Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.710.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 6.007,656
LQ45 597,448
Srikehati 291,253
JII 359,060
USD/IDR 17.916

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Mohammad Fadil Djailani, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB
Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara
Kombinasi pelemahan nilai tukar rupiah yang drastis dan lonjakan harga minyak mentah global diproyeksikan bakal memicu tekanan hebat pada perekonomian domestik dalam beberapa bulan ke depan. Foto Antara.
  • Rupiah anjlok ke Rp 17.667/USD dan minyak Brent tembus USD 111,29 per barel
  • Biaya produksi & logistik naik memicu inflasi barang impor (imported inflation).
  • Daya beli lemah berisiko memicu gelombang PHK dalam kurun 2-3 bulan ke depan.

Suara.com - Kombinasi pelemahan nilai tukar rupiah yang drastis dan lonjakan harga minyak mentah global diproyeksikan bakal memicu tekanan hebat pada perekonomian domestik dalam beberapa bulan ke depan. Fenomena imported inflation atau inflasi barang impor kini mengintai di depan mata.

Berdasarkan data pasar pada Senin (18/5/2026) sore, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah mencatatkan rekor pelemahan baru hingga menyentuh angka Rp 17.667. Di saat yang sama, komoditas energi global belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Harga minyak mentah Brent bertengger di level USD 111,29 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) AS berada di angka USD 107,73 per barel. Keduanya masih kokoh bertahan di atas ambang psikologis USD 100 per barel.

Menanggapi situasi kritis ini, Peneliti Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda, memperingatkan bahwa depresiasi rupiah akan langsung mengerek biaya distribusi dan logistik nasional akibat naiknya harga bahan bakar. Dampak domino dari kenaikan ini dipastikan bakal memukul berbagai sektor, baik untuk bahan baku industri, barang penolong, hingga barang konsumsi langsung.

"Akan ada kenaikan harga dalam 2-3 bulan ke depan. Yang sudah mulai adalah plastik karena barangnya langka, distribusi mahal, sekalinya dapet, nilai rupiahnya melemah," ujar Huda saat dihubungi Suara.com pada Senin (18/5/2026).

Huda menambahkan, efek kenaikan harga komoditas dasar seperti plastik ini akan merembet ke segala arah karena sifatnya yang krusial bagi kemasan industri. Imbasnya tidak hanya dirasakan oleh masyarakat perkotaan, melainkan hingga ke pelosok daerah. "Apakah di desa gak ada plastik? Tentu saja banyak dan itu menggerus dompet masyarakat desa juga," jelasnya.

Selain sektor kemasan, lonjakan biaya produksi berbasis impor ini diproyeksi mengerek harga barang elektronik serta memukul sektor pertanian akibat ketergantungan impor bahan baku pupuk yang masih sangat tinggi.

Kondisi ini kian pelik lantaran daya beli masyarakat domestik belum pulih seutuhnya. Para pelaku usaha kini terjebak dalam dilema yang berat: terpaksa menaikkan harga jual demi menutup modal, namun dihantui risiko penurunan volume penjualan karena masyarakat menahan belanja.

Sebagai langkah awal, banyak produsen memilih untuk mengorbankan keuntungan mereka terlebih dahulu. "Yang ada untuk saat ini margin dipertipis," kata Huda.

Namun, pertahanan tersebut memiliki batas waktu. Jika biaya produksi terus membengkak tanpa kendali, para pengusaha diprediksi akan mengambil keputusan efisiensi yang jauh lebih radikal, yakni Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

"Ketika permintaan turun, potensi terjadi PHK sangat tinggi. Saya khawatir PHK ini akan memburuk dua-tiga bulan ke depan. Ekonomi kita akan semakin melambat. Efeknya ke rupiah yang tidak kunjung membaik," pungkas Huda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pidato Presiden Bikin Rupiah Semakin Jeblok, Tren Pelemahan Belum Akan Berhenti

Pidato Presiden Bikin Rupiah Semakin Jeblok, Tren Pelemahan Belum Akan Berhenti

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:35 WIB

Rupiah Terkapar Lemah, Bos BI: Harus Yakin Tuhan yang Maha Kuasa Bersama Kita

Rupiah Terkapar Lemah, Bos BI: Harus Yakin Tuhan yang Maha Kuasa Bersama Kita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 17:46 WIB

Sederet Dampak Rupiah Melemah pada Harga Sembako untuk Kebutuhan Sehari-hari

Sederet Dampak Rupiah Melemah pada Harga Sembako untuk Kebutuhan Sehari-hari

Video | Senin, 18 Mei 2026 | 18:20 WIB

Terkini

Purbaya Terima PNBP Rp 1,029 T dari Kejagung, Ada Sitaan Aset Kasus Eddy Tansil

Purbaya Terima PNBP Rp 1,029 T dari Kejagung, Ada Sitaan Aset Kasus Eddy Tansil

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 15:32 WIB

Purbaya Ajukan Anggaran Kemenkeu 2027 Sebesar Rp 49,8 Triliun ke DPR

Purbaya Ajukan Anggaran Kemenkeu 2027 Sebesar Rp 49,8 Triliun ke DPR

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 15:14 WIB

Ibu Dian, Nasabah PNM Lampung yang Menggerakkan Perempuan untuk Berani Berdaya

Ibu Dian, Nasabah PNM Lampung yang Menggerakkan Perempuan untuk Berani Berdaya

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 14:13 WIB

Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Harga Pertamax Turun?

Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Harga Pertamax Turun?

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 14:11 WIB

IHSG Meroket 5 Persen: Transaksi Rp17 Triliun, Ini Saham-saham yang Diborong

IHSG Meroket 5 Persen: Transaksi Rp17 Triliun, Ini Saham-saham yang Diborong

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 13:58 WIB

Kunjungi Sekolah Rakyat Jabar II, Komisi V DPR Optimistis Siap Beroperasi Tahun Ajaran Baru

Kunjungi Sekolah Rakyat Jabar II, Komisi V DPR Optimistis Siap Beroperasi Tahun Ajaran Baru

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 13:51 WIB

Prajogo Pangestu Full Senyum, Saham TPIA Paling Diburu Investor Asing di Sesi I

Prajogo Pangestu Full Senyum, Saham TPIA Paling Diburu Investor Asing di Sesi I

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 13:48 WIB

IHSG Meroket 5%, Begini Nasib Saham-saham BUMN

IHSG Meroket 5%, Begini Nasib Saham-saham BUMN

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 13:30 WIB

Investor Berpesta! IHSG Naik 5 Persen, AMMN dan DEWA Meroket

Investor Berpesta! IHSG Naik 5 Persen, AMMN dan DEWA Meroket

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 12:58 WIB

AS-Iran Damai: Pasar Melesat, Harga Minyak Diprediksi Terus Turun ke Level 70 Dolar

AS-Iran Damai: Pasar Melesat, Harga Minyak Diprediksi Terus Turun ke Level 70 Dolar

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 11:59 WIB