Rupiah Tak Kunjung Kuat, Kinerja Perry dan Purbaya Jadi Sorotan

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 08 Juni 2026 | 10:36 WIB
Rupiah Tak Kunjung Kuat, Kinerja Perry dan Purbaya Jadi Sorotan
Kinerja Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk menjaga stabilitas rupiah dinilai belum cukup kuat untuk membuat mata uang Garuda menguat secara berkelanjutan. Foto Suara.com
baca 10 detik
  • Jurus BI-Kemenkeu dinilai hanya mampu meredam tekanan rupiah sementara.
  • Daya tarik imbal hasil belum cukup jika kepercayaan investor masih rendah.
  • Rupiah butuh dukungan faktor global dan fiskal untuk menguat berkelanjutan.

Suara.com - Kinerja Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk menjaga stabilitas rupiah dinilai belum cukup kuat untuk membuat mata uang Garuda menguat secara berkelanjutan.

Meski dapat meredam tekanan dalam jangka pendek, sejumlah faktor fundamental masih menjadi penentu arah rupiah ke depan.

Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, mengatakan dua kebijakan yang baru disepakati pemerintah dan BI lebih tepat dipandang sebagai upaya menahan pelemahan rupiah ketimbang menjadi jaminan penguatan yang berkelanjutan.

Adapun dua langkah yang ditempuh adalah meningkatkan daya tarik imbal hasil instrumen rupiah guna menarik kembali dana asing, serta menjaga kecukupan likuiditas di pasar keuangan dan perbankan.

"Menurut saya, dua langkah BI dan Kemenkeu tersebut bisa membantu menahan tekanan rupiah, tetapi belum otomatis membuat rupiah menguat secara berkelanjutan," kata Josua kepada Suara.com.

Menurutnya, peningkatan imbal hasil aset berdenominasi rupiah dapat menarik kembali aliran modal asing ke Surat Berharga Negara (SBN) maupun Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), terutama ketika investor global sedang berburu instrumen dengan tingkat pengembalian lebih tinggi.

Dalam jangka pendek, strategi tersebut berpotensi mengurangi tekanan jual terhadap rupiah sekaligus menunjukkan komitmen otoritas dalam menjaga stabilitas nilai tukar. Namun, efektivitasnya tetap sangat bergantung pada tingkat kepercayaan investor terhadap kondisi ekonomi domestik.

"Jika pemodal masih melihat risiko kebijakan domestik tinggi, kenaikan imbal hasil hanya akan menjadi kompensasi risiko, bukan pemulihan kepercayaan," ujarnya.

Selain itu, Josua menilai kecukupan likuiditas di pasar keuangan dan sektor perbankan juga menjadi faktor penting. Pasalnya, tekanan terhadap rupiah sering kali meningkat ketika pelaku pasar berebut likuiditas dan perbankan menjadi lebih konservatif dalam menyalurkan dana.

baca juga

Likuiditas yang memadai akan membantu menjaga fungsi pasar uang, mendukung penyaluran kredit, serta meningkatkan efektivitas operasi moneter BI. Meski demikian, pengelolaannya harus dilakukan secara hati-hati.

"Jika terlalu ketat, ekonomi riil dan kredit bisa tertekan. Jika terlalu longgar ketika rupiah sedang melemah, permintaan valas justru bisa meningkat," jelasnya.

Ia menegaskan bahwa yang dibutuhkan bukan sekadar likuiditas yang cukup, melainkan likuiditas yang diarahkan untuk menopang stabilitas ekonomi tanpa mengorbankan pertumbuhan.

Lebih lanjut, Josua menilai penguatan rupiah yang berkelanjutan memerlukan dukungan faktor lain yang lebih mendasar. Pemerintah perlu menjaga disiplin Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), memperjelas arah kebijakan ekonomi, serta mengurangi ketidakpastian yang dapat mengganggu dunia usaha.

Menurutnya, rupiah baru memiliki peluang menguat lebih konsisten apabila tekanan global mulai mereda, harga minyak dunia terkendali, arus modal asing kembali masuk secara stabil, cadangan devisa tetap kuat, serta persepsi investor terhadap pengelolaan fiskal Indonesia membaik.

"Rupiah baru bisa menguat lebih berkelanjutan apabila tekanan global mereda, harga minyak terkendali, arus dana asing kembali masuk secara konsisten, cadangan devisa tetap kuat, dan pemerintah mampu memperbaiki persepsi terhadap pengelolaan fiskal," tegas Josua.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Investor Terus Timbun Dolar, Rupiah Keok ke Rp18.126

Investor Terus Timbun Dolar, Rupiah Keok ke Rp18.126

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 10:25 WIB

Dihantam Rupiah dan Aksi Jual! IHSG Diprediksi Sulit Bangkit, Tapi Saham-saham Ini Bisa jadi Pilihan

Dihantam Rupiah dan Aksi Jual! IHSG Diprediksi Sulit Bangkit, Tapi Saham-saham Ini Bisa jadi Pilihan

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 08:18 WIB

Terdampak Rupiah Melemah, Baskara Putra Ngeri Harga Kebutuhan Makin Mahal

Terdampak Rupiah Melemah, Baskara Putra Ngeri Harga Kebutuhan Makin Mahal

Entertainment | Minggu, 07 Juni 2026 | 22:00 WIB

Terkini

Tragis! Atlet Selam Jepara di Porprov Jateng 2026 Tewas Tenggelam, Ini Kronologinya

Tragis! Atlet Selam Jepara di Porprov Jateng 2026 Tewas Tenggelam, Ini Kronologinya

Jawa Tengah | Minggu, 25 Oktober 2026 | 20:06 WIB

Ze Gomes Siapkan Taktik Khusus Jelang Laga Tensi Tinggi Menghadapi Persebaya Surabaya

Ze Gomes Siapkan Taktik Khusus Jelang Laga Tensi Tinggi Menghadapi Persebaya Surabaya

Bola | Minggu, 25 Oktober 2026 | 20:05 WIB

PT Kristalin Ekalestari: Profil, Penyebab Cabut Izin Tambang, dan Sanksi

PT Kristalin Ekalestari: Profil, Penyebab Cabut Izin Tambang, dan Sanksi

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 20:04 WIB

Muka Glowing tapi Rekening Kering: Saatnya Sadar Pentingnya Dana Darurat

Muka Glowing tapi Rekening Kering: Saatnya Sadar Pentingnya Dana Darurat

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Suka Pakai Sweater Rajut? Coba 5 Trik Styling agar Tampilan Lebih Modern

Suka Pakai Sweater Rajut? Coba 5 Trik Styling agar Tampilan Lebih Modern

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Garudayaksa vs Persib Bandung, Bobotoh Protes Kebakaran Hutan

Garudayaksa vs Persib Bandung, Bobotoh Protes Kebakaran Hutan

Bola | Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:52 WIB

MAKI Adukan Pimpinan KPK ke Dewas, Dinilai Melempem Hadapi Mangkir Nusron Wahid

MAKI Adukan Pimpinan KPK ke Dewas, Dinilai Melempem Hadapi Mangkir Nusron Wahid

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:35 WIB

Cara Menghilangkan Iklan di HP Oppo yang Tiba-Tiba Muncul, Praktis tanpa Aplikasi

Cara Menghilangkan Iklan di HP Oppo yang Tiba-Tiba Muncul, Praktis tanpa Aplikasi

Tekno | Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:35 WIB

2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas

2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:32 WIB

Hak Guru Terlambat Dibayar, Sampai Kapan Pendidikan Harus Menunggu?

Hak Guru Terlambat Dibayar, Sampai Kapan Pendidikan Harus Menunggu?

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:30 WIB

×