Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.699.000
Beli Rp2.575.000
IHSG 6.172,340
LQ45 616,921
Srikehati 300,840
JII 375,650
USD/IDR 17.821

Anak Muda Ramai Investasi tapi Tak Paham Cara Kerjanya, IPOT Ungkap Penyebabnya

Achmad Fauzi

Jum'at, 19 Juni 2026 | 15:16 WIB
Anak Muda Ramai Investasi tapi Tak Paham Cara Kerjanya, IPOT Ungkap Penyebabnya
Ilustrasi trading saham. [ist].
baca 10 detik
  • PT Indo Premier Sekuritas mencatat kesenjangan literasi keuangan sebesar 16,74 persen pada investor muda akibat perilaku investasi ikut-ikutan.
  • Faktor utama fenomena ini meliputi kemudahan akses digital, pengaruh lingkungan pergaulan, serta konsumsi konten edukasi singkat yang kurang mendalam.
  • IPOT mengedukasi generasi muda melalui ajang Kapolda Jateng Cup 2026 di Surakarta guna meningkatkan kompetensi finansial dan manajemen risiko.

Suara.com - Minat generasi muda terhadap investasi terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Namun, di balik pertumbuhan jumlah investor tersebut, PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) melihat adanya fenomena yang patut menjadi perhatian, yakni banyak anak muda yang mulai berinvestasi tanpa memahami risiko maupun cara kerja produk keuangan yang mereka gunakan.

President Director & CEO PT Indo Premier Sekuritas Moleonoto The menyebut fenomena tersebut sebagai Joining Without the Understanding atau ikut-ikutan tanpa pemahaman yang memadai.

Kondisi ini kerap dikaitkan dengan perilaku fear of missing out (FOMO) yang masih banyak ditemukan di kalangan investor muda.

Berdasarkan data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, tingkat inklusi keuangan kelompok usia 18-25 tahun telah mencapai 89,96 persen.

Ilustrasi trading saham. [Dok IPOT].
Ilustrasi trading saham. [Dok IPOT].

Namun, tingkat literasi keuangannya baru berada di level 73,22 persen. Artinya, terdapat kesenjangan sebesar 16,74 poin persentase yang menunjukkan masih banyak anak muda menggunakan produk keuangan tanpa memahami risiko dan mekanisme kerjanya.

Menurut Moleonoto, ada empat faktor utama yang menyebabkan kondisi tersebut terjadi.

Pertama, proses pembukaan rekening investasi yang semakin mudah dan serba digital membuat calon investor kehilangan momentum untuk mempelajari instrumen investasi secara mendalam sebelum mulai bertransaksi.

Kedua, keputusan investasi yang didorong oleh rekomendasi teman atau lingkungan pergaulan tanpa dibarengi transfer pengetahuan yang memadai mengenai fundamental investasi.

Ketiga, adanya orientasi industri yang lebih menitikberatkan pada pertumbuhan jumlah pembukaan rekening baru dibandingkan peningkatan kompetensi investor dalam jangka panjang.

baca juga

Keempat, fenomena yang disebutnya sebagai TikTok-fication, yakni kebiasaan mengonsumsi konten edukasi singkat yang menciptakan ilusi pemahaman tanpa pembelajaran yang benar-benar mendalam.

Menurut dia, kondisi tersebut membuat pertumbuhan partisipasi investasi jauh lebih cepat dibandingkan peningkatan literasi keuangan masyarakat.

"Komunitas esports memiliki banyak karakteristik yang dibutuhkan dalam dunia investasi, seperti disiplin, fokus, dan kemampuan membaca strategi. Melalui Kapolda Jateng Cup 2026, kami ingin membantu generasi muda mengubah kemampuan tersebut menjadi kompetensi finansial yang relevan untuk masa depan," ujar Moleonoto.

IPOT menilai kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius mengingat masih banyak anak muda yang masuk ke dunia investasi hanya karena mengikuti tren di media sosial atau ajakan lingkungan sekitar tanpa memahami risiko yang melekat pada setiap instrumen investasi.

Sebagai respons atas fenomena tersebut, IPOT menggandeng komunitas esports melalui ajang Kapolda Jateng Cup 2026 yang digelar di De Tjolomadoe, Surakarta. Dalam kegiatan tersebut, perusahaan menghadirkan program edukasi "Cerdas Finansial Bersama IPOT" yang menggabungkan literasi keuangan, teknologi kecerdasan buatan (AI), serta pengenalan investasi kepada generasi muda.

Selain menggelar kelas edukasi finansial, IPOT juga menyediakan konsultasi langsung dengan penasihat keuangan berlisensi untuk membantu peserta memahami pengelolaan keuangan dan investasi yang aman.

Melalui pendekatan tersebut, IPOT berharap semakin banyak anak muda yang tidak hanya menjadi pengguna produk keuangan, tetapi juga memahami prinsip dasar investasi, manajemen risiko, dan perencanaan keuangan jangka panjang.

Perusahaan yang mengelola dana nasabah sekitar Rp312 triliun tersebut juga menargetkan lahirnya generasi investor yang lebih cerdas, disiplin, dan mampu memanfaatkan teknologi secara bijak untuk mendukung kemandirian finansial di masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Meski Pasar Saham RI Tak turun Kelas, Investor Asing Tetap Bawa Kabur Rp1,39 T

Meski Pasar Saham RI Tak turun Kelas, Investor Asing Tetap Bawa Kabur Rp1,39 T

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 14:29 WIB

Dibuka Melemah, IHSG Langsung Gacor Setelah Pengumuman MSCI

Dibuka Melemah, IHSG Langsung Gacor Setelah Pengumuman MSCI

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 09:16 WIB

MSCI Bongkar Borok Bursa RI di Mata Investor Global, Informasi Saham Tidak Selalu Berbahasa Inggris

MSCI Bongkar Borok Bursa RI di Mata Investor Global, Informasi Saham Tidak Selalu Berbahasa Inggris

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 08:16 WIB

Terkini

Punya Nahkoda Baru, Eks Direksi Telkom Budi Setyawan Jadi Bos Pelni

Punya Nahkoda Baru, Eks Direksi Telkom Budi Setyawan Jadi Bos Pelni

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 15:11 WIB

Ancaman PHK Meningkat, Pendaftaran Program Indonesia Pintar Ikut Melonjak

Ancaman PHK Meningkat, Pendaftaran Program Indonesia Pintar Ikut Melonjak

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 14:41 WIB

Tak Hanya Kelola Kebun, Emiten TAPG Juga Investasi SDM

Tak Hanya Kelola Kebun, Emiten TAPG Juga Investasi SDM

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 14:36 WIB

Meski Pasar Saham RI Tak turun Kelas, Investor Asing Tetap Bawa Kabur Rp1,39 T

Meski Pasar Saham RI Tak turun Kelas, Investor Asing Tetap Bawa Kabur Rp1,39 T

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 14:29 WIB

Jelang RUPST, MDKA Usulkan Perombakan Direksi Besar-Besaran

Jelang RUPST, MDKA Usulkan Perombakan Direksi Besar-Besaran

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 14:12 WIB

OJK Respons Kritik MSCI, Pasar Modal RI Dinilai Tetap Kompetitif

OJK Respons Kritik MSCI, Pasar Modal RI Dinilai Tetap Kompetitif

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:26 WIB

Kerugian Negara Rp1,4 Triliun Pulih, Kejati Tegaskan Bank Bersih dari Aliran Dana Ilegal

Kerugian Negara Rp1,4 Triliun Pulih, Kejati Tegaskan Bank Bersih dari Aliran Dana Ilegal

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:03 WIB

BI Rate Naik 5,75 Persen! Airlangga Minta Himbara Tak Buru-buru Kerek Bunga Pinjaman

BI Rate Naik 5,75 Persen! Airlangga Minta Himbara Tak Buru-buru Kerek Bunga Pinjaman

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 12:45 WIB

Saham MARK Dilirik Investor, Kapasitas Produksi Terisi Penuh dan Dividen Melimpah

Saham MARK Dilirik Investor, Kapasitas Produksi Terisi Penuh dan Dividen Melimpah

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:46 WIB

Berlaku 1 Juli, Ekonom Ingatkan B50 Wajib Jaga Aspek Lingkungan

Berlaku 1 Juli, Ekonom Ingatkan B50 Wajib Jaga Aspek Lingkungan

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:36 WIB