- Pemerintah Iran pada 1 Juni 2026 resmi menghentikan jalur komunikasi diplomatik dengan Amerika Serikat melalui pihak ketiga.
- Teheran mengancam memblokade Selat Hormuz sebagai balasan atas operasi militer Israel dan kegagalan gencatan senjata di Libanon.
- Dampak ancaman tersebut menyebabkan harga minyak mentah dunia melonjak tajam hingga lebih dari tujuh persen di pasar global.
Sejak perang pecah, volume logistik kapal yang melewati jalur chokepoint tersebut sudah merosot tajam akibat blokade berlapis dari Iran dan aksi balasan dari militer AS.
Sebelum konflik pecah pada akhir Februari lalu, sekitar seperlima dari total pasokan minyak dunia bergantung pada kelancaran Selat Hormuz, dengan lalu lintas mencapai lebih dari 100 kapal per hari. Kini, jumlah kapal yang melintas terpantau sangat minim.
Di tengah situasi yang semakin genting dan bayang-bayang pengenaan sistem cukai/tol sepihak oleh Iran terhadap kapal dagang yang tersisa, Donald Trump justru merilis pernyataan bernada santai melalui platform Truth Social miliknya. Ia mengkritik para pengamat domestik yang dinilainya terlalu negatif melihat cara kerjanya.
"Duduk saja yang tenang dan rileks, semuanya akan berakhir dengan baik pada akhirnya—selalu begitu!" tulis Trump meyakinkan publik.