5 Asosiasi Pengusaha Buka Suara soal DSI, Ingatkan Risiko Ganggu Ekspor SDA RI

Mohammad Fadil Djailani, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Senin, 01 Juni 2026 | 17:22 WIB
5 Asosiasi Pengusaha Buka Suara soal DSI, Ingatkan Risiko Ganggu Ekspor SDA RI
BPI Danantara. [Suara.com/Achmad Fauzi].
baca 10 detik
  • Lima asosiasi dukung DSI, tapi minta transisi ekspor tidak terganggu.
  • Pengusaha desak kepastian kontrak, DHE, DMO, dan aturan teknis.
  • DSI diminta tak tambah biaya dan fokus perkuat transparansi ekspor.

Suara.com - Rencana pemerintah menunjuk PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai badan tunggal ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) mendapat dukungan sekaligus catatan kritis dari kalangan dunia usaha.

Lima asosiasi pengusaha nasional, yakni Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Indonesian Mining Association (IMA), Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI-ICMA), Forum Industri Nikel Indonesia (FINI), dan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), menilai langkah pemerintah dapat menjadi momentum memperbaiki tata kelola ekspor nasional.

Dalam pernyataan bersama yang dirilis Senin (1/6/2026), mereka menyebut pembentukan DSI berpotensi meningkatkan transparansi perdagangan komoditas, menekan praktik under-invoicing dan transfer pricing, serta mengoptimalkan penerimaan Devisa Hasil Ekspor (DHE).

Namun, pelaku usaha mengingatkan agar implementasi kebijakan tersebut dilakukan secara hati-hati agar tidak mengganggu stabilitas industri dan arus ekspor yang selama ini menjadi salah satu penopang utama devisa negara.

"Komoditas pertambangan, batu bara, nikel, ferronickel/ferro-alloy, dan kelapa sawit memiliki struktur kontrak, rantai pasok, mekanisme pembiayaan, dan profil pembeli internasional yang sangat beragam," tulis lima asosiasi tersebut.

Mereka menekankan bahwa selama masa transisi, aktivitas ekspor harus tetap berjalan sesuai mekanisme yang berlaku saat ini. Pemerintah dan DSI juga diminta memperkuat pengawasan serta mengintegrasikan sistem digital guna menjamin kelancaran perdagangan internasional.

Minta Kepastian Kontrak dan Aturan Teknis

Salah satu perhatian utama pelaku usaha adalah kepastian hukum terhadap kontrak ekspor yang sedang berjalan maupun kontrak jangka panjang dengan pembeli internasional.

Asosiasi meminta pemerintah segera memberikan kejelasan terkait mekanisme pembayaran, pengapalan, asuransi, kewajiban DHE, Domestic Market Obligation (DMO), hingga kepatuhan terhadap berbagai perjanjian perdagangan internasional seperti Free Trade Agreement (FTA) dan aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

baca juga

Menurut mereka, petunjuk teknis yang jelas dan transparan sangat penting untuk mencegah munculnya spekulasi negatif di pasar global yang dapat memengaruhi kepercayaan investor maupun pembeli luar negeri.

Jangan Sampai Tambah Beban Pengusaha

Selain itu, lima asosiasi menegaskan bahwa keberadaan DSI tidak boleh menambah biaya baru bagi pelaku usaha.

Mereka berharap DSI lebih berperan sebagai fasilitator perdagangan dan pusat integrasi data ekspor nasional dibanding menjadi lapisan birokrasi tambahan yang berpotensi memperlambat transaksi.

Dalam upaya mengatasi praktik under-invoicing dan transfer pricing, asosiasi menilai pendekatan berbasis teknologi informasi dan pengawasan digital yang terintegrasi jauh lebih efektif dibanding menambah prosedur administratif.

Mereka mengusulkan pembangunan platform ekspor nasional berbasis closed-loop system yang menghubungkan seluruh rantai pasok dari hulu hingga hilir dengan berbagai instansi terkait. Sistem tersebut juga harus mampu menjaga transparansi sekaligus kerahasiaan data perusahaan.

Usul Forum Khusus Bahas Tata Kelola Ekspor

Untuk memastikan implementasi kebijakan berjalan lancar, dunia usaha mengusulkan pembentukan forum koordinasi teknis yang melibatkan pemerintah, DSI, otoritas keuangan, serta para pelaku industri.

Forum tersebut diharapkan dapat membahas berbagai aspek teknis, mulai dari mekanisme penetapan harga, Service Level Agreement (SLA), penyelesaian pembayaran, penanganan sengketa, hingga tahapan transisi menuju implementasi penuh badan ekspor tunggal.

Selain itu, asosiasi juga meminta pemerintah dan DSI segera melakukan sosialisasi kepada para pembeli dan importir internasional agar tidak terjadi kebingungan di pasar global.

Kelima asosiasi menegaskan kesiapan mereka untuk mendukung kebijakan pemerintah sepanjang pelaksanaannya menjaga daya saing ekspor nasional, memberikan kepastian usaha, dan tidak menghambat arus perdagangan komoditas strategis Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PT MMSGI Tegaskan PT MMS yang Diperiksa Bareskrim Bukan Bagian dari Grup Mereka

PT MMSGI Tegaskan PT MMS yang Diperiksa Bareskrim Bukan Bagian dari Grup Mereka

News | Senin, 01 Juni 2026 | 16:13 WIB

Danantara Bongkar Borok BUMN, Catat Penurunan Aset Hampir Rp100 Triliun

Danantara Bongkar Borok BUMN, Catat Penurunan Aset Hampir Rp100 Triliun

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:53 WIB

Jelang DSI Beroperasi, Pengusaha Kompak Minta Jaminan Kontrak Ekspor Tetap Aman

Jelang DSI Beroperasi, Pengusaha Kompak Minta Jaminan Kontrak Ekspor Tetap Aman

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:49 WIB

Terkini

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:41 WIB

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 20:39 WIB

Ramalan Cinta 12 Zodiak pada 14-20 September 2026, Ada yang Dihantui Masa Lalu

Ramalan Cinta 12 Zodiak pada 14-20 September 2026, Ada yang Dihantui Masa Lalu

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 20:10 WIB

Ada Hadiah Eksklusif! Cukup Pakai Fitur BRImo Ini di Indonesia Sport Summit 2026

Ada Hadiah Eksklusif! Cukup Pakai Fitur BRImo Ini di Indonesia Sport Summit 2026

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:08 WIB

6 Orang Tewas dalam Insiden Kapal Virgo Transport 8, DPR Minta Evaluasi Menyeluruh

6 Orang Tewas dalam Insiden Kapal Virgo Transport 8, DPR Minta Evaluasi Menyeluruh

News | Minggu, 13 September 2026 | 20:04 WIB

Promo Naga Swalayan dari BRI, Bawa Pulang Minyak Goreng Gratis!

Promo Naga Swalayan dari BRI, Bawa Pulang Minyak Goreng Gratis!

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:03 WIB

Bye-Bye Muka Tomat! Ini 4 Soothing Gel Mugwort Khusus Kulit Berminyak, Cuma 30 Ribuan

Bye-Bye Muka Tomat! Ini 4 Soothing Gel Mugwort Khusus Kulit Berminyak, Cuma 30 Ribuan

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 20:00 WIB

Promo Cashback BRImo di Osteria Gia Bikin Makan Pasta Makin Untung

Promo Cashback BRImo di Osteria Gia Bikin Makan Pasta Makin Untung

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 19:53 WIB

KM Virgo 8 Dikira Tenggelam, Menhub Ungkap Kondisi Terbaru Kapal Ternyata Terbalik

KM Virgo 8 Dikira Tenggelam, Menhub Ungkap Kondisi Terbaru Kapal Ternyata Terbalik

Kalbar | Minggu, 13 September 2026 | 19:46 WIB

×