Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.778.000
Beli Rp2.653.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.712

Rupiah Melemah, Penjualan Hewan Kurban Tetap Bergairah Jelang Iduladha 2026

Mohammad Fadil Djailani | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Selasa, 19 Mei 2026 | 16:02 WIB
Rupiah Melemah, Penjualan Hewan Kurban Tetap Bergairah Jelang Iduladha 2026
Penjual sapi Qurban di kawasan Matraman, Jakarta, Senin (14/8).
  • Penjualan hewan kurban 2026 tetap ramai meski rupiah melemah.
  • DKM jadi penopang utama pembelian sapi dan kambing kurban.
  • Warga tetap prioritaskan kurban meski daya beli tertekan.

Suara.com - Pelemahan nilai tukar rupiah dan tekanan daya beli masyarakat belum menggoyahkan semangat warga untuk berkurban pada Hari Raya Iduladha 2026. Penjualan sapi dan kambing di sejumlah daerah justru terpantau tetap stabil, bahkan mengalami peningkatan dibanding tahun lalu.

Pedagang hewan kurban di Depok, Jawa Barat, Pepeng (30), mengaku penjualan tahun ini masih berjalan lancar. Menurutnya, permintaan hewan kurban didominasi oleh Dewan Kesejahteraan Masjid (DKM) yang menggalang dana masyarakat untuk pelaksanaan kurban bersama.

“Alhamdulillah penjualan masih lancar. Bahkan dibanding tahun 2025 sekarang cenderung lebih ramai,” kata Pepeng kepada Suara.com, Selasa (19/5/2026).

Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tekanan rupiah terhadap dolar AS, Pepeng menilai ibadah kurban memiliki nilai spiritual yang membuat masyarakat tetap berusaha membeli hewan kurban meski kondisi ekonomi sedang berat.

“Kalau urusan kurban itu beda. Ini kaitannya sama akhirat. Jadi orang tetap usahain walaupun kondisi ekonomi lagi susah,” ujarnya.

Menurut dia, banyak masyarakat telah menjadikan kurban sebagai agenda rutin tahunan yang sulit ditinggalkan. Kondisi tersebut membuat permintaan sapi dan kambing relatif terjaga meski harga kebutuhan pokok terus mengalami kenaikan.

Pepeng mengatakan pembeli dari kalangan DKM menjadi penopang utama penjualan setiap tahun. Biasanya pengurus masjid sudah mulai menghimpun iuran warga jauh sebelum Iduladha tiba sehingga dana kurban lebih siap dan tidak terlalu terdampak gejolak ekonomi jangka pendek.

“Kebanyakan yang beli memang DKM. Mereka ngumpulin dana umat, terus belinya sapi atau kambing buat kurban bersama,” katanya.

Ia juga mengungkapkan suasana penjualan tahun ini terasa lebih hidup dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan sejumlah pembeli sudah melakukan pemesanan sejak bulan lalu untuk mengantisipasi lonjakan permintaan mendekati hari pemotongan.

“Sudah ada yang booking dari bulan lalu. Biasanya makin dekat Iduladha makin ramai lagi,” ucap Pepeng.

Untuk jenis hewan, sapi masih menjadi primadona karena banyak dipilih untuk sistem patungan warga di lingkungan masjid. Sementara kambing lebih banyak dibeli oleh perorangan maupun keluarga.

Pepeng optimistis tren positif penjualan hewan kurban akan terus berlanjut hingga Iduladha tiba. Menurutnya, masyarakat cenderung tetap memprioritaskan ibadah kurban meski tekanan ekonomi belum sepenuhnya mereda.

“Kalau buat ibadah, orang biasanya tetap prioritaskan. Apalagi kurban setahun sekali,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Jebol Rp17.700, Dasco Batal Sambangi BI di Tengah Kepanikan Pasar

Rupiah Jebol Rp17.700, Dasco Batal Sambangi BI di Tengah Kepanikan Pasar

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:34 WIB

Beraksi 4 Tahun, Siasat Licik Tukang Rujak di Duri Kepa Cabuli Siswi SD: Uang Jajan Jadi Umpan!

Beraksi 4 Tahun, Siasat Licik Tukang Rujak di Duri Kepa Cabuli Siswi SD: Uang Jajan Jadi Umpan!

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:33 WIB

Purbaya Klaim Rupiah Masih Aman usai Suntik Pakai APBN Rp 2 Triliun

Purbaya Klaim Rupiah Masih Aman usai Suntik Pakai APBN Rp 2 Triliun

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 14:52 WIB

Terkini

Ekonom UI: Masyarakat Kok Makin Miskin kala Pemerintah Klaim Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen

Ekonom UI: Masyarakat Kok Makin Miskin kala Pemerintah Klaim Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:21 WIB

Misbakhun Nilai Pelemahan Rupiah Sekarang Tak Seburuk 1998

Misbakhun Nilai Pelemahan Rupiah Sekarang Tak Seburuk 1998

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:23 WIB

IHSG Bergejolak Karena Ekspor Dikendalikan Danantara, Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi

IHSG Bergejolak Karena Ekspor Dikendalikan Danantara, Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:27 WIB

Isu Sejumlah Merek Kendaraan Dilarang Beli Pertalite, Pertamina: Hoaks!

Isu Sejumlah Merek Kendaraan Dilarang Beli Pertalite, Pertamina: Hoaks!

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 14:48 WIB

Pasca-Blackout Sumatra, Pasokan Listrik 8,3 Juta Pelanggan Diklaim PLN Mulai Pulih

Pasca-Blackout Sumatra, Pasokan Listrik 8,3 Juta Pelanggan Diklaim PLN Mulai Pulih

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 14:01 WIB

Indikasi Awal, PLN Sebut Gangguan Cuaca jadi Penyebab Blackout di Sumatera

Indikasi Awal, PLN Sebut Gangguan Cuaca jadi Penyebab Blackout di Sumatera

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 12:26 WIB

LPS Ajak Generasi Muda Kuasai Teknologi dan Mitigasi Risiko Keuangan

LPS Ajak Generasi Muda Kuasai Teknologi dan Mitigasi Risiko Keuangan

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:04 WIB

Aceh hingga Jambi Mati Blackout, Dirut PLN Minta Maaf!

Aceh hingga Jambi Mati Blackout, Dirut PLN Minta Maaf!

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 10:41 WIB

Menkeu Purbaya Dorong Peran Swasta, Optimis Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Cepat

Menkeu Purbaya Dorong Peran Swasta, Optimis Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Cepat

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:44 WIB

Purbaya Sebut Krisis 1998 Tak Akan Terulang, Optimis 6 Bulan Lagi Orang Susah Berkurang

Purbaya Sebut Krisis 1998 Tak Akan Terulang, Optimis 6 Bulan Lagi Orang Susah Berkurang

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:35 WIB