- Mulai 1 Juli 2026, agen asuransi wajib bersertifikasi; targetnya 100 ribu dari 225 ribu agen tersertifikasi tahun ini untuk meningkatkan profesionalisme dan kualitas layanan.
- Agen tersertifikasi akan memiliki barcode verifikasi, sehingga masyarakat dapat mengecek kredibilitas mereka melalui website perusahaan asuransi.
- MDRT Day by MCC Indonesia 2026 mengusung tema “The Unshakable”, mendorong agen asuransi tetap tangguh menghadapi tantangan ekonomi dan terus meningkatkan kompetensi sebagai penasihat keuangan.
Suara.com - Mulai 1 Juli 2026, tenaga pemasar asuransi di Indonesia diwajibkan untuk bersertifikasi. Hal ini bagian dari upaya Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) untuk meningkatkan profesionalisme tenaga asuransi jiwa di Indonesia.
"Saat ini, kita memiliki 225 ribu agen yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan kewajiban sertfikasi ini, maka paling tidak, 100 ribu agen sudah harus tersertifikasi tahun ini," ujar Executive Director AAJI, Emira E Oepangat, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Adapun tujuan sertifikasi ini adalah agar tenaga pemasar asuransi di Indonesia mampu memberikan panduan yang tepat bagi masyarakat Indonesia terkait hal-hal yang bersangkutan dengan informasi asuransi.
Emira menyebut, nantinya tenaga pemasar yang sudah tersertifikasi akan memiliki barcode pada kartu namanya, sehingga masyarakat bisa mengeceknya di website perusahaan asuransi yang bersangkutan.
Pernyataannya ini disebutkan dalam konferensi pers penyelenggaraan MDRT Day by MCC Indonesia 2026, yang akan berlangsung di The Kasablanka Hall Jakarta, pada 15 Juli 2026.
Akhir-akhir ini masyarakat dunia, termasuk Indonesia, menghadapi berbagai tantangan ekonomi yang cukup berat, mulai dari ketidakpastian ekonomi global, konflik geopolitik, perlambatan perdagangan dunia turut memberikan dampak terhadap investasi, lapangankerja, dan stabilitas ekonomi domestik.
Di Indonesia saat ini nilai mata uang rupiah terhadap dolar Amerika terus mengalami tekanan besar, bahkan sempat menyentuh angka terendah sepanjang sejarah.
Harga kebutuhan pokok pun mulai merambat naik. Kondisi ekonomi seperti ini menyebabkan banyak orang menjadi lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan keuangan.
Jika dianalogikan kondisi perekonomian saat ini seperti lautan lepas yang tengah diterjang badai. Tantangan tersebut tentunya harus dihadapi oleh seseorang yang berprofesi sebagai agen asuransi.
Tidak ubahnya seperti seorang pelaut yang sedang bertugas di samudera yang luas, kehidupan seorang agen asuransi juga penuh dinamika dan pasang surut.
Ada kalanya laut begitu tenang dan berangin, sehingga layar bisa terbentang indah menuju tujuan. Tapi ada saatnya juga, badai datang tiba-tiba tanpa peringatan, ombak tinggi menyapu, dan kompas pun seperti kehilangan arah.
Pada saat itulah, seorang pelaut sejati menunjukkan jati dirinya. Ia tidak berhenti berlayar karena badai datang, namun justru badai itulah yang menguji arah, tekad, dan keberaniannya.
Itulah makna yang tak tergoyahkan, atau istilah yang relevan, ”The Unshakable”.
Filosofi ”The Unshakable” sendiri diungkapkan oleh Lisa, Committee Chair MDRT Day by MCC Indonesia 2026.
Yang dimaksud bukan berarti tidak pernah takut, tidak pernah goyah, atau tidak pernah gagal, melainkan "The Unshakable" di sini memiliki makna tetap berdiri tegak ketika semuanya berguncang.