- Pjs Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyatakan optimisme terhadap prospek ekonomi nasional usai pidato Presiden Prabowo di Jakarta.
- Presiden Prabowo memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,8 hingga 6,5 persen melalui strategi kebijakan fiskal pada tahun 2027.
- IHSG melemah 0,60 persen pada Rabu (20/5/2026), namun BEI menegaskan penurunan tersebut hanya disebabkan oleh faktor teknikal pasar.
Suara.com - Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengatakan pihaknya optimistis terhadap prospek ekonomi nasional dan pasar modal Indonesia setelah Presiden Prabowo Subianto berpidato dalam Rapat Paripurna DPR pada hari ini, Rabu (20/5/2026).
Optimisme itu disampaikan meski faktanya Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG anjlok tajam usai pidato Prabowo yang membahas soal Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) dan pembentukan badan ekspor yang berada di bawah Danantara.
“Kita optimistis dengan prospek ekonomi kita,” ujar Jeffrey di Gedung BEI, Jakarta.
Jeffrey juga menyampaikan optimismenya terhadap kinerja pasar modal Indonesia, yang akan didorong oleh pertumbuhan ekonomi nasional yang tinggi dan iklim investasi yang lebih kondusif.
“Iya, dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, dengan kemudahan berusaha dan investasi tentu kita optimis,” ujar Jeffrey.
Dalam kesempatan ini, Ia menjelaskan bahwa pelemahan yang terjadi pada IHSG pada perdagangan hari ini, merupakan faktor teknikal semata.
“Itu kan teknikal,” jelas Jeffrey.
Data penutupan perdagangan sesi I di BEI pada hari ini menunjukkan IHSG ditutup melemah 38,50 poin atau 0,60 persen ke posisi 6.332,18. Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 0,23 poin atau 0,04 persen ke posisi 635,05.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor melemah yaitu dipimpin sektor transportasi & logistik yang turun paling dalam sebesar 4,12 persen, diikuti oleh sektor barang baku dan sektor energi yang masing-masing turun sebesar 4,07 persen dan 2,73 persen.
Dalam penyampaian angka kunci KEM PPK 2027, Presiden Prabowo mengatakan pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu mencapai kisaran 5,8 hingga 6,5 persen pada tahun 2027 melalui penerapan strategi ekonomi yang tepat serta kebijakan fiskal yang prudent dan berkelanjutan.
Selain itu, nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diproyeksikan bergerak berada pada kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 pada tahun 2027.
Presiden Prabowo menjadi presiden pertama yang menyampaikan pendahuluan RAPBN, yang mencakup kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal, di hadapan anggota DPR. Sebelumnya penyampaian ini biasanya dilakukan oleh menteri keuangan.