Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.720.000
Beli Rp2.590.000
IHSG 6.254,966
LQ45 624,682
Srikehati 305,457
JII 377,425
USD/IDR 17.715

IHSG Bangkit di Tengah Ketidakpastian Global, Sucor Sekuritas: Peluang ke 6.700 Masih Terbuka

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 17 Juni 2026 | 07:39 WIB
IHSG Bangkit di Tengah Ketidakpastian Global, Sucor Sekuritas: Peluang ke 6.700 Masih Terbuka
Pengunjung melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jakarta, Jumat (10/4/2026). Pada sesi pembukaan perdagangan Jumat (10/4) pagi, IHSG naik 44,921 poin (0,61 persen) ke level 7.352,510 pada hari pertama penerapan kebijakan Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym].
  • IHSG tembus 6.000, Sucor prediksi masih berpeluang menuju 6.700.
  • Tekanan pasar dinilai lebih karena krisis kepercayaan, bukan fundamental.
  • Sektor komoditas menarik, investor diminta selektif di saham bank.

Suara.com - Di tengah berbagai tekanan global mulai dari konflik geopolitik di Timur Tengah, kenaikan suku bunga Bank Sentral Eropa (ECB), hingga ketidakpastian arah kebijakan moneter Amerika Serikat (AS), pasar keuangan Indonesia justru menunjukkan daya tahan yang cukup kuat.

Pada perdagangan Jumat (12/6/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 2,07% ke level 6.007,62. Sementara itu, nilai tukar rupiah juga terapresiasi 0,61% ke posisi Rp 17.865 per dolar AS.

Penguatan tersebut menjadi sinyal positif di tengah masih tingginya ketidakpastian yang membayangi pasar global. Kondisi ini menjadi salah satu topik utama yang dibahas dalam acara Stock Idea Series bertajuk "Kapan Krisis Berakhir? Membaca Sinyal Pasar Saat Semua Orang Takut" yang digelar Sucor Sekuritas.

Senior Technical Analyst Sucor Sekuritas, Reyhan Pratama, mengatakan secara teknikal IHSG masih memiliki ruang penguatan menuju level 6.700 dalam beberapa bulan mendatang. Meski demikian, investor tetap perlu mewaspadai potensi koreksi jangka pendek setelah reli yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

"Area 6.000 saat ini menjadi resistance psikologis yang penting untuk diperhatikan investor. Sementara support kuat IHSG berada di sekitar level 5.512. Selama area support tersebut masih terjaga, peluang penguatan lanjutan masih cukup terbuka," ujar Reyhan.

Menurut dia, sektor komoditas masih menjadi salah satu sektor yang menarik untuk dicermati di tengah dinamika global saat ini. Sebaliknya, investor disarankan lebih selektif pada saham-saham perbankan karena sebagian emiten besar sudah mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan.

Di sisi lain, Financial Educator Manager Sucor Sekuritas Hendry Wijaya menilai tekanan yang terjadi di pasar saham Indonesia lebih mencerminkan krisis kepercayaan dibandingkan krisis fundamental ekonomi.

Ia menjelaskan sejumlah sentimen negatif seperti penurunan outlook rating Indonesia, potensi perubahan status Indonesia dalam indeks global, hingga ketidakpastian ekonomi dunia sempat membebani pergerakan pasar dalam beberapa bulan terakhir.

Namun demikian, Hendry melihat sejumlah indikator mulai menunjukkan perbaikan. Bank Indonesia dinilai cukup agresif menjaga stabilitas rupiah melalui kebijakan suku bunga, sementara pemerintah terus menunjukkan komitmen menjaga disiplin fiskal.

"Valuasi pasar saham Indonesia saat ini juga sudah mencerminkan sebagian besar risiko yang selama ini menjadi perhatian investor," kata Hendry.

Menurutnya, investor perlu mencermati sejumlah indikator penting dalam beberapa waktu ke depan, mulai dari stabilitas nilai tukar rupiah, pergerakan yield Surat Berharga Negara (SBN), arus dana asing, hingga kemampuan IHSG bertahan dari berbagai sentimen negatif tanpa mencetak level terendah baru.

Secara historis, kombinasi indikator tersebut kerap menjadi sinyal awal dimulainya fase pemulihan pasar yang lebih berkelanjutan.

Sementara itu, CEO Sucor Sekuritas Bernadus Wijaya menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mendampingi investor melalui berbagai program edukasi dan pengembangan platform investasi SPOT by Sucor Sekuritas.

Melalui jargon #SPOTSahabatSejatiTrader, Bernadus mengatakan investor membutuhkan lebih dari sekadar aplikasi transaksi. Menurutnya, investor juga memerlukan akses terhadap riset, analisis, komunitas, serta edukasi agar mampu mengambil keputusan investasi secara lebih terukur.

"#SPOTSahabatSejatiTrader bukan sekadar slogan. Ini adalah komitmen kami untuk selalu hadir bersama investor, baik ketika pasar sedang optimistis maupun saat pasar sedang penuh tantangan," ujar Bernadus.

Ia berharap ekosistem investasi yang dibangun melalui berbagai fitur dan program edukasi dapat membantu investor menemukan peluang, mengelola risiko, serta menghadapi dinamika pasar modal yang terus berubah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Dunia Anjlok Usai AS-Iran Sepakati Perdamaian, Bursa Saham Global Menguat

Harga Minyak Dunia Anjlok Usai AS-Iran Sepakati Perdamaian, Bursa Saham Global Menguat

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 07:56 WIB

Obral Pamer Danantara, Global Bond Laris Manis

Obral Pamer Danantara, Global Bond Laris Manis

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 19:12 WIB

CEO Danantara Sebut Pelemahan IHSG 'Berkah' bagi Investor

CEO Danantara Sebut Pelemahan IHSG 'Berkah' bagi Investor

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 19:08 WIB

Terkini

OJK Pastikan Operasional KoinP2P Tetap Berjalan, Akseleran Fokus Selesaikan Pendanaan Bermasalah

OJK Pastikan Operasional KoinP2P Tetap Berjalan, Akseleran Fokus Selesaikan Pendanaan Bermasalah

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 07:22 WIB

Bank Mandiri Gelar Mandiri Jogja Marathon 2026 dan Program Mandiri Sahabat Desa di 28 Desa

Bank Mandiri Gelar Mandiri Jogja Marathon 2026 dan Program Mandiri Sahabat Desa di 28 Desa

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 16:06 WIB

Revisi UU Hak Cipta Bikin Biaya Operasional Usaha Makin Mahal? Ini Kata Pakar

Revisi UU Hak Cipta Bikin Biaya Operasional Usaha Makin Mahal? Ini Kata Pakar

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 16:00 WIB

BSI Catat DPK Rp382 Triliun, Percepat Ekspansi Global Lewat Dubai dan Siapkan Cabang di Arab Saudi

BSI Catat DPK Rp382 Triliun, Percepat Ekspansi Global Lewat Dubai dan Siapkan Cabang di Arab Saudi

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 13:59 WIB

BRI Perkuat Digitalisasi, BRILink Agen Berpeluang Dapat Emas Gratis

BRI Perkuat Digitalisasi, BRILink Agen Berpeluang Dapat Emas Gratis

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:38 WIB

Nasib Dana Investor DSI Terjawab, OJK dan LPSK Kawal Restitusi Ribuan Korban

Nasib Dana Investor DSI Terjawab, OJK dan LPSK Kawal Restitusi Ribuan Korban

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:25 WIB

IMF Peringatkan Risiko Ekonomi Negara Berkembang di Asia

IMF Peringatkan Risiko Ekonomi Negara Berkembang di Asia

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:56 WIB

Pengguna Livin by Mandiri Tembus 40,3 Juta, Transaksi Digital Capai Rp2.083 Triliun hingga Mei 2026

Pengguna Livin by Mandiri Tembus 40,3 Juta, Transaksi Digital Capai Rp2.083 Triliun hingga Mei 2026

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:36 WIB

Rupiah Menuju Rp17.500, Pengamat: Sentimen Positif Pengetatan Anggaran MBG dan KDMP

Rupiah Menuju Rp17.500, Pengamat: Sentimen Positif Pengetatan Anggaran MBG dan KDMP

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:17 WIB

Bahlil Ajukan Anggaran Rp 27,33 Triliun untuk ESDM, Disebut untuk Jaringan Gas Warga

Bahlil Ajukan Anggaran Rp 27,33 Triliun untuk ESDM, Disebut untuk Jaringan Gas Warga

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:00 WIB