- Bursa saham Wall Street melemah serentak pada perdagangan 19 Mei 2026 akibat kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS.
- Lonjakan imbal hasil dipicu kekhawatiran inflasi akibat harga energi, sehingga menekan saham teknologi serta sektor semikonduktor secara signifikan.
- Pelaku pasar merespons ketidakpastian kebijakan moneter menjelang pelantikan ketua baru Federal Reserve serta situasi geopolitik di Timur Tengah.
"Ini adalah jeda yang pantas setelah reli epik," kata Manajer Portofolio Argent Capital Management, Jed Ellerbroek, kepada CNBC.
Menurut dia, koreksi ini terjadi di waktu yang menarik karena hanya berselang beberapa hari sebelum perusahaan chip terbesar dunia melaporkan kinerja dan proyeksi bisnis terbaru mereka.
Sebelumnya, Wall Street sempat mencatat reli kuat dengan S&P 500 dan Nasdaq menyentuh rekor tertinggi baru pekan lalu. Bahkan, Dow Jones juga sempat kembali menembus level psikologis 50.000.