- Presiden Prabowo Subianto memerintahkan seluruh kementerian dan lembaga segera memangkas birokrasi serta mempercepat proses perizinan usaha yang berbelit.
- Instruksi tersebut muncul akibat keluhan investor mengenai lamanya pengurusan izin di Indonesia dibandingkan dengan negara-negara tetangga sekitar.
- Pemerintah akan membentuk satuan tugas khusus untuk menderegulasi aturan serta menindak oknum birokrat yang menyalahgunakan wewenang dalam proses perizinan.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menyoroti celah permainan para birokrat melalui birokrasi yang berbelit. Prabowo meminta seluruh kementerian dan lembaga mengurangi hambatan birokrasi.
Kepala negara menekankan pentingnya reformasi regulasi dan percepatan perizinan usaha.
“Semua pejabat dari semua K/L cari jalan untuk perbaiki sistem, kurangi ketidakefisiensi, permudah perizinan, jangan persulit," kata Prabowo di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Prabowo mengaku menerima laporan dari para pengusaha. Para investor yang ingin menanamkan modal di Indonesia disebut mengeluhkan proses perizinan yang bisa memakan waktu satu hingga dua tahun.
Prabowo meminta proses perizinan disederhanakan agar bisa berlangsung cepat seperti di negara-negara tetangga.
"Sedangkan di negara lain dua Minggu. Kita harus mengacu kepada negara tetangga. Kalau mereka bisa keluarkan izin dalam dua Minggu kenapa kita dua tahun? Regulasi sederhanakan," kata Prabowo.
Prabowo juga tidak menutup mata terhadap adanya celah yang sengaja dimanfaatkan oknum birokrat melalui regulasi yang berbelit.
"Kecenderungan regulasi adalah inisiatif dari birokrat-birokrat untuk, terus terang saja saya sampaikan, untuk cari peluang. Ada yang nanti minta kickback, minta uang supaya izinnya dipercepat keluar. Sudah kita sederhanakan, ada K/L-K/L yang bikin lagi peraturan menteri, peraturan teknis, peraturan ini," kata Prabowo.
Menindaklanjuti hal tersebut, Prabowo meminta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengumpulkan para pakar untuk selanjutnya membentuk satuan tugas khusus percepatan deregulasi.
"Sederhanakan ya, jangan persulit. Para pengusaha harus dibantu, harus didukung. Yang nakal kita tertibkan, tapi yang baik, yang benar-benar mau bekerja, ya harus dibantu. Banyak investor juga dari luar negeri mengeluh, di Indonesia, sering perizinannya lama sekali dan banyak sekali,” kata Prabowo.
"Saudara-saudara sekalian ya. Perizinan kadang-kadang ada yang enggak masuk akal ya kan. Saya monitor masalah impor kalau tidak salah gas ya untuk rumah sakit. Dipersoalkan ini itu ini itu akhirnya suplai gas kita sangat tipis untuk rumah sakit hanya soal izin-izin," sambung Prabowo.