Bukan Cuma Cegah Abrasi, Inilah Manfaat Mangrove Bagi Keberlanjutan Ekonomi Pesisir

M Nurhadi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55 WIB
Bukan Cuma Cegah Abrasi, Inilah Manfaat Mangrove Bagi Keberlanjutan Ekonomi Pesisir
Ilustrasi penanaman mangrove di pesisir untuk mencaga ekonomi masyarakat [Suara.com]
baca 10 detik
  • PT Santos Jaya Abadi menanam 2.500 bibit mangrove di pesisir Semarang pada 12 Juni 2026 bersama kelompok tani setempat.
  • Kegiatan ini bertujuan mencegah abrasi, menyediakan habitat biota laut, serta mendukung target global dalam penanganan perubahan iklim.
  • Perusahaan berkomitmen melakukan pemantauan berkala untuk memastikan pertumbuhan pohon serta mengukur tingkat penyerapan karbon di masa depan.

Suara.com - Reboisasi atau penanaman kembali kawasan hutan yang rusak memegang peranan yang sangat krusial dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan stabilitas iklim global.

Di wilayah pesisir, bentuk reboisasi yang diwujudkan melalui penanaman vegetasi mangrove berfungsi sebagai benteng alami untuk mencegah abrasi pantai, meredam hantaman ombak, serta mencegah intrusi air laut ke daratan.

Selain melindungi pemukiman warga dari ancaman erosi maritim, kawasan hutan mangrove yang rimbun juga menyediakan habitat alami bagi berbagai biota laut untuk berkembang biak.

Dari perspektif ekologi makro, kegiatan reboisasi kawasan pesisir ini menjadi salah satu instrumen paling efektif dalam mereduksi emisi gas rumah kaca.

Pohon mangrove memiliki kemampuan yang sangat tinggi dalam menyerap dan menyimpan karbon dioksida dari atmosfer dalam jumlah besar, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata hutan tropis daratan. 

Sehingga, investasi lingkungan melalui penanaman pohon secara berkelanjutan menjadi langkah mutlak yang harus diambil demi memitigasi dampak buruk perubahan iklim global.

Inisiasi Program Pemulihan Lingkungan di Semarang

Berangkat dari kesadaran terhadap urgensi kelestarian ekosistem tersebut, PT Santos Jaya Abadi selaku salah satu unit bisnis dari Kapal Api Group merealisasikan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan dengan menggelar aksi penanaman mangrove.

Kegiatan penghijauan ini dilaksanakan pada 12 Juni 2026 di kawasan pesisir Semarang, Jawa Tengah. Dalam pelaksanaannya, pihak korporasi menggandeng Kelompok Tani Mangrove setempat sebagai mitra strategis untuk mengelola dan merawat kawasan tersebut.

baca juga

Pada fase perdana ini, terdapat sebanyak 2.500 bibit mangrove yang berhasil ditanam sebagai langkah awal rehabilitasi lingkungan pantai setempat. Program mitigasi ekologi ini dijadwalkan akan terus berlanjut melalui beberapa tahapan penanaman berikutnya di berbagai wilayah lain agar sebaran manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.

Deputy Managing Director PT Santos Jaya Abadi, Vincent Mergonoto, menjelaskan bahwa program penanaman ini merupakan wujud kontribusi jangka panjang perusahaan dalam menciptakan dampak positif bagi alam dan komunitas sosial.

“Keberlanjutan bukan hanya menjadi bagian dari strategi bisnis kami, tetapi juga merupakan tanggung jawab yang kami emban terhadap generasi mendatang. Melalui program penanaman mangrove ini, Kapal Api Group melalui PT Santos Jaya Abadi ingin berkontribusi secara nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir, meningkatkan serapan karbon, serta membangun kolaborasi yang berkelanjutan dengan masyarakat lokal," urai Vincent.

Vincent menambahkan bahwa aksi penanaman 2.500 pohon penahan abrasi ini bukan sekadar seremonial untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Hari Mangrove Sedunia semata.

Langkah konkret di lapangan ini juga dirancang untuk menyokong pencapaian target global dalam Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada poin SDG 13 terkait Penanganan Perubahan Iklim, SDG 14 mengenai Ekosistem Lautan, dan SDG 15 tentang Ekosistem Daratan. Sinergi antara sektor usaha dan kelompok masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam merawat bumi.

Manajemen Kapal Api Group memastikan bahwa komitmen ini tidak berhenti pada fase seremonial penanaman saja. Guna menjamin keberlanjutan jangka panjang, korporasi akan melakukan proses pemantauan dan evaluasi berkala untuk mengukur tingkat kelangsungan hidup serta laju pertumbuhan mangrove yang telah ditanam.

Langkah pengawasan ini berguna bagi perusahaan dalam menghitung nilai riil kontribusi penyerapan karbon serta meminimalkan jejak dampak lingkungan di masa depan secara akurat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Program Mangrove NHM di Kao Berhasil Pulihkan Kawasan Pesisir dan Tingkatkan Ketahanan Lingkungan

Program Mangrove NHM di Kao Berhasil Pulihkan Kawasan Pesisir dan Tingkatkan Ketahanan Lingkungan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:18 WIB

Empat Dekade Dipantau Satelit, Hutan Mangrove Dunia Menunjukkan Tanda-Tanda Pemulihan

Empat Dekade Dipantau Satelit, Hutan Mangrove Dunia Menunjukkan Tanda-Tanda Pemulihan

Lifestyle | Senin, 08 Juni 2026 | 11:27 WIB

13 Wilayah Indonesia Siaga Usai Gempa Besar Filipina

13 Wilayah Indonesia Siaga Usai Gempa Besar Filipina

News | Senin, 08 Juni 2026 | 08:40 WIB

Tanam 1.000 Mangrove di Tanjung Burung, Upaya Nyata Jaga Pesisir Tangerang

Tanam 1.000 Mangrove di Tanjung Burung, Upaya Nyata Jaga Pesisir Tangerang

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 06:00 WIB

Transisi Energi di Laut Janjikan Masa Depan Hijau, Tapi Bagaimana Nasib Masyarakat Pesisir?

Transisi Energi di Laut Janjikan Masa Depan Hijau, Tapi Bagaimana Nasib Masyarakat Pesisir?

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 14:00 WIB

Kenaikan Permukaan Laut Ancam Kemampuan Mangrove Menyimpan Karbon

Kenaikan Permukaan Laut Ancam Kemampuan Mangrove Menyimpan Karbon

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 13:29 WIB

Terkini

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:45 WIB

98 Resolution Network Kirim Ratusan Tenda dan Bantuan Pendidikan ke Lokasi Gempa NTT

98 Resolution Network Kirim Ratusan Tenda dan Bantuan Pendidikan ke Lokasi Gempa NTT

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:32 WIB

Denny Indrayana Tantang Gibran Hadir di Sidang MK soal Keabsahan Cawapres

Denny Indrayana Tantang Gibran Hadir di Sidang MK soal Keabsahan Cawapres

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:18 WIB

Houthi Ultimatum Arab Saudi: Serang Yaman, Bandara Bakal Hancur Lebur

Houthi Ultimatum Arab Saudi: Serang Yaman, Bandara Bakal Hancur Lebur

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:05 WIB

Prabowo Minta Sanksi Pembakar Hutan Masuk Kategori Terorisme Ekologi

Prabowo Minta Sanksi Pembakar Hutan Masuk Kategori Terorisme Ekologi

Video | Minggu, 20 September 2026 | 21:01 WIB

5 Alasan Tarik Tunai di ATM Masih Terasa Merepotkan di Era Digital

5 Alasan Tarik Tunai di ATM Masih Terasa Merepotkan di Era Digital

Jabar | Minggu, 20 September 2026 | 20:58 WIB

Gibran Sentil Pegawai SPPG yang Olok-olok Korban Keracunan MBG: Jangan Bully Anak-anak

Gibran Sentil Pegawai SPPG yang Olok-olok Korban Keracunan MBG: Jangan Bully Anak-anak

News | Minggu, 20 September 2026 | 20:51 WIB

6 Masalah Tarik Tunai Konvensional yang Bikin Orang Beralih ke Dompet Digital

6 Masalah Tarik Tunai Konvensional yang Bikin Orang Beralih ke Dompet Digital

Sulsel | Minggu, 20 September 2026 | 20:48 WIB

5 Masalah Keuangan yang Sering Dialami Wisatawan Indonesia di Luar Negeri

5 Masalah Keuangan yang Sering Dialami Wisatawan Indonesia di Luar Negeri

Jatim | Minggu, 20 September 2026 | 20:33 WIB

Di Hadapan Pemimpin Kota Dunia, Pramono Pamer Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,52 Persen

Di Hadapan Pemimpin Kota Dunia, Pramono Pamer Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,52 Persen

News | Minggu, 20 September 2026 | 20:32 WIB

×