Anak Muda Ramai Investasi tapi Tak Paham Cara Kerjanya, IPOT Ungkap Penyebabnya

Achmad Fauzi

Jum'at, 19 Juni 2026 | 15:16 WIB
Anak Muda Ramai Investasi tapi Tak Paham Cara Kerjanya, IPOT Ungkap Penyebabnya
Ilustrasi trading saham. [ist].
baca 10 detik
  • PT Indo Premier Sekuritas mencatat kesenjangan literasi keuangan sebesar 16,74 persen pada investor muda akibat perilaku investasi ikut-ikutan.
  • Faktor utama fenomena ini meliputi kemudahan akses digital, pengaruh lingkungan pergaulan, serta konsumsi konten edukasi singkat yang kurang mendalam.
  • IPOT mengedukasi generasi muda melalui ajang Kapolda Jateng Cup 2026 di Surakarta guna meningkatkan kompetensi finansial dan manajemen risiko.

Suara.com - Minat generasi muda terhadap investasi terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Namun, di balik pertumbuhan jumlah investor tersebut, PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) melihat adanya fenomena yang patut menjadi perhatian, yakni banyak anak muda yang mulai berinvestasi tanpa memahami risiko maupun cara kerja produk keuangan yang mereka gunakan.

President Director & CEO PT Indo Premier Sekuritas Moleonoto The menyebut fenomena tersebut sebagai Joining Without the Understanding atau ikut-ikutan tanpa pemahaman yang memadai.

Kondisi ini kerap dikaitkan dengan perilaku fear of missing out (FOMO) yang masih banyak ditemukan di kalangan investor muda.

Berdasarkan data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, tingkat inklusi keuangan kelompok usia 18-25 tahun telah mencapai 89,96 persen.

Ilustrasi trading saham. [Dok IPOT].
Ilustrasi trading saham. [Dok IPOT].

Namun, tingkat literasi keuangannya baru berada di level 73,22 persen. Artinya, terdapat kesenjangan sebesar 16,74 poin persentase yang menunjukkan masih banyak anak muda menggunakan produk keuangan tanpa memahami risiko dan mekanisme kerjanya.

Menurut Moleonoto, ada empat faktor utama yang menyebabkan kondisi tersebut terjadi.

Pertama, proses pembukaan rekening investasi yang semakin mudah dan serba digital membuat calon investor kehilangan momentum untuk mempelajari instrumen investasi secara mendalam sebelum mulai bertransaksi.

Kedua, keputusan investasi yang didorong oleh rekomendasi teman atau lingkungan pergaulan tanpa dibarengi transfer pengetahuan yang memadai mengenai fundamental investasi.

Ketiga, adanya orientasi industri yang lebih menitikberatkan pada pertumbuhan jumlah pembukaan rekening baru dibandingkan peningkatan kompetensi investor dalam jangka panjang.

baca juga

Keempat, fenomena yang disebutnya sebagai TikTok-fication, yakni kebiasaan mengonsumsi konten edukasi singkat yang menciptakan ilusi pemahaman tanpa pembelajaran yang benar-benar mendalam.

Menurut dia, kondisi tersebut membuat pertumbuhan partisipasi investasi jauh lebih cepat dibandingkan peningkatan literasi keuangan masyarakat.

"Komunitas esports memiliki banyak karakteristik yang dibutuhkan dalam dunia investasi, seperti disiplin, fokus, dan kemampuan membaca strategi. Melalui Kapolda Jateng Cup 2026, kami ingin membantu generasi muda mengubah kemampuan tersebut menjadi kompetensi finansial yang relevan untuk masa depan," ujar Moleonoto.

IPOT menilai kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius mengingat masih banyak anak muda yang masuk ke dunia investasi hanya karena mengikuti tren di media sosial atau ajakan lingkungan sekitar tanpa memahami risiko yang melekat pada setiap instrumen investasi.

Sebagai respons atas fenomena tersebut, IPOT menggandeng komunitas esports melalui ajang Kapolda Jateng Cup 2026 yang digelar di De Tjolomadoe, Surakarta. Dalam kegiatan tersebut, perusahaan menghadirkan program edukasi "Cerdas Finansial Bersama IPOT" yang menggabungkan literasi keuangan, teknologi kecerdasan buatan (AI), serta pengenalan investasi kepada generasi muda.

Selain menggelar kelas edukasi finansial, IPOT juga menyediakan konsultasi langsung dengan penasihat keuangan berlisensi untuk membantu peserta memahami pengelolaan keuangan dan investasi yang aman.

Melalui pendekatan tersebut, IPOT berharap semakin banyak anak muda yang tidak hanya menjadi pengguna produk keuangan, tetapi juga memahami prinsip dasar investasi, manajemen risiko, dan perencanaan keuangan jangka panjang.

Perusahaan yang mengelola dana nasabah sekitar Rp312 triliun tersebut juga menargetkan lahirnya generasi investor yang lebih cerdas, disiplin, dan mampu memanfaatkan teknologi secara bijak untuk mendukung kemandirian finansial di masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Meski Pasar Saham RI Tak turun Kelas, Investor Asing Tetap Bawa Kabur Rp1,39 T

Meski Pasar Saham RI Tak turun Kelas, Investor Asing Tetap Bawa Kabur Rp1,39 T

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 14:29 WIB

Dibuka Melemah, IHSG Langsung Gacor Setelah Pengumuman MSCI

Dibuka Melemah, IHSG Langsung Gacor Setelah Pengumuman MSCI

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 09:16 WIB

MSCI Bongkar Borok Bursa RI di Mata Investor Global, Informasi Saham Tidak Selalu Berbahasa Inggris

MSCI Bongkar Borok Bursa RI di Mata Investor Global, Informasi Saham Tidak Selalu Berbahasa Inggris

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 08:16 WIB

Terkini

98 Resolution Network Kirim Ratusan Tenda dan Bantuan Pendidikan ke Lokasi Gempa NTT

98 Resolution Network Kirim Ratusan Tenda dan Bantuan Pendidikan ke Lokasi Gempa NTT

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:32 WIB

Denny Indrayana Tantang Gibran Hadir di Sidang MK soal Keabsahan Cawapres

Denny Indrayana Tantang Gibran Hadir di Sidang MK soal Keabsahan Cawapres

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:18 WIB

Houthi Ultimatum Arab Saudi: Serang Yaman, Bandara Bakal Hancur Lebur

Houthi Ultimatum Arab Saudi: Serang Yaman, Bandara Bakal Hancur Lebur

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:05 WIB

Prabowo Minta Sanksi Pembakar Hutan Masuk Kategori Terorisme Ekologi

Prabowo Minta Sanksi Pembakar Hutan Masuk Kategori Terorisme Ekologi

Video | Minggu, 20 September 2026 | 21:01 WIB

5 Alasan Tarik Tunai di ATM Masih Terasa Merepotkan di Era Digital

5 Alasan Tarik Tunai di ATM Masih Terasa Merepotkan di Era Digital

Jabar | Minggu, 20 September 2026 | 20:58 WIB

Gibran Sentil Pegawai SPPG yang Olok-olok Korban Keracunan MBG: Jangan Bully Anak-anak

Gibran Sentil Pegawai SPPG yang Olok-olok Korban Keracunan MBG: Jangan Bully Anak-anak

News | Minggu, 20 September 2026 | 20:51 WIB

6 Masalah Tarik Tunai Konvensional yang Bikin Orang Beralih ke Dompet Digital

6 Masalah Tarik Tunai Konvensional yang Bikin Orang Beralih ke Dompet Digital

Sulsel | Minggu, 20 September 2026 | 20:48 WIB

5 Masalah Keuangan yang Sering Dialami Wisatawan Indonesia di Luar Negeri

5 Masalah Keuangan yang Sering Dialami Wisatawan Indonesia di Luar Negeri

Jatim | Minggu, 20 September 2026 | 20:33 WIB

Di Hadapan Pemimpin Kota Dunia, Pramono Pamer Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,52 Persen

Di Hadapan Pemimpin Kota Dunia, Pramono Pamer Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,52 Persen

News | Minggu, 20 September 2026 | 20:32 WIB

Startup Digital Purwodadi Bangun Ekosistem Kreatif, Anak Muda Lokal Jadi Motor Penggerak

Startup Digital Purwodadi Bangun Ekosistem Kreatif, Anak Muda Lokal Jadi Motor Penggerak

Tekno | Minggu, 20 September 2026 | 20:30 WIB

×