Bank Indonesia Diramal Naikkan Suku Bunga Jadi 5 Persen Hari Ini

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Rabu, 20 Mei 2026 | 07:33 WIB
Bank Indonesia Diramal Naikkan Suku Bunga Jadi 5 Persen Hari Ini
Ilustrasi Bank Indonesia. [Suara.com]
baca 10 detik
  • Bank Indonesia berpotensi menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada 20 Mei 2026 demi menjaga stabilitas moneter.
  • Pelemahan nilai tukar rupiah mencapai Rp17.700 per dolar AS akibat tingginya harga minyak dunia dan tekanan eksternal lainnya.
  • Otoritas perlu memperkuat kebijakan moneter karena penggunaan cadangan devisa sebesar 10 miliar dolar AS dinilai belum cukup efektif.

Suara.com - Peluang Bank Indonesia (BI) untuk menaikkan suku bunga BI dalam hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada hari ini. Hal ini seiring dengan tekanan hebat terhadap nilai tukar rupiah.

Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menilai probabilitas kenaikan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke level 5,00 persen kini jauh lebih besar dibandingkan opsi mempertahankan suku bunga, demi menjaga stabilitas moneter dari guncangan eksternal.

"BI perlu mempertimbangkan untuk menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin ke 5,00 persen karena rupiah telah menyentuh sekitar Rp17.700 per dolar AS dan BI sudah menggunakan lebih dari 10 miliar dolar AS cadangan devisa dalam empat bulan terakhir untuk stabilisasi rupiah," katanya saat dihubungi Suara.com, Rabu (20/5/2026).

Menurut Josua, urgensi kenaikan suku bunga BI didorong oleh kondisi realitas pasar di mana rupiah telah menyentuh kisaran Rp17.700 per dolar Amerika Serikat (AS).

Meskipun inflasi pada April 2026 tercatat masih terkendali di level 2,42 persen, risiko depresiasi mata uang terhadap harga barang impor, biaya energi, hingga biaya produksi menjadi alasan utama bagi kebijakan moneter BI untuk bertindak lebih agresif guna melindungi ekspektasi pasar.

Josua menjelaskan bahwa penurunan suku bunga hampir mustahil dilakukan saat ini. Pasalnya, rupiah tengah menghadapi tekanan berat akibat tingginya harga minyak dunia dan imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) tenor 10 tahun yang bertengger di level 4,60 persen.

Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Selasa (19/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]

Kondisi ini diperparah dengan terkoreksinya pasar obligasi dan saham domestik dalam beberapa waktu terakhir.

Berdasarkan data yang ada, Bank Indonesia tercatat telah menggelontorkan lebih dari 10 miliar dolar AS cadangan devisa dalam empat bulan terakhir untuk stabilisasi nilai tukar.

Posisi cadangan devisa pada Maret yang mencapai 148,2 miliar dolar AS menyusut menjadi 146,2 miliar dolar AS pada bulan berikutnya, yang salah satunya dipicu oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan intervensi pasar valas.

baca juga

"Jika BI hanya mengandalkan intervensi valas, SRBI, DNDF, dan operasi moneter tanpa menaikkan suku bunga, pasar bisa menilai bahwa respons kebijakan belum cukup kuat," ujar Josua.

Meski demikian, opsi untuk mempertahankan suku bunga di level 4,75 persen bukannya tertutup sama sekali. Langkah ini mungkin diambil jika BI ingin menghindari beban tambahan terhadap sektor kredit, konsumsi masyarakat, UMKM, serta biaya pembiayaan pemerintah.

Namun, Josua memperingatkan bahwa tanpa sinyal yang kuat, pasar berisiko kehilangan kepercayaan karena kondisi fundamental global saat ini sedang memburuk, termasuk harga minyak Brent yang menyentuh 110 dolar AS per barel.

Kenaikan suku bunga memang diakui bukan satu-satunya solusi instan untuk memperkuat rupiah di tengah konflik Timur Tengah dan arus modal keluar.

Namun, langkah ini dianggap krusial sebagai pesan bahwa otoritas moneter tidak akan membiarkan pelemahan mata uang merusak stabilitas pasar keuangan nasional.

"BI harus menyampaikan pesan yang sangat tegas bahwa kenaikan suku bunga tetap terbuka jika rupiah terus melemah, sambil memperkuat operasi pasar valas, SRBI, dan stabilisasi SBN. Jadi, pilihan paling kredibel besok adalah menaikkan secara terbatas; pilihan kedua adalah menahan dengan sikap sangat tegas; sedangkan menurunkan suku bunga belum tepat dalam situasi saat ini," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Saham Ini Paling Banyak Dijual Investor Asing di Sesi I

5 Saham Ini Paling Banyak Dijual Investor Asing di Sesi I

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 13:33 WIB

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.649 Triliun di Bulan Mei

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.649 Triliun di Bulan Mei

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 11:48 WIB

Dolar AS Menggila, Rupiah Tersungkur ke Level Rp17.658

Dolar AS Menggila, Rupiah Tersungkur ke Level Rp17.658

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 09:25 WIB

Mengapa Komentar Presiden soal Rupiah dan Dolar Menyesatkan sekaligus Berbahaya?

Mengapa Komentar Presiden soal Rupiah dan Dolar Menyesatkan sekaligus Berbahaya?

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 06:05 WIB

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:15 WIB

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:41 WIB

Terkini

Mendengar 'Sambutlah' Denada: Saat Tren TikTok Bikin Lagu 90-an Candu Lagi

Mendengar 'Sambutlah' Denada: Saat Tren TikTok Bikin Lagu 90-an Candu Lagi

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:30 WIB

Bahas Gugatan Ijazah Gibran di MK, Anwar Usman: Itu Sepenuhnya Ranah MK!

Bahas Gugatan Ijazah Gibran di MK, Anwar Usman: Itu Sepenuhnya Ranah MK!

Video | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:24 WIB

Esensi Jeda: Bukan Hadiah setelah Lelah, tapi Bagian dari Menjalani Hidup

Esensi Jeda: Bukan Hadiah setelah Lelah, tapi Bagian dari Menjalani Hidup

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Phuwin Tangsakyuen Sukses Gelar Fancon Perdana di Indonesia, Bikin Fans Ikut Sing Along

Phuwin Tangsakyuen Sukses Gelar Fancon Perdana di Indonesia, Bikin Fans Ikut Sing Along

Entertainment | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:14 WIB

Anak Usaha GGRM Resmi Kelola Bandara Dhoho, Skema KSO Angkasa Pura Berakhir

Anak Usaha GGRM Resmi Kelola Bandara Dhoho, Skema KSO Angkasa Pura Berakhir

Bisnis | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:09 WIB

Mengapa Keadilan Gender Sering Kali Kandas di Dapur Rumah Tangga

Mengapa Keadilan Gender Sering Kali Kandas di Dapur Rumah Tangga

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Pisau Bermata Dua Homeless Media: Cepat Berbagi Rentan Tersandera Algoritma

Pisau Bermata Dua Homeless Media: Cepat Berbagi Rentan Tersandera Algoritma

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:50 WIB

Indonesia vs Thailand: Laga Final Dua Rival Klasik di Kawasan ASEAN

Indonesia vs Thailand: Laga Final Dua Rival Klasik di Kawasan ASEAN

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:40 WIB

Rumah Terlalu Lembap Bisa Ganggu Kesehatan, Ini Cara Mengatasinya

Rumah Terlalu Lembap Bisa Ganggu Kesehatan, Ini Cara Mengatasinya

Health | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:37 WIB

Harga Cabai Kompak Meroket, Ada yang Tembus  Rp100 Ribu per Kilogram

Harga Cabai Kompak Meroket, Ada yang Tembus Rp100 Ribu per Kilogram

Bisnis | Minggu, 04 Oktober 2026 | 11:35 WIB

×