Kenaikan Permukaan Laut Ancam Kemampuan Mangrove Menyimpan Karbon

Bimo Aria Fundrika

Minggu, 07 Juni 2026 | 13:29 WIB
Kenaikan Permukaan Laut Ancam Kemampuan Mangrove Menyimpan Karbon
Potret Ekosisitem Mangrove (Pexels/Jazmin Morales)

Suara.com - Hutan mangrove selama ini dikenal sebagai salah satu benteng alami terpenting dalam menghadapi perubahan iklim. Selain melindungi garis pantai dari abrasi dan gelombang badai, ekosistem pesisir ini juga mampu menyerap dan menyimpan karbon dalam jumlah besar.

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH)(4/6/2026), Indonesia memiliki ekosistem mangrove terbesar di dunia dengan luas mencapai 3.455.628 hektare. Angka tersebut mengacu pada SK Nomor 3438 Tahun 2025 tentang Peta Mangrove Nasional dan mencakup sekitar 20–25 persen dari total luas mangrove dunia.

Namun, benteng alami ini menghadapi ancaman yang semakin serius. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kenaikan permukaan laut dapat mengganggu kemampuan mangrove dalam menyerap dan menyimpan karbon. Dalam kondisi tertentu, mangrove bahkan berpotensi menjadi sumber emisi karbon di masa depan.

Melihat Masa Depan Mangrove melalui Penelitian

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Earth's Future menemukan bahwa hubungan antara kenaikan permukaan laut dan kemampuan mangrove menyimpan karbon ternyata lebih kompleks daripada yang selama ini diperkirakan. Salah satu peneliti dalam studi tersebut, Dr. Arya Iwantoro, menjelaskan bahwa banyak penelitian sebelumnya hanya berfokus pada pengamatan lapangan di lokasi tertentu. Akibatnya, perubahan yang terjadi pada seluruh ekosistem mangrove dalam jangka panjang belum sepenuhnya terlihat.

“Penelitian tentang penyimpanan karbon di hutan mangrove biasanya didasarkan pada pengamatan lapangan, dan studi tersebut menemukan bahwa penyimpanan karbon dapat meningkat seiring naiknya permukaan laut. Namun, hal ini mungkin tidak mengungkapkan gambaran yang lebih luas tentang apa yang terjadi di seluruh hutan secara keseluruhan,” ujar Dr. Arya.

Untuk memahami kondisi tersebut dengan lebih baik, para peneliti mengembangkan model yang menggabungkan pergerakan air dan sedimen, pertumbuhan serta kematian mangrove, hingga proses penyimpanan karbon di dalam tanah. Model ini digunakan untuk memprediksi bagaimana ekosistem mangrove merespons kenaikan permukaan laut dalam jangka panjang.

Mengurangi Kemampuan Mangrove dan Berbalik Menjadi Ancaman

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan permukaan laut pada tahap awal memang dapat meningkatkan penyerapan karbon di beberapa lokasi. Namun, jika berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut justru dapat mengurangi kemampuan mangrove menyimpan karbon secara keseluruhan.

baca juga

Salah satu peneliti dari Universitas Exeter, Luisa Fernanda Gómez Vargas, menjelaskan bahwa kenaikan permukaan laut yang terlalu cepat dapat menyebabkan mangrove mengalami kondisi yang disebut drowning atau tenggelam secara bertahap. Ketika hal itu terjadi, pohon mangrove dapat mati dan karbon yang selama ini tersimpan di dalam tanah berpotensi kembali terlepas ke atmosfer.

“Tumbuhan mangrove sangat terspesialisasi dan membutuhkan durasi genangan air tertentu setiap kali air pasang,” kata Luisa.

Temuan ini menjadi peringatan penting bagi Indonesia yang memiliki kawasan mangrove terluas di dunia. Tanpa upaya perlindungan dan restorasi yang memadai, Indonesia berisiko kehilangan salah satu penyerap karbon alami paling efektif.

Penulis: Natasha Suhendra 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Greenwashing: Saat Produk Ramah Lingkungan Justru Dorong Konsumsi Berlebih

Greenwashing: Saat Produk Ramah Lingkungan Justru Dorong Konsumsi Berlebih

Your Say | Kamis, 04 Juni 2026 | 15:30 WIB

Perempuan, Self-Care, dan Isu Lingkungan: Bisakah Semua Berjalan Bersama?

Perempuan, Self-Care, dan Isu Lingkungan: Bisakah Semua Berjalan Bersama?

Your Say | Kamis, 04 Juni 2026 | 13:20 WIB

Membawa Kehidupan ke Tengah Kota: Cara Sendalu Permaculture Merawat Ekosistem dari Sebidang Kebun

Membawa Kehidupan ke Tengah Kota: Cara Sendalu Permaculture Merawat Ekosistem dari Sebidang Kebun

Lifestyle | Kamis, 04 Juni 2026 | 11:55 WIB

Terkini

Serangan GFS Galaxy, Jalur Dagang Dunia Mencekam Setelah Iran Tutup Paksa Selat Hormuz

Serangan GFS Galaxy, Jalur Dagang Dunia Mencekam Setelah Iran Tutup Paksa Selat Hormuz

News | Senin, 13 Juli 2026 | 09:46 WIB

Penuh Ranjau Politis! Tiga Skenario Berbahaya di Balik Pengalihan Kasus Febrie ke Kejagung

Penuh Ranjau Politis! Tiga Skenario Berbahaya di Balik Pengalihan Kasus Febrie ke Kejagung

News | Senin, 13 Juli 2026 | 09:37 WIB

Sirine Peringatan Bahaya Menggema di Bahrain, AS dan Iran Lagi Saling Serang

Sirine Peringatan Bahaya Menggema di Bahrain, AS dan Iran Lagi Saling Serang

News | Senin, 13 Juli 2026 | 09:13 WIB

Bisa Menang Praperadilan! Mahfud Bongkar Celah Hukum di Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Bisa Menang Praperadilan! Mahfud Bongkar Celah Hukum di Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

News | Senin, 13 Juli 2026 | 09:07 WIB

Korban Jiwa Berjatuhan dari Hujan Bom Amerika Serikat, Lumpuhkan Fasilitas Air Iran

Korban Jiwa Berjatuhan dari Hujan Bom Amerika Serikat, Lumpuhkan Fasilitas Air Iran

News | Senin, 13 Juli 2026 | 08:55 WIB

Maut di Klub Malam Bangkok Tewaskan 27 Orang, Saksi Mata: Terdengar Ledakan Lalu Api Besar

Maut di Klub Malam Bangkok Tewaskan 27 Orang, Saksi Mata: Terdengar Ledakan Lalu Api Besar

News | Senin, 13 Juli 2026 | 08:41 WIB

AS Target 2 Kota Besar di Khuzestan, Jantung Minyak Iran

AS Target 2 Kota Besar di Khuzestan, Jantung Minyak Iran

News | Senin, 13 Juli 2026 | 08:33 WIB

Perang Dimulai Lagi, Amerika Gempur Iran dengan Skala Besar

Perang Dimulai Lagi, Amerika Gempur Iran dengan Skala Besar

News | Senin, 13 Juli 2026 | 08:12 WIB

Tak Bisa Kabur! Eks Jampidsus Febrie Adriansyah dan Don Ritto Dicegah ke Luar Negeri

Tak Bisa Kabur! Eks Jampidsus Febrie Adriansyah dan Don Ritto Dicegah ke Luar Negeri

News | Senin, 13 Juli 2026 | 08:11 WIB

Harga Minyak Dunia Meroket Menyusul Serangan Udara Beruntun Antara Militer AS dan Iran

Harga Minyak Dunia Meroket Menyusul Serangan Udara Beruntun Antara Militer AS dan Iran

News | Senin, 13 Juli 2026 | 07:57 WIB

×