Pemerintah Tepat Naikkan Harga Pertamax

Liberty Jemadu, Rina Anggraeni

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:58 WIB
Pemerintah Tepat Naikkan Harga Pertamax
Keputusan pemerintah menaikkan harga Pertamax, produk BBM nonsubsidi yang dijual Pertamina, dinilai tepat karena sejumlah alasan mendasar. [Antara]
baca 10 detik
  • Keputusan pemerintah menaikkan harga Pertamax, produk BBM nonsubsidi yang dijual Pertamina, dinilai tepat karena sejumlah alasan mendasar.
  • Kebijakan ini bertujuan mengendalikan permintaan BBM impor serta memperkuat nilai tukar rupiah dan kinerja pasar modal secara nasional.
  • Kenaikan harga berisiko memicu inflasi serta menyebabkan migrasi pengguna Pertamax ke Pertalite jika tidak dibarengi pembatasan subsidi yang ketat.

Suara.com - Keputusan pemerintah menaikkan harga Pertamax, produk BBM nonsubsidi yang dijual Pertamina, dinilai tepat karena membantu mengurangi tekanan keuangan Pertamina, menahan beban kompensasi energi, dan mengirim sinyal bahwa pemerintah mulai lebih disiplin menyesuaikan harga energi dengan kondisi minyak dunia dan pelemahan rupiah.

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengatakan kebijakan pemerintah itu lebih masuk akal dan memperbaiki kredibilitas rezim Prabowo Subianto di mata pasar atau investor global.

"Jadi, secara prinsip langkah ini tepat," kata Josua kepada Suara.com di Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Josua meneruskan pilihan pemerintah untuk menaikkan harga Pertamax lebih masuk akal dibandingkan dengan menaikkan harga BBM subsidi seperti Pertalite dan solar. Alasannya karena pengguna Pertamax umumnya lebih mampu secara ekonomi dan porsinya terhadap konsumsi rumah tangga lebih kecil dibanding Pertalite.

Selain itu dengan harga BBM nonsubsidi yang lebih mendekati nilai keekonomian, permintaan BBM impor juga bisa lebih terkendali sehingga kebutuhan dolar AS untuk impor energi dapat berkurang secara bertahap.

Dalam jangka menengah, sinyal disiplin harga energi dapat membantu persepsi investor terhadap pengelolaan fiskal, terutama jika pemerintah menjelaskan kebijakan ini secara transparan dan konsisten.

Sebelumnya beberapa analis mengakui bahwa kebijakan pemerintah menaikkan harga Pertamax hari ini sudah berimbas positif pada penguatan rupiah dan kinerja IHSG.

Kepala Pusat Makroekonomi Indef menilai kenaikan harga Pertamax di Jakarta pada 10 Juni 2026 merupakan langkah fiskal yang rasional dari pemerintah. [Antara]
Kepala Pusat Makroekonomi Indef menilai kenaikan harga Pertamax di Jakarta pada 10 Juni 2026 merupakan langkah fiskal yang rasional dari pemerintah. [Antara]

Meski demikian ia mengakui bahwa kebijakan ini juga memiliki risiko yang tidak kecil. Kenaikan harga Pertamax yang cukup tajam dapat menambah tekanan inflasi, terutama melalui biaya transportasi, logistik, dan ekspektasi harga.

Walaupun Pertamax bukan BBM yang paling besar bobotnya dalam inflasi, kenaikan lebih dari 30 persen tetap dapat terasa, terutama pada kelompok masyarakat perkotaan, pengguna kendaraan pribadi, jasa transportasi, serta pelaku usaha kecil yang memakai BBM nonsubsidi.

baca juga

"Dampak langsung ke inflasi diperkirakan sekitar < 0,1 poin persentase," kata Josua.

Risiko terbesar, imbuh dia, justru bukan hanya inflasi tetapi distorsi pasar.

"Selisih harga Pertalite dan Pertamax yang melebar hingga sekitar Rp6.250 per liter dapat mendorong sebagian pengguna Pertamax berpindah ke Pertalite," ia menjelaskan.

Jika perpindahan ini terjadi meluas, maka maka beban subsidi Pertalite bisa bertambah, kuota Pertalite lebih cepat habis, antrean di SPBU meningkat, dan tujuan awal mengurangi tekanan fiskal menjadi tidak optimal.

Dengan kata lain, pemerintah bisa menghemat dari Pertamax, tetapi kehilangan sebagian manfaatnya melalui kenaikan konsumsi Pertalite. Karena itu, penyesuaian harga Pertamax harus dibarengi pembatasan yang lebih rapi pada BBM subsidi agar tepat sasaran.

Josua meneruskan, bagi ekonomi Indonesia, dampaknya akan bersifat campuran. Dalam jangka pendek, kenaikan harga Pertamax cenderung menekan daya beli, menambah biaya usaha, dan memperkuat alasan BI untuk menjaga suku bunga tetap tinggi. Ini kurang baik bagi konsumsi dan sektor saham yang sensitif terhadap bunga, seperti properti, otomotif, pembiayaan, dan ritel.

"Namun dalam jangka menengah, jika kebijakan ini berhasil mengurangi tekanan impor energi, memperbaiki beban fiskal, dan menjaga kepercayaan investor, dampaknya bisa lebih positif terhadap rupiah, SBN, dan IHSG. Kuncinya ada pada kredibilitas kebijakan, bukan sekadar kenaikan harga," tekan Josua.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenaikan Pertamax Bikin Kaget, Pengguna Xpander Menjerit: Rp480 Ribu Pun Belum Bisa Full Tank!

Kenaikan Pertamax Bikin Kaget, Pengguna Xpander Menjerit: Rp480 Ribu Pun Belum Bisa Full Tank!

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:26 WIB

Indef: Pemerintah Rasional Naikkan Harga Pertamax

Indef: Pemerintah Rasional Naikkan Harga Pertamax

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 16:39 WIB

BBM Non-Subsidi Naik, Harga Pertamax Kini Tembus Rp16.250 per Liter

BBM Non-Subsidi Naik, Harga Pertamax Kini Tembus Rp16.250 per Liter

Foto | Rabu, 10 Juni 2026 | 16:38 WIB

Rupiah Menguat Berkat Keberanian Pemerintah Naikkan Harga Pertamax

Rupiah Menguat Berkat Keberanian Pemerintah Naikkan Harga Pertamax

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 16:27 WIB

Pertamax Naik, Kurir Paket Serba Salah: Mau Hemat Takut Motor Bermasalah

Pertamax Naik, Kurir Paket Serba Salah: Mau Hemat Takut Motor Bermasalah

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 16:17 WIB

Terkini

Dari 'Sus' hingga 'Delulu': Apakah Bahasa Gaul Mengancam Bahasa Indonesia?

Dari 'Sus' hingga 'Delulu': Apakah Bahasa Gaul Mengancam Bahasa Indonesia?

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 16:20 WIB

Barack Obama Turun Gunung, Sebut Donald Trump 'Rekor Terburuk' Presiden AS

Barack Obama Turun Gunung, Sebut Donald Trump 'Rekor Terburuk' Presiden AS

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 16:18 WIB

OJK Ungkap Manipulasi Saham Masih Dominan Pelanggaran Pasar Modal

OJK Ungkap Manipulasi Saham Masih Dominan Pelanggaran Pasar Modal

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 16:17 WIB

Dua Emiten Grup Salim INDF dan ICBP Mau Buyback Saham Rp750 Miliar

Dua Emiten Grup Salim INDF dan ICBP Mau Buyback Saham Rp750 Miliar

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 16:11 WIB

4 Shade Bedak Padat Viva yang Bikin Kulit Sawo Matang Tampak Natural, Mulai Rp7 Ribuan!

4 Shade Bedak Padat Viva yang Bikin Kulit Sawo Matang Tampak Natural, Mulai Rp7 Ribuan!

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 16:04 WIB

Tampil Muda! 5 Lifting Eye Cream Pilihan untuk Mata Bebas Kerutan

Tampil Muda! 5 Lifting Eye Cream Pilihan untuk Mata Bebas Kerutan

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Danantara Getol Serok Saham saat IHSG Diguncang MSCI

Danantara Getol Serok Saham saat IHSG Diguncang MSCI

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 15:58 WIB

Minat Saham AS Tertokenisasi Melonjak, Investor Ritel Makin Aktif

Minat Saham AS Tertokenisasi Melonjak, Investor Ritel Makin Aktif

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 15:55 WIB

BLiSPI Youth Cup V Dibuka, Ketua DPD RI Apresiasi Keikutsertaan 74 Tim dari Berbagai Daerah

BLiSPI Youth Cup V Dibuka, Ketua DPD RI Apresiasi Keikutsertaan 74 Tim dari Berbagai Daerah

Sport | Minggu, 25 Oktober 2026 | 15:54 WIB

Dari Lapangan ke Destinasi Wisata, Sport Tourism Punya Peluang Ekonomi Baru

Dari Lapangan ke Destinasi Wisata, Sport Tourism Punya Peluang Ekonomi Baru

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 15:53 WIB

×