan KPK, GMNI DKI Desak Usut Dugaan Mega Korupsi Rp 112 Triliun di Proyek KDMP

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 21:29 WIB

Satgas PKH Setor Rp10,27 Triliun dan 2,37 Juta Hektare Lahan Hutan ke Negara

Satgas PKH Setor Rp10,27 Triliun dan 2,37 Juta Hektare Lahan Hutan ke Negara

Foto | Rabu, 13 Mei 2026 | 20:14 WIB

Prabowo Bangga, Gaji Hakim RI Naik 280 Persen dan Kini di Atas Malaysia

Prabowo Bangga, Gaji Hakim RI Naik 280 Persen dan Kini di Atas Malaysia

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:28 WIB

Prabowo Tantang Satgas PKH: Takut Bandit atau Berani Bela Rakyat?

Prabowo Tantang Satgas PKH: Takut Bandit atau Berani Bela Rakyat?

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:18 WIB

Bongkar Modus Birokrat 'Kickback' Perizinan, Prabowo Mau Efisiensi Izin 2 Tahun jadi 2 Minggu

Bongkar Modus Birokrat 'Kickback' Perizinan, Prabowo Mau Efisiensi Izin 2 Tahun jadi 2 Minggu

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Prabowo Murka! Bunga Pinjaman Orang Miskin 24 Persen, Pengusaha Besar Cuma 9 Persen

Prabowo Murka! Bunga Pinjaman Orang Miskin 24 Persen, Pengusaha Besar Cuma 9 Persen

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:09 WIB

LHKPN Terbaru Rilis! Harta Prabowo Makin Menjulang, Tapi Koleksi Mobil di Garasi Tetap Tenang

LHKPN Terbaru Rilis! Harta Prabowo Makin Menjulang, Tapi Koleksi Mobil di Garasi Tetap Tenang

Otomotif | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:51 WIB

Terkini

Tembus Rp17.600, BI Dikabarkan Mulai Kehabisan Amunisi Kuatkan Rupiah

Tembus Rp17.600, BI Dikabarkan Mulai Kehabisan Amunisi Kuatkan Rupiah

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 14:46 WIB

Dituntut Masyarakat, Danantara Jelaskan soal Laporan Keuangan yang Belum Dipublikasi

Dituntut Masyarakat, Danantara Jelaskan soal Laporan Keuangan yang Belum Dipublikasi

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 14:22 WIB

Libur Panjang Justru Jadi Petaka Bagi Rupiah

Libur Panjang Justru Jadi Petaka Bagi Rupiah

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 13:48 WIB

Daftar Tarif BPJS Kesehatan Kelas 1-3 per Mei 2026, Wacana Iuran Naik Terus Mencuat

Daftar Tarif BPJS Kesehatan Kelas 1-3 per Mei 2026, Wacana Iuran Naik Terus Mencuat

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 13:42 WIB

Dolar AS Perkasa, Harga Referensi Emas Indonesia Periode II Mei 2026 Terkoreksi Tajam

Dolar AS Perkasa, Harga Referensi Emas Indonesia Periode II Mei 2026 Terkoreksi Tajam

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 13:41 WIB

Catcrs Update Keamanan Transaksi Kripto Besar-besaran, Ini yang Wajib Diketahui Pengguna

Catcrs Update Keamanan Transaksi Kripto Besar-besaran, Ini yang Wajib Diketahui Pengguna

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 12:55 WIB

Dompet Siaga! Harga Tiket Pesawat Domestik Terancam Naik hingga 50%

Dompet Siaga! Harga Tiket Pesawat Domestik Terancam Naik hingga 50%

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 12:15 WIB

Purbaya Klaim Danantara Sepakat Tukar Guling PNM dan Geo Dipa

Purbaya Klaim Danantara Sepakat Tukar Guling PNM dan Geo Dipa

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:41 WIB

Menteri UMKM Ancam Tindak Marketplace yang Nekat Naikkan Biaya Seller

Menteri UMKM Ancam Tindak Marketplace yang Nekat Naikkan Biaya Seller

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:41 WIB

Harga Cabai Meledak Nyaris 19 Persen, Beras dan Minyak Goreng Ikut Naik

Harga Cabai Meledak Nyaris 19 Persen, Beras dan Minyak Goreng Ikut Naik

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:36 WIB