Purbaya Klaim Rupiah Masih Aman usai Suntik Pakai APBN Rp 2 Triliun

Dicky Prastya

Selasa, 19 Mei 2026 | 14:52 WIB
Purbaya Klaim Rupiah Masih Aman usai Suntik Pakai APBN Rp 2 Triliun
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai ditemui di sidang debottlenecking yang digelar di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (19/5/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyuntikkan dana APBN ke pasar obligasi untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah.
  • Pemerintah menyiapkan dana Rp2 triliun setiap hari, namun realisasi penyerapan saat ini hanya mencapai Rp600 miliar saja.
  • Kondisi pasar obligasi terpantau terkendali sehingga penerapan Bond Stabilization Framework dengan berbagai lembaga terkait belum diperlukan saat ini.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim kalau nilai tukar Rupiah masih aman setelah Pemerintah turun ke pasar obligasi.

Menkeu Purbaya menyimpulkan ini setelah dirinya menyuntikkan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Rp 2 triliun ke pasar obligasi.

Namun dari dana yang disediakan, ia hanya menggunakan Rp 600 miliar. Ini menandakan hanya sedikit investor yang menjual obligasi milik Pemerintah.

"Kemarin saja saya sudah targetkan serap Rp 2 T, hanya dapat Rp 600 miliar. Artinya yang jual juga sedikit sebetulnya. Jadi kita memastikan harga bond tetap terkendali," katanya di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Purbaya menyebut kalau suntikan APBN untuk menyelamatkan Rupiah sudah dilakukan sejak Minggu lalu. Untuk saat ini dirinya masih memantau seberapa parah pergerakan Rupiah ke Dolar AS.

"Dari Kamis minggu lalu sedikit, kemarin sedikit. Sekarang saya lihat lagi seperti apa," lanjutnya.

Dalam menyelamatkan Rupiah, Purbaya menyebut kalau Indonesia memiliki dua cara yakni Bond Stabilization Fund dan Bond Stabilization Framework. 

Cara pertama inilah yang saat ini sudah dilakukan. Purbaya menyebut Pemerintah tengah mengelola anggaran untuk pasar obligasi.

Sedangkan untuk Bond Stabilization Framework, Purbaya menyebut kebijakan ini perlu melibatkan lembaga lain seperti PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI), lembaga di bawah naungan Kemenkeu. 

baca juga

Kebijakan ini juga melibatkan anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) lain seperti Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Namun untuk saat ini Purbaya mengaku belum perlu menerapkan Bond Stabilization Framework karena harga obligasi masih terkendali saat ini.

"Tapi sekarang belum separah itu keadaannya masih relatif lumayan lah," jelasnya.

Sebelumnya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menggelontorkan Rp 2 triliun per hari untuk menyelamatkan nilai tukar Rupiah yang kini makin lemah ke level Rp 17.685 per Dolar AS saat pembukaan perdagangan hari ini, Selasa, 19 Mei 2026.

Menkeu Purbaya menjelaskan, upaya memperkuat mata uang Rupiah itu dilakukan Pemerintah lewat pasar obligasi. Dalam pantauannya, investor asing diklaim sudah kembali membeli surat utang Pemerintah.

"Kita sudah masuk ke bond market bertahap, ya. Asing juga udah masuk juga jadi harusnya sih ke depan akan minggu-minggu ini akan lebih stabil. Saya akan masuk setiap hari bond market," katanya di Istana Negara, dikutip Selasa (19/5/2026).

Saat ditanya berapa dana Pemerintah untuk masuk pasar obligasi, Purbaya mengaku kalau ia menyiapkan Rp 2 triliun setiap hari.

"Ah, pengen tahu aja lah. Saya minta masuk Rp 2 triliun setiap hari," lanjutnya.

Terkait sumber anggaran, Purbaya mengklaim kalau saat ini Pemerintah memiliki banyak dana, termasuk Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang mencapai Rp 420 triliun. Ia menyebut kalau upaya masuk pasar obligasi hanya bentuk manajemen keuangan.

"Itu kan hanya cash management saja. Jadi enggak masalah, kan uangnya enggak hilang. Cuma diputar saja supaya ada sedikit sentimen positif di pasar obligasi," beber dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Tembus Rp17.679, Gelombang PHK Massal Menanti di Depan Mata

Rupiah Tembus Rp17.679, Gelombang PHK Massal Menanti di Depan Mata

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 13:46 WIB

Dari Purbaya Effect ke Purbaya Pretext: Ketika Optimisme Pasar Mulai Goyah

Dari Purbaya Effect ke Purbaya Pretext: Ketika Optimisme Pasar Mulai Goyah

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:27 WIB

Purbaya Gelontorkan Rp 2 Triliun per Hari demi Selamatkan Nilai Tukar Rupiah

Purbaya Gelontorkan Rp 2 Triliun per Hari demi Selamatkan Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:08 WIB

Prabowo Mau Mobil Transparan Buat Sapa Rakyat, Purbaya Klaim Anggaran Ada

Prabowo Mau Mobil Transparan Buat Sapa Rakyat, Purbaya Klaim Anggaran Ada

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 11:12 WIB

BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Video | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:00 WIB

Harta Gubernur BI Rp72 M Disorot saat Rupiah Lemah, Punya Tunggangan Mewah Rp2,4 M

Harta Gubernur BI Rp72 M Disorot saat Rupiah Lemah, Punya Tunggangan Mewah Rp2,4 M

Otomotif | Selasa, 19 Mei 2026 | 11:38 WIB

Terkini

Burnout tapi Dompet Belum Siap Resign? Saatnya Terapkan Quiet Quitting

Burnout tapi Dompet Belum Siap Resign? Saatnya Terapkan Quiet Quitting

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:45 WIB

Drama 'Cinta Segitiga' Politik: Prabowo Makin Hangat ke Teuku Umar, Solo Ditinggal?

Drama 'Cinta Segitiga' Politik: Prabowo Makin Hangat ke Teuku Umar, Solo Ditinggal?

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:43 WIB

Bahaya Praktik Greenwashing, Perhatikan Gaya Hidup Hijau agar Tidak Tertipu

Bahaya Praktik Greenwashing, Perhatikan Gaya Hidup Hijau agar Tidak Tertipu

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:41 WIB

Cushion Wardah Hijau untuk Kulit Apa? Ini Keunggulannya dan Pilihan Shade-nya

Cushion Wardah Hijau untuk Kulit Apa? Ini Keunggulannya dan Pilihan Shade-nya

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:41 WIB

Sinergi Imigrasi dan Pemasyarakatan Sumut Sukses Kawal SKD Poltekimipas 2026

Sinergi Imigrasi dan Pemasyarakatan Sumut Sukses Kawal SKD Poltekimipas 2026

Sumut | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:40 WIB

Sleepy Savanna: Teman Manis untuk Menemani Anak Sebelum Tidur

Sleepy Savanna: Teman Manis untuk Menemani Anak Sebelum Tidur

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:40 WIB

Gus Ipul Apresiasi Sumedang Dukung Sekolah Rakyat Hingga Orkestrasi Perlinsos Digital

Gus Ipul Apresiasi Sumedang Dukung Sekolah Rakyat Hingga Orkestrasi Perlinsos Digital

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:38 WIB

Catat Tanggalnya! Sutradara Obsession Siap Rilis Film Horor Komedi 2027

Catat Tanggalnya! Sutradara Obsession Siap Rilis Film Horor Komedi 2027

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:37 WIB

Bank Mandiri Tebar Dividen Rp6,16 Triliun, Total Setoran ke Investor Tembus Rp50,63 Triliun

Bank Mandiri Tebar Dividen Rp6,16 Triliun, Total Setoran ke Investor Tembus Rp50,63 Triliun

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:36 WIB

Pria di Labura Ditemukan Tewas dengan Luka Tusuk di Kebun Sawit

Pria di Labura Ditemukan Tewas dengan Luka Tusuk di Kebun Sawit

Sumut | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:35 WIB

×