Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.772.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Liberty Jemadu | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB
CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai
Peneliti CELIOS memproyeksikan kenaikan harga barang akan terjadi dalam dua hingga tiga bulan ke depan secara luas akibat terus melemahnay nilai tukar rupiah. [Antara]
  • Pelemahan rupiah dan lonjakan harga minyak dunia memicu ancaman inflasi impor serta kenaikan harga barang kebutuhan masyarakat.
  • Peneliti CELIOS memproyeksikan kenaikan harga barang akan terjadi dalam dua hingga tiga bulan ke depan secara luas.
  • Peningkatan biaya produksi yang membebani produsen berpotensi menyebabkan perlambatan ekonomi serta memicu gelombang PHK bagi para pekerja.

Suara.com - Melemahnya nilai tukar rupiah dan harga minyak dunia yang terus melonjak diproyeksikan akan memicu tekanan perekonomian yang berat dalam beberapa bulan mendatang.

Peneliti Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda menilai bahwa pelemahan rupiah akan mengerek biaya distribusi dan logistik akibat kenaikan harga bahan bakar. Alhasil Imported inflation akan terjadi, terutama untuk barang yang terkait impor, baik bahan baku, penolong, ataupun konsumsi.

Ia memperingatkan bahwa harga-harga barang akan naik dalam dua sampai tiga bulan ke depan. Kenaikan harga ini tidak hanya akan menekan perekonomian tapi juga bisa memicu PHK.

"Akan ada kenaikan harga dalam 2-3 bulan ke depan. Yang sudah mulai adalah plastik karena barangnya langka, distribusi mahal, sekalinya dapet, nilai rupiahnya melemah," ujar Huda saat dihubungi Suara.com pada Senin (18/5/2026).

Nilai tukar rupiah sudah menyentuh angka Rp 17.667 per dolar AS pada Senin (18/5/2026) sore. Sementara harga minyak dunia saat ini masih di atas USD 100 per barel, dengan minyak mentah Brent USD 111,29 per barel, dan West Texas Intermediate (WTI) AS USD 107,73 per barel.

Untuk kenaikan harga plastik saja, kata Huda akan berimbas terhadap barang-barang lainnya yang menggunakan plastik.

"Akibatnya barang-barang yang menggunakan plastik juga meningkat harganya. Apakah di desa gak ada plastik? Tentu saja banyak dan itu menggerus dompet masyarakat desa juga," kata Huda.

Selain kemasan, kenaikan biaya produksi berbasis impor ini akan mengerek harga barang elektronik serta sektor pertanian akibat melambungnya harga pupuk yang bahan bakunya mayoritas masih diimpor.

Situasi semakin berat, karena daya beli masyarakat yang sepenuhnya belum membaik. Akibatnya, para produsen berada di posisi dilematis, karena harus menaikkan harga jual di tengah tingkat penjualan yang menurun.

"Yang ada untuk saat ini margin dipertipis," kata Huda.

Namun, menurutnya, jika biaya produksi terus membengkak, pengusaha diprediksi bakal mengambil langkah efisiensi yang lebih ekstrim, termasuk Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

"Yang jelas ketika permintaan turun, potensi terjadi PHK sangat tinggi. Saya khawatir PHK ini akan memburuk dua-tiga bulan ke depan. Ekonomi kita akan semakin melambat. Efeknya ke rupiah yang tidak kunjung membaik," kata Huda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB

Pidato Presiden Bikin Rupiah Semakin Jeblok, Tren Pelemahan Belum Akan Berhenti

Pidato Presiden Bikin Rupiah Semakin Jeblok, Tren Pelemahan Belum Akan Berhenti

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:35 WIB

Sederet Dampak Rupiah Melemah pada Harga Sembako untuk Kebutuhan Sehari-hari

Sederet Dampak Rupiah Melemah pada Harga Sembako untuk Kebutuhan Sehari-hari

Video | Senin, 18 Mei 2026 | 18:20 WIB

Terkini

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB

Tangerang Geser Jaksel Jadi Incaran Baru Pencari Rumah

Tangerang Geser Jaksel Jadi Incaran Baru Pencari Rumah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:39 WIB

Emiten Ini Ramai-Ramai Serbu BEI Usai Ditendang Indeks Global

Emiten Ini Ramai-Ramai Serbu BEI Usai Ditendang Indeks Global

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:36 WIB

Pidato Presiden Bikin Rupiah Semakin Jeblok, Tren Pelemahan Belum Akan Berhenti

Pidato Presiden Bikin Rupiah Semakin Jeblok, Tren Pelemahan Belum Akan Berhenti

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:35 WIB

Perhatian Pak Purbaya! Rupiah Bisa Bikin Subsidi BBM Bengkak

Perhatian Pak Purbaya! Rupiah Bisa Bikin Subsidi BBM Bengkak

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:34 WIB

Raksasa Asuransi Ini Sukses Pangkas Emisi Kantor 17 Persen

Raksasa Asuransi Ini Sukses Pangkas Emisi Kantor 17 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:30 WIB