Mendag 'Senang' Rupiah Melemah, Bisa Cuan dari Ekspor

Achmad Fauzi

Kamis, 04 Juni 2026 | 15:15 WIB
Mendag 'Senang' Rupiah Melemah, Bisa Cuan dari Ekspor
Menteri Perdagangan Budi Santoso. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih].
baca 10 detik
  • Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan pelemahan rupiah hingga Rp18.000 per dolar AS menjadi peluang meningkatkan keuntungan nilai ekspor.
  • Kementerian Perdagangan mencatat kenaikan ekspor sebesar 5,48 persen pada April 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
  • Pemerintah menjamin ketersediaan bahan pokok dan bahan baku impor tetap aman serta terkendali untuk kebutuhan dalam negeri.

Suara.com - Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso merespon santai pelemahan nilai tukar rupiah yang mencapai level Rp 18.000 dolar AS. Menurutnya, pelemahan rupiah ini justru menjadi peluan cuan bagi ekspor.

Apalagi saat ini, nilai ekspor Indonesia mengalami kenaikan pada bulan April 2026 ini.

Sehingga, dengan rupiah yang semakin tinggi dan transaksi ekspor menggunakan dolar AS, maka imbal devisanya bisa lebih besar.

"Kalau sekarang ini sebenarnya kesempatan ekspor kita makin bagus, kita kan surplus (ekspor naik) 5,48 persen, kita naik 5,48 persen yang dibanding tahun lalu," ujarnya saat ditemui di Kantor Kemendag, Jakarta, Senin (4/6/2026).

Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Selasa (19/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Selasa (19/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

Namun demikian, Mendag tetap risau terhadap harga barang impor di tengah pelemahan rupiah. Akan tetapi, ia melihat harga barang impor masih aman, salah satunya harga kedelai sesiao data sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).

Meski begitu, dia tidak menampik memang harga barang impor akan melonjak ke depannya.

"Ya, karena memang kondisinya lagi begini ya, lagi kondisi lagi," ungkapnya.

Bahan Baku Aman

Terlepas dari hal ini, Mendag menjamin, bahan baku barang impor masih tersedia. Dirinya akan memelotototi para produsen dalam melakukan operasional produksi.

baca juga

"Ya pertama dari distribusi, kemudian dari importasi bahan baku itu kita monitor, kita terus komunikasi dengan para produsen, jangan sampai, itu pun terganggu gitu kan ya, jangan sampai stok nggak ada," jelasnya.

Mendag juga memastikan, bahan pokok impor juga masih tersedia dan memehui konsumsi dalam negeri.

"Jadi sekarang saya sampaikan ke temen-temen, stok bahan pokok normal, artinya bahkan tadi telur aja surplus kan gitu ya," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Semakin Tak Berharga, SBY Beberkan Ciri Pemimpin yang Kuat

Rupiah Semakin Tak Berharga, SBY Beberkan Ciri Pemimpin yang Kuat

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 15:14 WIB

Waspada Gejolak Ekonomi, BI Siapkan Amunisi Cadangan Devisa USD 146 Miliar

Waspada Gejolak Ekonomi, BI Siapkan Amunisi Cadangan Devisa USD 146 Miliar

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 14:58 WIB

Rupiah Rp18.000 per Dolar: Apakah Indonesia Sedang Mengulang Krisis 1998?

Rupiah Rp18.000 per Dolar: Apakah Indonesia Sedang Mengulang Krisis 1998?

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 15:07 WIB

Terkini

Terima Surat Forum Guru Besar, Hasto: Desakan Gibran Mundur Harus Didengar Presiden dan DPR

Terima Surat Forum Guru Besar, Hasto: Desakan Gibran Mundur Harus Didengar Presiden dan DPR

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:11 WIB

AI hingga Perubahan Iklim Masuk Agenda Prioritas HAM Nasional 2026

AI hingga Perubahan Iklim Masuk Agenda Prioritas HAM Nasional 2026

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:09 WIB

Anggota Parlemen Malaysia Sindir Presiden Prabowo Pakai Bahasa Jawa Soal Kabut Asap

Anggota Parlemen Malaysia Sindir Presiden Prabowo Pakai Bahasa Jawa Soal Kabut Asap

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:08 WIB

Indeks CFX10 Lagi Tren Penguatan, XRP Naik Tinggi

Indeks CFX10 Lagi Tren Penguatan, XRP Naik Tinggi

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:07 WIB

Perang Survei Pilpres 2029, Sains Politik atau Jualan Framing?

Perang Survei Pilpres 2029, Sains Politik atau Jualan Framing?

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Wamensos Agus Jabo Dorong Penguatan Perlindungan Lansia Lewat Ekonomi Perak

Wamensos Agus Jabo Dorong Penguatan Perlindungan Lansia Lewat Ekonomi Perak

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:04 WIB

Kartu As Honda untuk Tarung di Segmen Motor Listrik: Jual Fitur Penting Ini ke Kompetitor

Kartu As Honda untuk Tarung di Segmen Motor Listrik: Jual Fitur Penting Ini ke Kompetitor

Otomotif | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:02 WIB

Orang Miskin Dituntut Tahu Diri, Orang Kaya Bebas Mengejar Ambisi

Orang Miskin Dituntut Tahu Diri, Orang Kaya Bebas Mengejar Ambisi

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam

Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam

Entertainment | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:56 WIB

Komnas HAM Pantau Dampak Karhutla di Kalimantan, Soroti Hak Kesehatan hingga Pendidikan

Komnas HAM Pantau Dampak Karhutla di Kalimantan, Soroti Hak Kesehatan hingga Pendidikan

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:56 WIB

×