Hilirisasi Nikel Dinilai Ganjil: Modal Asing Diduga Dimanja, Pengusaha Lokal Berdarah-darah

Mohammad Fadil Djailani

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:28 WIB
Hilirisasi Nikel Dinilai Ganjil: Modal Asing Diduga Dimanja, Pengusaha Lokal Berdarah-darah
Ilustrasi. Kebijakan hilirisasi nikel yang selama ini diagung-agungkan pemerintah Indonesia kini mulai mendapat kritik tajam dari daerah lingkar tambang. Foto ist.
baca 10 detik
  • Hilirisasi Ganjil: Kebijakan nikel dinilai dingin ke pengusaha lokal dan hanya untungkan modal asing.
  • Ekonomi Tambang Lumpuh: Industri melambat, PHK massal meluas, dan pedagang kecil di Sulawesi kehilangan omzet.
  • Nasionalisme Slogan: Pemerintah dikritik karena abai pada proteksi proyek smelter milik anak bangsa.

Suara.com - Kebijakan hilirisasi nikel yang selama ini diagung-agungkan pemerintah Indonesia kini mulai mendapat kritik tajam dari daerah lingkar tambang. Pendiri Poros Musyawarah Masyarakat Blok Lapaopao (PORMMAL), Ihwan Kadir, menilai arah hilirisasi nikel di tanah air saat ini mulai terasa ganjil dan kehilangan arah keberpihakannya pada bangsa sendiri.

Menurut Ihwan, terdapat kontradiksi besar antara narasi kedaulatan sumber daya alam yang digaungkan pemerintah di Jakarta dengan realitas pahit yang dihadapi pelaku industri lokal di lapangan. Di depan publik, pemerintah kerap bicara tentang nasionalisme dan stop ekspor bahan mentah agar Indonesia tidak dijajah asing.

“Tetapi, ketika ada perusahaan murni yang benar-benar mencoba membangun smelter dengan darah, keringat, dan modal anak bangsa sendiri, negara justru tampak dingin,” ujar Ihwan dalam keterangan tertulisnya, Jumat (15/5/2026).

Sorotan tajam ini salah satunya mengarah pada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, yang dianggap sebagai figur utama dalam menakhodai narasi hilirisasi nasional. Ihwan mengungkapkan, saat ini keresahan luar biasa sedang melanda masyarakat di kawasan lingkar tambang akibat melambatnya aktivitas industri nikel.

Dampak perlambatan ini bukan lagi sekadar angka statistik di atas kertas, melainkan ancaman nyata bagi urusan dapur warga. Di Morowali Utara, perlambatan industri smelter memicu gejolak pemutusan hubungan kerja (PHK) pekerja kontrak dan stagnasi kontraktor tambang, yang membuat kios-kios kecil terancam gulung tikar.

Kondisi tak kalah memprihatinkan terjadi di Kolaka, Sulawesi Tenggara. Ratusan masyarakat adat bahkan sampai turun ke jalan menuntut agar aktivitas tambang kembali dijalankan karena urat nadi perekonomian warga lumpuh total saat operasional berhenti.

Badai industri nikel ini kian meluas di Sulawesi. Di Bantaeng, Sulawesi Selatan, smelter PT Huadi Nickel-Alloy Indonesia telah menghentikan operasional dan merumahkan pekerjanya tanpa kepastian. Sementara di Kabaena, Bombana, lebih dari 800 pekerja harus menelan pil pahit terkena PHK.

Ironisnya, di tengah situasi kritis ini, pemerintah justru mewacanakan pemangkasan produksi nasional demi menjaga stabilitas harga nikel global. Kebijakan pengurangan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) ini dinilai tidak menghitung dampak sosial di daerah.

“Di Jakarta, pengurangan RKAB mungkin hanya angka statistik. Tetapi di lingkar tambang, itu berarti cicilan motor terancam macet, anak sekolah bisa berhenti kuliah, dan ekonomi desa lumpuh perlahan,” tegas Ihwan.

baca juga

Ihwan menyoroti posisi Perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang menjadi pihak paling ringkih. Ia mencontohkan Ceria Group melalui proyek Smelter Merah Putih di Kolaka, sebagai representasi perusahaan nasional yang berjuang keras bertahan di tengah dominasi raksasa modal asing.

Berbeda dengan perusahaan asing yang memiliki bantalan modal global, akses pembiayaan internasional, serta rantai pasok lintas negara, perusahaan nasional harus bertarung sendirian tanpa perlindungan memadai dari negara.

“Nasionalisme akhirnya terdengar seperti slogan yang kehilangan keberpihakan. Nasionalisme sejati itu bukan sekadar melarang ekspor mentah, tapi memastikan anak bangsa tidak tumbang lebih dulu di rumahnya sendiri,” kritiknya.

Ia mengingatkan pemerintah agar tidak melakukan ironi sejarah: sibuk meneriakkan jargon "Merah Putih", namun gagal menjaga rakyat dan industri nasional yang sedang memikul bendera tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Mafia Emas PT SJU, Bareskrim Tetapkan Anak Bos Besar Sebagai Tersangka, Ini Sosoknya

Kasus Mafia Emas PT SJU, Bareskrim Tetapkan Anak Bos Besar Sebagai Tersangka, Ini Sosoknya

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 19:02 WIB

Hyundai Disebut Diuntungkan Kebijakan Insentif EV Berbaterai Nikel, HMID Buka Suara

Hyundai Disebut Diuntungkan Kebijakan Insentif EV Berbaterai Nikel, HMID Buka Suara

Otomotif | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:03 WIB

Kebijakan Pilih Kasih Insentif Mobil Listrik Berbasis Nikel Menuai Sorotan Produsen

Kebijakan Pilih Kasih Insentif Mobil Listrik Berbasis Nikel Menuai Sorotan Produsen

Otomotif | Rabu, 13 Mei 2026 | 15:33 WIB

Terkini

Perketat Verifikasi Permohonan, Ditjen AHU Pastikan Layanan Administrasi Hukum Sesuai Undang-undang

Perketat Verifikasi Permohonan, Ditjen AHU Pastikan Layanan Administrasi Hukum Sesuai Undang-undang

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:47 WIB

Sarah Menzel Anak Siapa? Ini Sosok Calon Besan Anang Hermansyah

Sarah Menzel Anak Siapa? Ini Sosok Calon Besan Anang Hermansyah

Entertainment | Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:45 WIB

Gubernur Banten Bangga Putra Daerah Pandeglang Jadi Kapolri

Gubernur Banten Bangga Putra Daerah Pandeglang Jadi Kapolri

Banten | Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:44 WIB

480 Siswa SD Adu Ketangkasan di MilkLife Festival SenengMinton Solo 2026

480 Siswa SD Adu Ketangkasan di MilkLife Festival SenengMinton Solo 2026

Surakarta | Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:42 WIB

Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Bangladesh: Emil Audero Gantikan Maarten Paes

Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Bangladesh: Emil Audero Gantikan Maarten Paes

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:41 WIB

Nonton Sambil Istigfar, 4 Drakor Ini Bikin Kamu Bingung Harus Dukung Siapa!

Nonton Sambil Istigfar, 4 Drakor Ini Bikin Kamu Bingung Harus Dukung Siapa!

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:40 WIB

Suyudi Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri, MFF Syndicate Soroti Tantangan Polri ke Depan

Suyudi Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri, MFF Syndicate Soroti Tantangan Polri ke Depan

Banten | Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:38 WIB

Tahu Bakal Jadi Kapolri Saat Kamis Pagi, Jenderal Suyudi Ngaku Ditelpon Pimpinan Istana

Tahu Bakal Jadi Kapolri Saat Kamis Pagi, Jenderal Suyudi Ngaku Ditelpon Pimpinan Istana

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:36 WIB

Ganjal ATM Pakai Tusuk Gigi, Komplotan Residivis Gasak Uang Nasabah di Jatim

Ganjal ATM Pakai Tusuk Gigi, Komplotan Residivis Gasak Uang Nasabah di Jatim

Jatim | Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Kabut Asap Palembang, Pesawat Jakarta Putar Balik dan Yogyakarta Dialihkan ke Pekanbaru

Kabut Asap Palembang, Pesawat Jakarta Putar Balik dan Yogyakarta Dialihkan ke Pekanbaru

Sumsel | Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:33 WIB

×