Riset Ilmuwan Menemukan Formula Protein Baru Penawar Bisa Ular Derik

Agung Pratnyawan

Sabtu, 12 September 2026 | 17:25 WIB
Riset Ilmuwan Menemukan Formula Protein Baru Penawar Bisa Ular Derik
Ilustrasi ular derik (Shutterstock).
baca 10 detik
  • Ilmuwan mengolah protein darah untuk membuat penawar bisa ular derik.
  • Kombinasi protein darah menghasilkan penawar bisa ular derik yang kuat.
  • Riset ini membuka era baru produksi penawar bisa ular derik.

Suara.com - Masalah gigitan ular berbisa ternyata masih menjadi salah satu tantangan kesehatan global yang sangat serius namun sering terabaikan. Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), ular berbisa diperkirakan membunuh sekitar 80.000 hingga 140.000 orang setiap tahunnya di seluruh dunia.

Tak hanya itu, ratusan ribu korban selamat lainnya harus hidup dengan cacat permanen akibat kerusakan jaringan jaringan tubuh yang parah. Sebagian besar dari mereka yang terdampak berada di daerah pedesaan yang sulit mendapatkan akses pengobatan cepat.

Namun, penemuan terbaru justru menghadirkan angin segar dari arah yang tak disangka-sangka.

Dikutip dari Science Daily, para peneliti yang dipimpin oleh Profesor Sean B. Carroll dari University of Maryland, berkolaborasi dengan Elda Sánchez dari National Natural Toxins Research Center di Texas A&M University-Kingsville serta rekan peneliti lainnya seperti Fiona Ukken dan Yetunde Ayinuola, berhasil mengungkap rahasia besar yang tersimpan di dalam darah ular. 

Hasil studi yang didanai oleh Howard Hughes Medical Institute dan Viper Resource Center ini telah dipublikasikan secara resmi dalam jurnal ilmiah bergengsi Proceedings of the National Academy of Sciences.

Pertahanan Alami yang Tersembunyi dalam Darah Ular Berbisa 

Selama lebih dari seratus tahun, para ilmuwan sebenarnya sudah mengetahui lewat berbagai cerita dan pengamatan bahwa kelompok Ular Derik tidak mempan oleh bisa mereka sendiri. 

Namun, alasan pasti mengapa darah mereka kebal terhadap racun mematikan tersebut selalu menjadi misteri besar.

Jawaban itu mulai terkuak pada tahun 2022 saat laboratorium pimpinan Carroll menemukan sebuah protein bernama FETUA-3 pada ular dering (western diamondback rattlesnake).

baca juga

Protein ini diketahui mampu menghambat metalloproteinase, yaitu salah satu rumpun racun paling mematikan dan merusak yang terkandung di dalam “bisa” ular.

Ilustrasi ular derik. (Shutterstock/Tom Reichner)
Ilustrasi ular derik. (Shutterstock/Tom Reichner)

Mengejutkan!, Kombinasi Beberapa Protein Mampu Menetralkan Racun Mematikan Dari Ular

Melalui penelitian terbarunya, para ahli mendalami fungsi masing-masing protein dari keluarga FETUA tersebut. Menariknya, jika berdiri sendiri, satu jenis protein FETUA tidak sanggup mencegah kematian akibat gigitan. 

Satu protein mungkin hanya bisa meredam pendarahan, sedangkan protein lain hanya mampu mengganggu kerja enzim racun tertentu. Keadaan berubah ketika beberapa jenis protein FETUA ini dikombinasikan dengan tepat.

Memastikan kombinasi yang pas memang bukan suatu hal yang mudah, mengingat satu jenis “bisa” ular saja bisa mengandung sekitar 100 jenis racun yang berbeda.

Saat formulasi protein penawar ini dioptimalkan di laboratorium, hasilnya luar biasa mengagumkan.

Campuran protein alami tersebut mampu menetralkan racun mematikan dari Ular Derik hingga 10 kali lipat lebih kuat dibandingkan penawar racun biasa berbasis antibodi domba yang digunakan saat ini. 

Hebatnya lagi, ramuan penawar ini juga memberikan perlindungan luas terhadap racun dari berbagai spesies ular lainnya, bahkan pada spesies yang telah terpisah oleh evolusi selama puluhan juta tahun.

Harapan Menjadi Antivenom Jenis Baru

Penemuan ini menjadi titik balik penting dalam dunia medis. Selama ini, pembuatan penawar racun ular dilakukan dengan cara menyuntikkan racun ke hewan besar seperti kuda atau domba untuk kemudian diambil antibodinya.

Metode tradisional tersebut membutuhkan biaya besar, kualitas hasilnya bervariasi, serta berisiko memicu reaksi imun atau alergi yang parah pada tubuh manusia.

Dengan memanfaatkan pertahanan alami yang sudah dirancang oleh alam selama lebih dari 50 juta tahun evolusi, para ilmuwan kini optimis dapat memproduksi penawar “bisa” berbahan dasar buatan laboratorium (rekombinan). 

Metode baru ini dinilai jauh lebih aman, konsisten, berbiaya murah, dan sanggup diproduksi massal dalam jumlah sangat besar.

Sebagai langkah awal, penawar racun generasi baru berbasis bahan alami ini diperkirakan akan diterapkan terlebih dahulu untuk pengobatan di dunia kedokteran hewan sebelum nantinya dikembangkan lebih lanjut untuk menyelamatkan jiwa manusia.

Kontributor : Muhammad Ikhwan Nur Ariyansyah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peneliti Temukan Antivenom Baru Penangkal 17 Ular Mematikan

Peneliti Temukan Antivenom Baru Penangkal 17 Ular Mematikan

Tekno | Kamis, 30 Oktober 2025 | 21:05 WIB

Dua Orang di Banjarmasin Tewas Gara-Gara Mabuk Kecubung, Adakah Penawarnya?

Dua Orang di Banjarmasin Tewas Gara-Gara Mabuk Kecubung, Adakah Penawarnya?

Health | Jum'at, 12 Juli 2024 | 11:43 WIB

5 Ciri-ciri Ular Berbisa, Apakah Weling Termasuk Salah Satunya?

5 Ciri-ciri Ular Berbisa, Apakah Weling Termasuk Salah Satunya?

Lifestyle | Selasa, 14 Mei 2024 | 14:54 WIB

Terkini

Cara Mencuci Baju yang Terkena Najis dengan Mesin Cuci, Hati-Hati agar Sah Buat Salat Lagi

Cara Mencuci Baju yang Terkena Najis dengan Mesin Cuci, Hati-Hati agar Sah Buat Salat Lagi

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:07 WIB

Sukabumi Rawan Keracunan Pangan, Dinkes Minta Dapur MBG Perketat Pengawasan

Sukabumi Rawan Keracunan Pangan, Dinkes Minta Dapur MBG Perketat Pengawasan

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:05 WIB

Malaysia dan Singapura Protes Keras Asap Karhutla dari RI, Ini Respons Dasco

Malaysia dan Singapura Protes Keras Asap Karhutla dari RI, Ini Respons Dasco

Video | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:05 WIB

Detik-detik Honda CR-V Membara di Tol Jomo: Pengemudi 61 Tahun Lolos dari Kepungan Api

Detik-detik Honda CR-V Membara di Tol Jomo: Pengemudi 61 Tahun Lolos dari Kepungan Api

Jatim | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:02 WIB

520 Hari Tanpa Laga Resmi, Mees Hilgers Ungkap Perjalanan Berat Sebelum Comeback

520 Hari Tanpa Laga Resmi, Mees Hilgers Ungkap Perjalanan Berat Sebelum Comeback

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:02 WIB

Review Masterplan: Suguhkan Aksi Pencurian Lukisan Mona Lisa Paling Seru!

Review Masterplan: Suguhkan Aksi Pencurian Lukisan Mona Lisa Paling Seru!

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Eks Bomber Klub Italia: Timnas Indonesia Jangan Takut dengan Jepang di Piala Asia 2027

Eks Bomber Klub Italia: Timnas Indonesia Jangan Takut dengan Jepang di Piala Asia 2027

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:56 WIB

Potret Harley-Davidson Murah Bocor: Intip Wujud Sprint 440 Bergaya Cruiser Klasik

Potret Harley-Davidson Murah Bocor: Intip Wujud Sprint 440 Bergaya Cruiser Klasik

Otomotif | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:54 WIB

Mendagri Dorong Pemda Papua Pegunungan Laksanakan Program Perumahan Sesuai Aturan

Mendagri Dorong Pemda Papua Pegunungan Laksanakan Program Perumahan Sesuai Aturan

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:54 WIB

KRAS Kucurkan 350 Juta Dolar AS untuk Produksi Stainless Steel Slab

KRAS Kucurkan 350 Juta Dolar AS untuk Produksi Stainless Steel Slab

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:52 WIB

×