Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.745.000
Beli Rp2.600.000
IHSG 5.342,137
LQ45 527,078
Srikehati 259,301
JII 319,450
USD/IDR 18.166

Berapa Porsi Emas dalam Portofolio Investasi? Ini Idealnya!

Fabiola Febrinastri

Minggu, 07 Juni 2026 | 12:30 WIB
Berapa Porsi Emas dalam Portofolio Investasi? Ini Idealnya!
Ilustrasi emas. (Freepik/wirestock)

Suara.com - Membangun masa depan finansial yang memadai dan solid tidak cukup hanya dengan mengandalkan satu jenis aset saja.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan ancaman inflasi, para investor dituntut untuk lebih bijak dalam menyusun strategi perlindungan kekayaan.

Salah satu langkah proteksi klasik yang terbukti efektif menghadapi guncangan pasar adalah melakukan diversifikasi investasi dengan emas.

Namun, agar imbal hasil tetap optimal, investor harus cermat untuk menghitung berapa idealnya porsi emas dalam portofolio investasi. Nah, simak penjelasan lebih lanjut di artikel ini.

Berapa Idealnya Porsi Emas dalam Portofolio Investasi?
Pada dasarnya, tidak ada angka mutlak. Namun, terdapat satu rule of thumb yang kerap digunakan sebagai baseline alokasi emas, yaitu sekitar 5-10% dari total portofolio.

Angka ini dinilai cukup untuk memberikan proteksi sekaligus membantu dalam menjaga keseimbangan antara stabilitas maupun pertumbuhan aset lainnya.

Sebab, emas bukan instrumen yang bertumbuh secara agresif seperti saham teknologi meskipun peranannya krusial, yaitu sebagai safe haven, hedging, serta diversifier.

Apabila porsi emas dalam portofolio investasi terlalu besar, maka dikhawatirkan potensi return jangka panjang akan tertahan. Alokasi emas untuk setiap investor biasanya tidak sama.

Ini dapat didasarkan pada profil risiko mereka. Adapun penjelasan terkait besaran porsi emas adalah sebagai berikut.
1. Investor Konservatif
Secara umum, investor konservatif berfokus pada stabilitas dan mengutamakan perlindungan modal. Jenis investor ini cenderung tidak nyaman dengan drawdown besar.

Jadi, besaran alokasi yang dipertimbangkan berada di kisaran 8-12% atau lebih mendekati 10% untuk meminimalkan risiko fluktuasi tajam ketika pasar saham bergejolak.

2. Investor Moderat
Walaupun bersedia menerima volatilitas terukur, alokasi emas untuk investor moderat biasanya sebesar 5-10%. Porsi ini dianggap mampu melindungi tanpa terlalu membatasi potensi return.

Hal tersebut sejalan dengan orientasi investor moderat, yaitu keselarasan antara peningkatan imbal hasil dan keamanan modal.

3. Investor Agresif
Kebalikan dari investor konservatif, jenis investor dengan profil risiko agresif justru siap menerima volatilitas tinggi karena memang menitikberatkan pada pertumbuhan jangka panjang.

Oleh karena itu, porsi emas dalam portofolionya bisa lebih kecil, yakni 3-5%. Alih-alih proteksi utama, emas dalam konteks ini berfungsi sebagai pelindung tambahan (diversifikasi ringan).

Strategi Memelihara Keseimbangan Porsi Aset
Untuk menjaga proporsi portofolio tetap sehat, menentukan alokasi emas saja tidak cukup. Investor juga perlu melakukan rebalancing berkala (setiap 6 atau 12 bulan sekali).

Misalnya, jika target emas di kisaran 10%, maka dapat meningkatkan porsinya menjadi 15% setelah harga emas mengalami kenaikan.

Dengan kata lain, investor dapat menjual sebagian emas yang dimiliki atau menambah aset lain supaya kembali menjadi 10%.

Sebaliknya, pertimbangkan untuk membeli emas untuk kembali ke target ketika harga emas menurun dan porsinya menjadi 6%.

Langkah ini dapat membantu untuk menghindari overweight, mengunci keuntungan, sekaligus mempertahankan disiplin strategi.

Optimasi Aset Pelindung Nilai Lewat Deposito Emas di Pegadaian
Menemukan berapa idealnya porsi emas dalam portofolio investasi merupakan langkah awal untuk melindungi kekayaan dari ketidakpastian pasar.

Agar dana simpanan tersebut tidak mudah terusik oleh pengeluaran impulsif, kunci porsi stabilisator finansial ini secara konsisten dengan instrumen berjangka, seperti Deposito Emas.

Layanan dari Pegadaian ini bisa menjadi opsi yang dipertimbangkan karena memiliki izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga legalitasnya terjamin,

Melalui Deposito Emas, aset emas tidak sekadar tersimpan dengan aman, melainkan berpotensi memberikan imbal hasil hingga 1% per tahun.

Jadi, selain mendapatkan potensi keuntungan dari kenaikan harga emas itu sendiri, nasabah bisa mendapatkan benefit lebih dari bunga imbal hasil Deposito Emas.

Menariknya, seluruh pengelolaan komoditas ini sekarang terintegrasi penuh dalam satu genggaman di aplikasi Tring! by Pegadaian.

Jadi, yuk maksimalkan diversifikasi investasi dengan emas lewat cara yang lebih praktis sekaligus modern sekarang! ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apakah Deposito Harus Bayar Tiap Bulan? Ini Penjelasan Lengkapnya

Apakah Deposito Harus Bayar Tiap Bulan? Ini Penjelasan Lengkapnya

Bisnis | Sabtu, 15 November 2025 | 07:52 WIB

Disentil Menkeu Purbaya Soal Dana Mengendap, KDM: Itu Kas Daerah, Bukan Deposito!

Disentil Menkeu Purbaya Soal Dana Mengendap, KDM: Itu Kas Daerah, Bukan Deposito!

News | Kamis, 23 Oktober 2025 | 12:38 WIB

5 Fakta Sandra Dewi Lawan Negara, Perjuangkan Deposito Rp33 Miliar dan Tas Branded!

5 Fakta Sandra Dewi Lawan Negara, Perjuangkan Deposito Rp33 Miliar dan Tas Branded!

Entertainment | Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:46 WIB

Cara Hitung Bunga Deposito Tabungan 2025

Cara Hitung Bunga Deposito Tabungan 2025

Bisnis | Sabtu, 04 Oktober 2025 | 06:25 WIB

Saatnya Gerakkan Emasmu, Deposito Emas Pegadaian Tembus 1 Ton

Saatnya Gerakkan Emasmu, Deposito Emas Pegadaian Tembus 1 Ton

Bisnis | Kamis, 24 April 2025 | 10:31 WIB

Euforia Borong Emas di Indonesia, Deposito Emas Pegadaian Sebentar Lagi Tembus 1 Ton

Euforia Borong Emas di Indonesia, Deposito Emas Pegadaian Sebentar Lagi Tembus 1 Ton

Bisnis | Selasa, 15 April 2025 | 10:45 WIB

Terkini

BRI Hadirkan QRIS Cross Border BRImo di China, Permudah Transaksi Nasabah di Luar Negeri

BRI Hadirkan QRIS Cross Border BRImo di China, Permudah Transaksi Nasabah di Luar Negeri

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:39 WIB

Luhut Bawa Chatib Basri ke Istana, Ini Tujuannya

Luhut Bawa Chatib Basri ke Istana, Ini Tujuannya

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:38 WIB

Di Mana Menkeu Purbaya saat Chatib Basri Dipanggil Prabowo ke Istana

Di Mana Menkeu Purbaya saat Chatib Basri Dipanggil Prabowo ke Istana

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:26 WIB

Pemerintah Santai Tanggapi Penurunan Cadangan Devisa RI

Pemerintah Santai Tanggapi Penurunan Cadangan Devisa RI

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:16 WIB

Chatib Basri, Menkeu Spesialis Krisis Ekonomi, Temui Prabowo di Istana, Luhut Jadi Pendamping

Chatib Basri, Menkeu Spesialis Krisis Ekonomi, Temui Prabowo di Istana, Luhut Jadi Pendamping

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:15 WIB

Chatib Basri Ungkap Jalan Keluar Krisis Ekonomi saat Rumor Jadi Menkeu: Jangan Naikkan Pajak

Chatib Basri Ungkap Jalan Keluar Krisis Ekonomi saat Rumor Jadi Menkeu: Jangan Naikkan Pajak

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:14 WIB

Gegara BI-Rate Rupiah Bernasib Baik Hari Ini, Tapi Masih Rp 18.000

Gegara BI-Rate Rupiah Bernasib Baik Hari Ini, Tapi Masih Rp 18.000

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 15:53 WIB

Cadev Turun 1,3 Miliar Dolar AS, Gubernur BI Singgung IMF

Cadev Turun 1,3 Miliar Dolar AS, Gubernur BI Singgung IMF

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 15:49 WIB

Harga Kedelai Mahal Gegara Rupiah Melemah, Pemerintah Beri Subsidi Rp2.000

Harga Kedelai Mahal Gegara Rupiah Melemah, Pemerintah Beri Subsidi Rp2.000

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 15:41 WIB

Masih Menarikkah Investasi Saham BBCA? Tengok Strateginya

Masih Menarikkah Investasi Saham BBCA? Tengok Strateginya

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 15:34 WIB