Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Mohammad Fadil Djailani, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB
Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara
Kombinasi pelemahan nilai tukar rupiah yang drastis dan lonjakan harga minyak mentah global diproyeksikan bakal memicu tekanan hebat pada perekonomian domestik dalam beberapa bulan ke depan. Foto Antara.
baca 10 detik
  • Rupiah anjlok ke Rp 17.667/USD dan minyak Brent tembus USD 111,29 per barel
  • Biaya produksi & logistik naik memicu inflasi barang impor (imported inflation).
  • Daya beli lemah berisiko memicu gelombang PHK dalam kurun 2-3 bulan ke depan.

Suara.com - Kombinasi pelemahan nilai tukar rupiah yang drastis dan lonjakan harga minyak mentah global diproyeksikan bakal memicu tekanan hebat pada perekonomian domestik dalam beberapa bulan ke depan. Fenomena imported inflation atau inflasi barang impor kini mengintai di depan mata.

Berdasarkan data pasar pada Senin (18/5/2026) sore, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah mencatatkan rekor pelemahan baru hingga menyentuh angka Rp 17.667. Di saat yang sama, komoditas energi global belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Harga minyak mentah Brent bertengger di level USD 111,29 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) AS berada di angka USD 107,73 per barel. Keduanya masih kokoh bertahan di atas ambang psikologis USD 100 per barel.

Menanggapi situasi kritis ini, Peneliti Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda, memperingatkan bahwa depresiasi rupiah akan langsung mengerek biaya distribusi dan logistik nasional akibat naiknya harga bahan bakar. Dampak domino dari kenaikan ini dipastikan bakal memukul berbagai sektor, baik untuk bahan baku industri, barang penolong, hingga barang konsumsi langsung.

"Akan ada kenaikan harga dalam 2-3 bulan ke depan. Yang sudah mulai adalah plastik karena barangnya langka, distribusi mahal, sekalinya dapet, nilai rupiahnya melemah," ujar Huda saat dihubungi Suara.com pada Senin (18/5/2026).

Huda menambahkan, efek kenaikan harga komoditas dasar seperti plastik ini akan merembet ke segala arah karena sifatnya yang krusial bagi kemasan industri. Imbasnya tidak hanya dirasakan oleh masyarakat perkotaan, melainkan hingga ke pelosok daerah. "Apakah di desa gak ada plastik? Tentu saja banyak dan itu menggerus dompet masyarakat desa juga," jelasnya.

Selain sektor kemasan, lonjakan biaya produksi berbasis impor ini diproyeksi mengerek harga barang elektronik serta memukul sektor pertanian akibat ketergantungan impor bahan baku pupuk yang masih sangat tinggi.

Kondisi ini kian pelik lantaran daya beli masyarakat domestik belum pulih seutuhnya. Para pelaku usaha kini terjebak dalam dilema yang berat: terpaksa menaikkan harga jual demi menutup modal, namun dihantui risiko penurunan volume penjualan karena masyarakat menahan belanja.

Sebagai langkah awal, banyak produsen memilih untuk mengorbankan keuntungan mereka terlebih dahulu. "Yang ada untuk saat ini margin dipertipis," kata Huda.

Namun, pertahanan tersebut memiliki batas waktu. Jika biaya produksi terus membengkak tanpa kendali, para pengusaha diprediksi akan mengambil keputusan efisiensi yang jauh lebih radikal, yakni Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

baca juga

"Ketika permintaan turun, potensi terjadi PHK sangat tinggi. Saya khawatir PHK ini akan memburuk dua-tiga bulan ke depan. Ekonomi kita akan semakin melambat. Efeknya ke rupiah yang tidak kunjung membaik," pungkas Huda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pidato Presiden Bikin Rupiah Semakin Jeblok, Tren Pelemahan Belum Akan Berhenti

Pidato Presiden Bikin Rupiah Semakin Jeblok, Tren Pelemahan Belum Akan Berhenti

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:35 WIB

Rupiah Terkapar Lemah, Bos BI: Harus Yakin Tuhan yang Maha Kuasa Bersama Kita

Rupiah Terkapar Lemah, Bos BI: Harus Yakin Tuhan yang Maha Kuasa Bersama Kita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 17:46 WIB

Sederet Dampak Rupiah Melemah pada Harga Sembako untuk Kebutuhan Sehari-hari

Sederet Dampak Rupiah Melemah pada Harga Sembako untuk Kebutuhan Sehari-hari

Video | Senin, 18 Mei 2026 | 18:20 WIB

Terkini

Tantang Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Herdman dan Mitchell Baker Kompak Kirim Ancaman

Tantang Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Herdman dan Mitchell Baker Kompak Kirim Ancaman

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:50 WIB

Gagal Tragis ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, Malaysia Fitnah Timnas Indonesia

Gagal Tragis ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, Malaysia Fitnah Timnas Indonesia

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Bukan Sekedar Indonesia Menang 9-2, John Herdman Sebut Ada Sesuatu yang Spesial di SUGBK

Bukan Sekedar Indonesia Menang 9-2, John Herdman Sebut Ada Sesuatu yang Spesial di SUGBK

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Tak Harus Mulai dari Nol, Ini Cara Cari Penghasilan Tambahan Menurut Financial Planner

Tak Harus Mulai dari Nol, Ini Cara Cari Penghasilan Tambahan Menurut Financial Planner

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:24 WIB

Perluas Akses Kerja bagi Disabilitas, BRI Peduli Gelar Pelatihan dan Pemagangan

Perluas Akses Kerja bagi Disabilitas, BRI Peduli Gelar Pelatihan dan Pemagangan

Lampung | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:56 WIB

Pratikno dan Listyo Sigit Kena Resuffle, Prabowo Disebut Bersih-bersih Orang Jokowi

Pratikno dan Listyo Sigit Kena Resuffle, Prabowo Disebut Bersih-bersih Orang Jokowi

Jogja | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:56 WIB

BRI Peduli Sahabat Disabilitas Bekali Peserta dengan Pelatihan dan Kesempatan Pemagangan

BRI Peduli Sahabat Disabilitas Bekali Peserta dengan Pelatihan dan Kesempatan Pemagangan

Jakarta | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Penipuan Modus Lama Ramai Kembali Beraksi, BRI Minta Nasabah Waspada

Penipuan Modus Lama Ramai Kembali Beraksi, BRI Minta Nasabah Waspada

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Dorong Kesempatan Kerja Inklusif, BRI Peduli Sahabat Disabilitas Kembali Digelar

Dorong Kesempatan Kerja Inklusif, BRI Peduli Sahabat Disabilitas Kembali Digelar

Jatim | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:52 WIB

Arab Saudi Gandeng Malaysia dan Brunei Kembangkan Kawasan Makkah dan Madinah

Arab Saudi Gandeng Malaysia dan Brunei Kembangkan Kawasan Makkah dan Madinah

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:52 WIB

×