Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.605.000
IHSG 6.220,740
LQ45 625,233
Srikehati 305,996
JII 376,405
USD/IDR 17.748

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Achmad Fauzi, Rina Anggraeni

Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB
Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun
Direktur Eksekutif Komunikasi BI, Ramdan Denny meyakini bisa kembali menguat ke level Rp 16.000. [Suara.com/Rina Anggraeni].
baca 10 detik
  • Bank Indonesia menyatakan cadangan devisa tetap stabil berkat fundamental ekonomi yang kuat serta pengelolaan utang yang pruden.
  • Direktur Eksekutif Komunikasi BI, Ramdan Denny, menargetkan nilai tukar rupiah stabil di kisaran Rp 16.200 hingga Rp 16.800 per dolar AS.
  • Pelemahan rupiah saat ini terjadi akibat tekanan global yang meningkatkan inflasi dan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) memastikan Cadangan Devisa (Cadev) Indonesia masih stabil dan kuat. Hal ini dikarenakan fundamental ekonomi Indonesia yang masih stabil.

Direktur Eksekutif Komunikasi BI, Ramdan Denny, mengatakan bahwa dengan fundamental ekonomi yang kuat membuat cadangan devisa stabil.

Apalagi, jelasnya, pengelolaan utang luar negeri dengan baik, jadi bukti rupiah bisa kembali menguat.

Ilustrasi kurs Rupiah terhadap Dolar AS [Suara.com/Antara/Diolah menggunakan AI]
Ilustrasi kurs Rupiah terhadap Dolar AS [Suara.com/Antara/Diolah menggunakan AI]

"Kita meyakini dengan fundamental ekonomi yang Indonesia yang baik, pertumbuhan yang baik, inflasi yang terkendali, kemudian juga bagaimana Indonesia mengolah utang luar negeri dengan pruden, cadangan devisa yang memadai, ini yang membuat kita optimis bahwa rupiah akan stabil dan cenderung menguat," ujarnya di Gedung DPR, Senin (19/5/2026).

Dia mengungkapkan Bank Indonesia sudah all out dalam menjaga stabilitas nilai tukar. Selain,  itu BI optimis rupiah tahun ini masih bisa mencapai rata-rata yang sudah ditargetkan di level Rp 16.500 dengan rentang Rp 16.200 sampai dengan Rp 16.800.

"Bank Indonesia akan terus melakukan tujuh langkah strategis dalam langkah memperbuat nilai tukar dan tentunya kita akan selalu mencermati kondisi, terutama di global," katanya.

Dia menambahkan bahwa pelemahan rupiah  disebabkan oleh tekanan global yang masih tinggi. Hal itu terjadi di semua mata uang Asia lainnya.

"Kemudian dengan seiring persepsi inflasi global itu terus meningkat, yield US Treasury juga cenderung naik, hari ini di angka 4,6-4,7 dan tentunya ini juga memberikan tekanan kepada nilai tukar di semua negara. Jadi kalau kita melihat per Mei ini banyak sekali negara yang melemah terhadap Dolar AS," pungkasnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB

Pidato Presiden Bikin Rupiah Semakin Jeblok, Tren Pelemahan Belum Akan Berhenti

Pidato Presiden Bikin Rupiah Semakin Jeblok, Tren Pelemahan Belum Akan Berhenti

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:35 WIB

Rupiah Terkapar Lemah, Bos BI: Harus Yakin Tuhan yang Maha Kuasa Bersama Kita

Rupiah Terkapar Lemah, Bos BI: Harus Yakin Tuhan yang Maha Kuasa Bersama Kita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 17:46 WIB

Terkini

BBM Swasta Mulai Muncul Lagi, BP Sudah Jual Bensin Saat Shell dan Vivo Masih Sepi

BBM Swasta Mulai Muncul Lagi, BP Sudah Jual Bensin Saat Shell dan Vivo Masih Sepi

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:26 WIB

Sulap 4 Bandara, InJourney Airports Kejar Standar Layanan Kelas Dunia

Sulap 4 Bandara, InJourney Airports Kejar Standar Layanan Kelas Dunia

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:23 WIB

Anak Usaha Emiten MPMX Masuk Bisnis Penyewaan Kendaraan Listrik

Anak Usaha Emiten MPMX Masuk Bisnis Penyewaan Kendaraan Listrik

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:08 WIB

Investor Asing Jual Saham Rp893 Miliar, BBCA dan DSSA Paling Banyak

Investor Asing Jual Saham Rp893 Miliar, BBCA dan DSSA Paling Banyak

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:01 WIB

BI Naikkan Lagi Suku Bunga, Mirae Asset: Benteng Terakhir Jaga Rupiah!

BI Naikkan Lagi Suku Bunga, Mirae Asset: Benteng Terakhir Jaga Rupiah!

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:54 WIB

Purbaya Rayu Menkeu dan Investor China Beli Panda Bond RI, Dianggap Punya Dana Besar

Purbaya Rayu Menkeu dan Investor China Beli Panda Bond RI, Dianggap Punya Dana Besar

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:48 WIB

Jeffrey Hendrik Jadi Bos Baru BEI, Core Indonesia: Investor Lebih Peduli Kondisi Ekonomi RI!

Jeffrey Hendrik Jadi Bos Baru BEI, Core Indonesia: Investor Lebih Peduli Kondisi Ekonomi RI!

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:42 WIB

Tak Boleh Asal, Pedagang Harus Punya NIB Jika Mau Jualan di E-Commerce

Tak Boleh Asal, Pedagang Harus Punya NIB Jika Mau Jualan di E-Commerce

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:40 WIB

Bahlil Buka Peluang Harga Batu Bara PLN Naik, Pengusaha Tambang Jangan Sampai Merugi

Bahlil Buka Peluang Harga Batu Bara PLN Naik, Pengusaha Tambang Jangan Sampai Merugi

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:15 WIB

Sistem PT DSI Belum Teruji, Pelaku Usaha Batu Bara Cemas Jelang Evaluasi Perdana

Sistem PT DSI Belum Teruji, Pelaku Usaha Batu Bara Cemas Jelang Evaluasi Perdana

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:10 WIB