Ekspor Sawit Terancam Mandek, Pengusaha Wanti-wanti Layanan DSI

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 19 Juni 2026 | 08:09 WIB
Ekspor Sawit Terancam Mandek, Pengusaha Wanti-wanti Layanan DSI
Sejumlah pekerja mengangkat buah kelapa sawit di Kabupaten Siak, Selasa (26/5/2026). [Ist]
baca 10 detik
  • GAPKI meminta pemerintah memastikan kesiapan PT Danantara Sumberdaya Investama sebelum mengambil peran dalam aktivitas ekspor komoditas sawit nasional.
  • Pelaku usaha mengkhawatirkan penurunan kecepatan layanan dan transaksi ekspor yang berpotensi merugikan kontrak dengan para pembeli internasional.
  • Pemerintah perlu menguji sistem dan kesiapan operasional PT DSI selama masa transisi agar tidak mengganggu rantai pasok sawit.

Suara.com - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mengingatkan pemerintah agar memastikan kesiapan PT Danantara Sumberdaya Investama (DSI) sebelum perusahaan tersebut mengambil peran lebih besar dalam aktivitas ekspor komoditas strategis.

Ketua Umum GAPKI Eddy Martono mengatakan pelaku usaha tidak mempermasalahkan pembentukan PT DSI. Namun, pengusaha masih ragu kemampuan perusahaan tersebut dalam menjaga kecepatan layanan dan kelancaran transaksi ekspor yang selama ini berjalan.

Menurut dia, faktor kecepatan sangat penting dalam perdagangan minyak sawit karena berkaitan langsung dengan kebutuhan pembeli atau buyer dan pelaksanaan kontrak yang telah disepakati sebelumnya.

BPI Danantara. [Suara.com/Achmad Fauzi].
BPI Danantara. [Suara.com/Achmad Fauzi].

"Tapi kan dari segi lain kan nanti mesti dilihat kira-kira buyer bagaimana, kecepatan PT DSI bagaimana. Kan mesti banyak faktor kan. Kecepatan memutuskan, kecepatan misalnya ada pesanan seperti apa kan gitu," ujar Eddy kepada Suara.com, Kamis (18/6/2026).

Ia mengingatkan jangan sampai perubahan mekanisme ekspor justru membuat proses bisnis menjadi lebih lambat. Kondisi tersebut, jelas Eddy, berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan di kalangan pembeli internasional yang selama ini terbiasa dengan proses transaksi yang cepat.

"Itu jadi kan jangan sampai buyer nanti misalnya, 'Wah, kok jadi lambat nih,' nah nah kan bisa begitu," imbuhnya.

Karena itu, Eddy menilai masa transisi yang sedang berjalan harus dimanfaatkan untuk menguji kesiapan sistem, sumber daya manusia, dan proses bisnis yang akan dijalankan PT DSI sebelum kebijakan diterapkan secara penuh.

Menurut dia, pemerintah juga perlu melihat secara detail dampak implementasi kebijakan terhadap rantai pasok industri sawit yang memiliki karakteristik berbeda dengan sektor lainnya.

Eddy menjelaskan produksi sawit tidak bisa dihentikan begitu saja ketika terjadi hambatan di hilir. Buah sawit harus terus dipanen dan diolah karena memiliki masa simpan yang terbatas.

baca juga

"Nah itu harus dalam perjalanan ini makanya saya bilang belum tentu. Kita lihat nanti dalam perjalanan ini sistemnya bagaimana, terus kemudian kesiapan personelnya bagaimana. Apa semua itu harus, harus betul-betul detail dilihat. Jangan sampai nanti justru yang dirugikan semua, bukan hanya ini, negara dirugikan, masyarakat juga dirugikan, petani. Semua lah kalau, kalau macet semuanya kan dirugikan," katanya.

Meski demikian, GAPKI menegaskan tidak menolak keberadaan PT DSI. Organisasi tersebut mendukung langkah pemerintah meningkatkan transparansi ekspor selama implementasinya dilakukan secara hati-hati dan melibatkan pelaku usaha.

"Tapi mudah-mudahan tidak terjadi. Kenapa? Karena mereka, mereka mau ini, kerja sama. Jadi saya rasa kalau mereka mau kerja sama tidak ada masalah gitu loh," pungkas Eddy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sistem PT DSI Belum Teruji, Pelaku Usaha Batu Bara Cemas Jelang Evaluasi Perdana

Sistem PT DSI Belum Teruji, Pelaku Usaha Batu Bara Cemas Jelang Evaluasi Perdana

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:10 WIB

Bos Baru Danantara dari WNA Tuai Polemik, Pakar: Yang Penting Kompeten, Bukan Paspor

Bos Baru Danantara dari WNA Tuai Polemik, Pakar: Yang Penting Kompeten, Bukan Paspor

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 18:15 WIB

Danantara Pegang Kendali Ekspor Sawit, Pemerintah Ubah Total Tata Kelola CPO Nasional

Danantara Pegang Kendali Ekspor Sawit, Pemerintah Ubah Total Tata Kelola CPO Nasional

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 17:25 WIB

Terkini

30 Tahun Berlalu, Penyintas Kudatuli Minta Komnas HAM Usut Dugaan Penyiksaan

30 Tahun Berlalu, Penyintas Kudatuli Minta Komnas HAM Usut Dugaan Penyiksaan

Jatim | Senin, 21 September 2026 | 19:43 WIB

Gus Ipul Kembali Temui Warga Demo di Kemensos, 406 Keluarga Bakal Diproses Dapat Bansos

Gus Ipul Kembali Temui Warga Demo di Kemensos, 406 Keluarga Bakal Diproses Dapat Bansos

News | Senin, 21 September 2026 | 19:43 WIB

Ketika Negara Melegalkan Prasangka, Mengapa Pembubaran Ibadah Selalu Berulang?

Ketika Negara Melegalkan Prasangka, Mengapa Pembubaran Ibadah Selalu Berulang?

News | Senin, 21 September 2026 | 19:38 WIB

Pemerintah Mau Stop Impor Bensin, Menteri Bahlil: 2027 Dimulai dengan E10

Pemerintah Mau Stop Impor Bensin, Menteri Bahlil: 2027 Dimulai dengan E10

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 19:37 WIB

Duel Berdarah Pengamen di Lamongan, Satu Orang Tewas, Ini Kronologinya

Duel Berdarah Pengamen di Lamongan, Satu Orang Tewas, Ini Kronologinya

Jatim | Senin, 21 September 2026 | 19:37 WIB

Dua Pria Ditangkap Polres Bogor, Produksi 20 Video Porno dan Raup Rp19 Juta

Dua Pria Ditangkap Polres Bogor, Produksi 20 Video Porno dan Raup Rp19 Juta

News | Senin, 21 September 2026 | 19:35 WIB

Bye Jerawat Meradang! 4 Hybrid Sunscreen Heartleaf Kontrol Produksi Sebum

Bye Jerawat Meradang! 4 Hybrid Sunscreen Heartleaf Kontrol Produksi Sebum

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 19:35 WIB

Dean James Kembali ke Timnas Indonesia, Langsung Bidik Trofi FIFA ASEAN Cup 2026

Dean James Kembali ke Timnas Indonesia, Langsung Bidik Trofi FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Senin, 21 September 2026 | 19:34 WIB

KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena

KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena

News | Senin, 21 September 2026 | 19:29 WIB

Beli Rumah Dapat Diskon Rp200 Juta Plus Logam Mulia di BRI Consumer Expo 2026

Beli Rumah Dapat Diskon Rp200 Juta Plus Logam Mulia di BRI Consumer Expo 2026

Bri | Senin, 21 September 2026 | 19:28 WIB

×