Bukan Emas, Ini Komoditas yang Diprediksi 'Cuan' di Tengah Perang AS-Iran-Israel

M Nurhadi

Selasa, 02 Juni 2026 | 07:07 WIB
Bukan Emas, Ini Komoditas yang Diprediksi 'Cuan' di Tengah Perang AS-Iran-Israel
Pengunjung memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (25/3/2026). Usai libur Lebaran, IHSG sempat melemah 22,22 poin atau 0,31 persen ke level 7.084,62 dan bergerak berbalik arah menguat 1,05 persen atau naik 75 poin ke level 7.181,65 setelah beberapa menit dibuka. [ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/tom].
baca 10 detik
  • Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran per Juni 2026 memicu lonjakan harga minyak serta risiko inflasi global.
  • Sektor logam menguat signifikan karena permintaan sektor teknologi, sementara harga emas terkoreksi akibat kebijakan suku bunga tinggi AS.
  • BNI Sekuritas tetap memberikan peringkat Overweight pada komoditas unggulan meski terdapat ketidakpastian regulasi dan dinamika pasar di Indonesia.

Suara.com - Ketegangan geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran terus menjadi motor penggerak utama volatilitas pasar keuangan dan komoditas global.

Berdasarkan analisis teranyar dari BNI Sekuritas per Juni 2026, konflik berkepanjangan tersebut berimbas langsung pada tingginya harga energi dunia serta memperkuat posisi dolar AS sebagai aset aman (safe-haven).

Dampak paling nyata terlihat pada harga minyak mentah jenis Brent yang mencatatkan rata-rata di level US$103,8 per barel, atau terkerek naik 1 persen secara bulanan (month-on-month/mom).

Harga minyak bahkan sempat menyentuh puncaknya di angka US$114,4 per barel sebelum akhirnya mengalami moderasi menjelang penutupan bulan Mei.

Kondisi ini kian mempertebal risiko inflasi global yang dipicu oleh lonjakan biaya produksi (cost-push inflation), sekaligus mempersempit ruang bagi bank-bank sentral dunia untuk melakukan pelonggaran kebijakan moneter.Dinamika Batu Bara, Logam, dan Emas.

Di tengah lonjakan harga minyak, pergerakan komoditas lain terpantau bervariasi.

  • Harga batu bara Newcastle melunak sebesar 1,8 persen ke level US$132,3 per ton akibat penurunan permintaan untuk kategori premium high-CV. Sebaliknya, indeks batu bara domestik Indonesia justru menguat, ditopang oleh tingkat permintaan regional yang jauh lebih tangguh.
  • Sektor logam kompak menunjukkan penguatan, dipimpin oleh timah yang melesat 9,7 persen mom, disusul nikel naik 5,3 persen mom, dan tembaga naik 4,8 persen mom. Penguatan ini dipicu oleh ketatnya pasokan global, masifnya permintaan dari sektor kecerdasan buatan (AI) serta semikonduktor, hingga adanya rencana perubahan skema royalti yang diusulkan oleh pemerintah Indonesia.
  • Harga logam mulia justru terkoreksi 2,7 persen akibat tertekan oleh data inflasi AS yang tetap kuat, yang memicu ekspektasi bahwa Bank Sentral AS (The Fed) akan menahan suku bunga tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama.

Meskipun ketidakpastian regulasi terkait jendela ekspor, potensi pengenaan pajak, dan kenaikan royalti di Indonesia masih membayangi, BNI Sekuritas tetap mempertahankan peringkat Overweight (OW) untuk jangka waktu 3 bulan maupun 12 bulan ke depan.

Komoditas pilihan utama jatuh pada emas, aluminium, batu bara, dan nikel. Peluang persetujuan tambahan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) pada periode Juli-Agustus 2026 diprediksi akan menjadi katalis positif bagi emiten penambang.Ide

Perdagangan Saham (Trading Idea) 2 Juni 2026

baca juga

Menyikapi dinamika pasar tersebut, Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman, CFP, merilis panduan transaksi saham harian:

  • BBRI (Speculative Buy): Area beli disarankan pada rentang 2930-2950, dengan batas cutloss jika bergerak di bawah 2900. Target keuntungan terdekat dipatok pada level 3000-3030.
  • AKRA (Speculative Buy): Area beli di rentang 1230-1235, dengan batas cutloss di bawah 1220. Target terdekat berada di area 1260-1300.
  • TLKM (Speculative Buy): Area beli di kisaran 3020-3030, dengan batas cutloss di bawah 3000. Target harga terdekat berada di 3090-3120.
  • CUAN (Speculative Buy): Area beli dipatok pada level 630, dengan batas cutloss di bawah 615. Target terdekat di kisaran 670-700.
  • PTBA (Buy on Weakness): Area beli ideal di posisi 2730-2780, dengan batas cutloss di bawah 2700. Target harga terdekat berada di 2820-2860.
  • MINA (Buy on Weakness): Area beli di rentang 326-330, dengan batas cutloss di bawah 324. Target terdekat ditargetkan pada level 344-354.

Selain saham-saham di atas, BNI Sekuritas juga memasukkan beberapa emiten ke dalam radar pantauan (watchlist) harian yang menarik untuk dicermati pergerakannya, antara lain UNTR, BNBR, RAJA, BBCA, dan TPIA.

Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif berdasarkan rangkuman riset pasar dari BNI Sekuritas. Perubahan harga komoditas dan saham bergerak dinamis di pasar instrumen keuangan. Keputusan transaksi, potensi keuntungan, maupun risiko kerugian sepenuhnya menjadi tanggung jawab mandiri setiap investor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemendag Ungkap Penyebab Koreksi Harga Emas pada Awal Juni 2026

Kemendag Ungkap Penyebab Koreksi Harga Emas pada Awal Juni 2026

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 14:52 WIB

Prabowo Soroti Ketimpangan Ekonomi: RI Kaya Nikel hingga Emas, Rakyat Jangan Hanya Jadi Penonton

Prabowo Soroti Ketimpangan Ekonomi: RI Kaya Nikel hingga Emas, Rakyat Jangan Hanya Jadi Penonton

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 14:11 WIB

Khianati Gencatan Senjata AS, Penjajah Israel Minta Restu Bom Ibu Kota Lebanon

Khianati Gencatan Senjata AS, Penjajah Israel Minta Restu Bom Ibu Kota Lebanon

News | Senin, 01 Juni 2026 | 13:24 WIB

5 Warga Biak Kena Ledakan Bom, Diduga Peninggalan Perang Dunia II

5 Warga Biak Kena Ledakan Bom, Diduga Peninggalan Perang Dunia II

Video | Senin, 01 Juni 2026 | 19:05 WIB

Harga Emas Antam Tetap Dibanderol Rp 2.799.000/Gram Hari Ini

Harga Emas Antam Tetap Dibanderol Rp 2.799.000/Gram Hari Ini

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 10:32 WIB

Mendagri Tito Ajak PIKI Ambil Peran Strategis Wujudkan Indonesia Emas 2045

Mendagri Tito Ajak PIKI Ambil Peran Strategis Wujudkan Indonesia Emas 2045

News | Senin, 01 Juni 2026 | 08:58 WIB

Terkini

Antrean BBM Makin Panjang, Wali Kota Makassar Datangi Pertamina: Tolong Cari Jalan Keluar!

Antrean BBM Makin Panjang, Wali Kota Makassar Datangi Pertamina: Tolong Cari Jalan Keluar!

Sulsel | Sabtu, 12 September 2026 | 12:43 WIB

I Am Not Happy!: Cerita Quokka tentang Perasaan yang Sering Disalahpahami

I Am Not Happy!: Cerita Quokka tentang Perasaan yang Sering Disalahpahami

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 12:40 WIB

Serda AMF Tewas saat 'Pembinaan', Kadispenau Pastikan 4 Prajurit Pelaku Sudah Ditahan!

Serda AMF Tewas saat 'Pembinaan', Kadispenau Pastikan 4 Prajurit Pelaku Sudah Ditahan!

News | Sabtu, 12 September 2026 | 12:40 WIB

50 Nama Username TikTok Aesthetic yang Keren dan Berkelas

50 Nama Username TikTok Aesthetic yang Keren dan Berkelas

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 12:35 WIB

5 Produk Skincare Terbaik untuk Flek Hitam agar Wajah Lebih Cerah

5 Produk Skincare Terbaik untuk Flek Hitam agar Wajah Lebih Cerah

Lifestyle | Sabtu, 12 September 2026 | 12:35 WIB

Gengsi di Atas Fungsi, Mengapa Kita Terobsesi dengan iPhone?

Gengsi di Atas Fungsi, Mengapa Kita Terobsesi dengan iPhone?

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 12:30 WIB

Spesifikasi dan Harga GWM Wey G9 Hi4 untuk Pasar Indonesia

Spesifikasi dan Harga GWM Wey G9 Hi4 untuk Pasar Indonesia

Otomotif | Sabtu, 12 September 2026 | 12:30 WIB

Bule Geber Motor Depan Dirjen Imigrasi, Ketahuan Overstay Akhirnya Dideportasi dari Bali

Bule Geber Motor Depan Dirjen Imigrasi, Ketahuan Overstay Akhirnya Dideportasi dari Bali

Bali | Sabtu, 12 September 2026 | 12:24 WIB

Anti-Kilap Seharian! 4 Sunscreen SPF 50 Matte Finish untuk Kulit Berminyak

Anti-Kilap Seharian! 4 Sunscreen SPF 50 Matte Finish untuk Kulit Berminyak

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 12:20 WIB

Harga Pangan Nasional: Cabai Rawit Rp90 Ribu, Daging Sapi Tembus Rp152 Ribu per Kg

Harga Pangan Nasional: Cabai Rawit Rp90 Ribu, Daging Sapi Tembus Rp152 Ribu per Kg

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 12:15 WIB

×