Dolar AS Mahal, RI Pakai Skema 'Barter' Dagang dengan Filipina

Achmad Fauzi

Kamis, 04 Juni 2026 | 15:20 WIB
Dolar AS Mahal, RI Pakai Skema 'Barter' Dagang dengan Filipina
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Selasa (19/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Menteri Perdagangan Budi Santoso akan menjajaki skema barter komoditas dengan pengusaha Filipina pada 12 Juni 2026 mendatang.
  • Langkah tersebut diambil untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat dalam kegiatan perdagangan antar kedua negara tersebut.
  • Pemerintah tengah menyinkronkan pembeli dari Indonesia dan Filipina untuk menandatangani kontrak kerja sama pada pertemuan di Jakarta.

Suara.com - Menteri Perdagangan, Budi Santoso, mulai mencari skema lain untuk melakukan perdagangan dengan negara lain. Salah satunya, menggunakan skema barter dalam perdangan dengan Filipina.

Ia menerangkan, langkah ini diambil untuk mengurangi ketergantungan dolar AS.

Mendag memastikan, kerja sama dagang dengan Filipina ini akan berlangsung pada 12 Juni mendatang.

"Kita juga ada alternatif misalnya pakai barter. Ya nanti tanggal 12 (juni) ya, tanggal 12 kita ketemu dengan pengusaha Filipina," ujar Budi di Kantor Kemendag, Jakarta, (4/6/2026).

Menteri Perdagangan, Budi Susanto akhirnya menaikkan HET MinyaKita. [Suara.com/Achmad Fauzi].
Menteri Perdagangan, Budi Susanto. [Suara.com/Achmad Fauzi].

Rencana kerja sama dagang ini, bilang Mendag, setelah adanya pertemuan tingkat ASEAN beberapa waktu lalu.

"Jadi waktu kemarin waktu acara ASEAN kami ketemu salah satu pengusaha dari Filipina, dia impor barang kita selama ini dan ini untuk, karena di Filipina kan juga nilai tukarnya juga lagi kurang bagus," imbuh dia.

Mendag juga akan mencari pembeli-pembeli baik di dalam negeri, maupun Filipina untuk membeli komoditas unggul masing-masing.

"Jadi bagaimana kalau kita pakai cara barter. Nah ini sudah kita carikan buyernya, setelah itu udah ketemu, nanti tanggal 12 Juni kita akan tanda tangan kontrak dengan buyer ya," ucapnya.

Sebelumnya, Mendag memandang, pelemahan rupiah ini justru menjadi peluan cuan bagi ekspor. Apalagi saat ini, nilai ekspor Indonesia mengalami kenaikan pada bulan April 2026 ini.

baca juga

Sehingga, dengan rupiah yang semakin tinggi dan transaksi ekspor menggunakan dolar AS, maka imbal devisanya bisa lebih besar.

"Kalau sekarang ini sebenarnya kesempatan ekspor kita makin bagus, kita kan surplus (ekspor naik) 5,48 persen, kita naik 5,48 persen yang dibanding tahun lalu," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mendag 'Senang' Rupiah Melemah, Bisa Cuan dari Ekspor

Mendag 'Senang' Rupiah Melemah, Bisa Cuan dari Ekspor

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 15:15 WIB

Purbaya Ngotot Bantah Rupiah Lemah Gegara Fiskal, Siap Buka-bukaan Minggu Depan

Purbaya Ngotot Bantah Rupiah Lemah Gegara Fiskal, Siap Buka-bukaan Minggu Depan

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 13:55 WIB

Mohon Bersabar Emak-emak! HET MinyaKita Pasti Naik Tapi Harganya Belum Ditentukan

Mohon Bersabar Emak-emak! HET MinyaKita Pasti Naik Tapi Harganya Belum Ditentukan

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 13:15 WIB

Terkini

Terima Surat Forum Guru Besar, Hasto: Desakan Gibran Mundur Harus Didengar Presiden dan DPR

Terima Surat Forum Guru Besar, Hasto: Desakan Gibran Mundur Harus Didengar Presiden dan DPR

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:11 WIB

AI hingga Perubahan Iklim Masuk Agenda Prioritas HAM Nasional 2026

AI hingga Perubahan Iklim Masuk Agenda Prioritas HAM Nasional 2026

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:09 WIB

Anggota Parlemen Malaysia Sindir Presiden Prabowo Pakai Bahasa Jawa Soal Kabut Asap

Anggota Parlemen Malaysia Sindir Presiden Prabowo Pakai Bahasa Jawa Soal Kabut Asap

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:08 WIB

Indeks CFX10 Lagi Tren Penguatan, XRP Naik Tinggi

Indeks CFX10 Lagi Tren Penguatan, XRP Naik Tinggi

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:07 WIB

Perang Survei Pilpres 2029, Sains Politik atau Jualan Framing?

Perang Survei Pilpres 2029, Sains Politik atau Jualan Framing?

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Wamensos Agus Jabo Dorong Penguatan Perlindungan Lansia Lewat Ekonomi Perak

Wamensos Agus Jabo Dorong Penguatan Perlindungan Lansia Lewat Ekonomi Perak

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:04 WIB

Kartu As Honda untuk Tarung di Segmen Motor Listrik: Jual Fitur Penting Ini ke Kompetitor

Kartu As Honda untuk Tarung di Segmen Motor Listrik: Jual Fitur Penting Ini ke Kompetitor

Otomotif | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:02 WIB

Orang Miskin Dituntut Tahu Diri, Orang Kaya Bebas Mengejar Ambisi

Orang Miskin Dituntut Tahu Diri, Orang Kaya Bebas Mengejar Ambisi

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam

Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam

Entertainment | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:56 WIB

Komnas HAM Pantau Dampak Karhutla di Kalimantan, Soroti Hak Kesehatan hingga Pendidikan

Komnas HAM Pantau Dampak Karhutla di Kalimantan, Soroti Hak Kesehatan hingga Pendidikan

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:56 WIB

×