Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.231,780
LQ45 627,750
Srikehati 307,753
JII 374,159
USD/IDR 17.971

Dari Cibubur ke Kantor, Kenaikan Harga Pertamax Buat Warga Kelas Menengah Mengelus Dada

Mohammad Fadil Djailani, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:30 WIB
Dari Cibubur ke Kantor, Kenaikan Harga Pertamax Buat Warga Kelas Menengah Mengelus Dada
Pengendara sepeda motor mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU di Jakarta, Rabu (10/6/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Pertamax naik 32%, pekerja kelas menengah minta insentif pemerintah.
  • Biaya transportasi pekerja Jakarta melonjak akibat kenaikan BBM.
  • Kelas menengah desak pemerintah jaga daya beli dan stabilkan rupiah.

Suara.com - Kenaikan tajam harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax hanya bisa membuat warga kelas menengah di Jakarta mengelus dada. Di tengah tekanan biaya hidup yang terus meningkat, para pekerja berharap pemerintah segera mengeluarkan insentif untuk membantu menjaga daya beli masyarakat.

Rafi (28), seorang karyawan swasta yang setiap hari menempuh perjalanan dari Cibubur, Jakarta Timur, menuju kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan, mengaku kenaikan harga Pertamax akan langsung menambah beban pengeluaran bulanannya.

Sebelum penyesuaian harga, Rafi biasanya menghabiskan sekitar Rp45.000 hingga Rp60.000 per pekan untuk membeli 4 hingga 5 liter Pertamax. Namun, setelah harga Pertamax melonjak menjadi Rp16.250 per liter dari sebelumnya Rp12.300 per liter, biaya transportasinya dipastikan meningkat signifikan.

Menurutnya, pemerintah perlu memberikan perhatian lebih kepada kelompok masyarakat kelas menengah yang selama ini dinilai belum banyak mendapatkan bantuan langsung.

"Kasih insentif yang jelas buat kelas menengah," ujar Rafi kepada Suara.com, Jumat (11/6/2026).

Tak hanya soal bantuan, Rafi juga menyoroti pentingnya komunikasi ekonomi pemerintah yang lebih terkoordinasi. Ia menilai perbedaan pernyataan antar kementerian dapat memperburuk sentimen masyarakat dan pelaku usaha.

"Komunikasikan ekonomi yang benar, jangan asal. Jangan sampai ada pernyataan yang bertolak belakang antar kementerian. Kuatkan rupiah, jangan terus menyalahkan faktor eksternal," katanya.

Keluhan serupa disampaikan Arif (31), karyawan swasta yang juga pengguna Pertamax. Ia mengaku kenaikan harga BBM nonsubsidi membuat anggaran rumah tangganya semakin tertekan.

Meski harga Pertamax naik drastis, Arif masih enggan beralih ke Pertalite karena khawatir kualitas BBM bersubsidi tersebut dapat memengaruhi performa mesin kendaraannya. Akibatnya, ia harus menerima konsekuensi pengeluaran yang lebih besar untuk kebutuhan transportasi.

baca juga

"Makanya saya berharap ada insentif dari pemerintah. Setidaknya bisa meringankan beban kita di tengah harga kebutuhan hidup yang naik semuanya," ujarnya.

Kenaikan harga Pertamax menjadi sorotan karena terjadi saat masyarakat masih menghadapi tekanan inflasi dan kenaikan berbagai kebutuhan pokok. Kondisi ini berpotensi menggerus daya beli kelompok kelas menengah yang selama ini menjadi salah satu motor utama konsumsi domestik.

Diketahui, Pertamina resmi menyesuaikan harga BBM nonsubsidi mulai 10 Juni 2026. Harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, sementara Pertamax Green 95 meningkat dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter. Di sisi lain, harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar tetap dipertahankan.

PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax (RON 92) mulai 10 Juni 2026. Foto Suara.com/AI
PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax (RON 92) mulai 10 Juni 2026. Foto Suara.com/AI

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Derita Pekerja Setelah Harga Pertamax Naik: Sekarang Uang Rp50.000 Tak Cukup

Derita Pekerja Setelah Harga Pertamax Naik: Sekarang Uang Rp50.000 Tak Cukup

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 13:07 WIB

Mengapa Pertamina Naikkan Harga Pertamax Saat Gajian Telah Habis?

Mengapa Pertamina Naikkan Harga Pertamax Saat Gajian Telah Habis?

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 11:29 WIB

Harga Pertamax Harusnya Tembus Rp 30.000/Liter

Harga Pertamax Harusnya Tembus Rp 30.000/Liter

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 11:18 WIB

Terkini

Rakyat Jepang Setuju Perempuan Jadi Kaisar, Tapi Kenapa Itu Tidak Mungkin Terjadi?

Rakyat Jepang Setuju Perempuan Jadi Kaisar, Tapi Kenapa Itu Tidak Mungkin Terjadi?

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:22 WIB

Ada yang Sebut Harga Beras Mahal, Prabowo: Suruh Tanam Padi Sendiri!

Ada yang Sebut Harga Beras Mahal, Prabowo: Suruh Tanam Padi Sendiri!

Video | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:21 WIB

Menteri PPPA Prihatin, Hanya 20 Persen Anak yang Nyaman Curhat kepada Orang Tua

Menteri PPPA Prihatin, Hanya 20 Persen Anak yang Nyaman Curhat kepada Orang Tua

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:20 WIB

Padel Punya Risiko Cedera, Sports Medicine Bantu Atlet Tetap Bugar hingga Siap Kembali Bertanding

Padel Punya Risiko Cedera, Sports Medicine Bantu Atlet Tetap Bugar hingga Siap Kembali Bertanding

Health | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:16 WIB

3 Bedak Inez yang Bisa Cerahkan Wajah Secara Natural untuk Kulit Kusam

3 Bedak Inez yang Bisa Cerahkan Wajah Secara Natural untuk Kulit Kusam

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:15 WIB

KPK Sita Barang Bukti Rp9,06 Miliar dalam OTT Bupati Lombok Barat

KPK Sita Barang Bukti Rp9,06 Miliar dalam OTT Bupati Lombok Barat

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:14 WIB

Kenapa Pindah ke Transportasi Umum Itu Investasi Buat Bumi?

Kenapa Pindah ke Transportasi Umum Itu Investasi Buat Bumi?

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:06 WIB

Cara JHL Auto Jaga Loyalitas Konsumen BAIC Melalui Wadah Komunitas Eksklusif

Cara JHL Auto Jaga Loyalitas Konsumen BAIC Melalui Wadah Komunitas Eksklusif

Otomotif | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:05 WIB

Golkar Pertanyakan Efektivitas Kabinet Bayangan, Sarmuji: Siapa yang Menindaklanjuti?

Golkar Pertanyakan Efektivitas Kabinet Bayangan, Sarmuji: Siapa yang Menindaklanjuti?

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:01 WIB

Langka di Dunia, Ibu Ini Lahirkan Bayi Kembar Empat Identik Berjenis Kelamin Perempuan

Langka di Dunia, Ibu Ini Lahirkan Bayi Kembar Empat Identik Berjenis Kelamin Perempuan

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:01 WIB

×