Ancaman Penurunan Tanah Mengintai Pesisir Jakarta, Teknologi Vakum Jadi Andalan Baru Pengembang

Galih Prasetyo

Jum'at, 24 April 2026 | 18:00 WIB
Ancaman Penurunan Tanah Mengintai Pesisir Jakarta, Teknologi Vakum Jadi Andalan Baru Pengembang
Kondisi bangunan rusak dan terendam akibat penurunan tanah di kawasan utara Jakarta. [Dok. Heri Andreas]
baca 10 detik
  • Wilayah pesisir utara Jakarta menghadapi risiko penurunan tanah akibat eksploitasi air tanah serta beban bangunan yang berlebihan.
  • Pengembang di kawasan PIK 2 menerapkan teknologi vakum untuk mempercepat pemadatan tanah melalui pengeluaran air dan udara.
  • Penerapan teknologi tersebut mampu menyingkat durasi pemadatan tanah secara alami dari sepuluh tahun menjadi hanya enam bulan.

Suara.com - Risiko penurunan tanah atau land subsidence masih menjadi tantangan serius di kawasan pesisir, terutama di wilayah utara Jakarta.

Sejumlah studi mencatat laju penurunan tanah bisa mencapai beberapa sentimeter per tahun, dipicu kondisi tanah lunak, eksploitasi air tanah, serta beban bangunan.

Fenomena ini berdampak luas, mulai dari kerusakan infrastruktur hingga meningkatnya risiko banjir.

Di kawasan reklamasi dan pengembangan baru, stabilitas tanah menjadi isu krusial yang harus diantisipasi sejak tahap awal pembangunan.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pengembang mulai mengadopsi teknologi rekayasa tanah yang lebih canggih.

Salah satu metode yang kini digunakan adalah teknologi vakum untuk mempercepat pemadatan tanah hingga ke lapisan dalam.

“Pemadatan tidak cukup hanya di permukaan. Lapisan bawah masih mengandung air dan udara yang bisa memicu penurunan bertahap,” ungkap perwakilan pengembang dalam penjelasannya.

Proses ini diawali dengan pengurugan dan perataan lahan, dilanjutkan pemasangan vertical drain hingga kedalaman sekitar 18 meter.

Saluran tersebut berfungsi mengalirkan air dan udara keluar dari dalam tanah.

baca juga

Selanjutnya, area ditutup dengan membran kedap udara untuk menjaga tekanan vakum tetap stabil.

Pompa kemudian digunakan untuk menyedot kandungan air dan udara, sehingga pori-pori tanah menyusut dan menjadi lebih padat.

Menariknya, air hasil sedotan tidak langsung dibuang, melainkan dimanfaatkan sebagai beban tambahan di atas membran.

Cara ini dinilai mampu mempercepat proses pemadatan secara lebih efektif.

Dengan metode ini, proses yang secara alami bisa memakan waktu hingga 10 tahun diklaim dapat dipersingkat menjadi sekitar enam bulan.

Teknologi tersebut kini diterapkan di kawasan pengembangan seperti PIK 2.

Pendekatan ini diharapkan mampu menekan risiko penurunan tanah di masa depan.

Dengan fondasi yang lebih stabil, pembangunan di kawasan pesisir dinilai dapat berlangsung lebih aman dan berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kebakaran Sampah 2 Hari di Kelapa Gading, DLH DKI Ungkap Dugaan Pemicunya

Kebakaran Sampah 2 Hari di Kelapa Gading, DLH DKI Ungkap Dugaan Pemicunya

News | Jum'at, 24 April 2026 | 18:37 WIB

Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya

Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya

News | Jum'at, 24 April 2026 | 18:03 WIB

Lansia 71 Tahun Gagal Putar Balik, Honda HRV Tabrak Pejalan Kaki hingga Depot Air di Jakbar!

Lansia 71 Tahun Gagal Putar Balik, Honda HRV Tabrak Pejalan Kaki hingga Depot Air di Jakbar!

News | Jum'at, 24 April 2026 | 16:01 WIB

Jakarta Jadi Sering Mati Lampu, ESDM Investigasi Dugaan Kerusakan Gardu PLN, Apa Penyebabnya?

Jakarta Jadi Sering Mati Lampu, ESDM Investigasi Dugaan Kerusakan Gardu PLN, Apa Penyebabnya?

News | Jum'at, 24 April 2026 | 15:41 WIB

Rumor: Klub Raksasa Polandia Tertarik Boyong Dony Tri Pamungkas

Rumor: Klub Raksasa Polandia Tertarik Boyong Dony Tri Pamungkas

Bola | Jum'at, 24 April 2026 | 15:14 WIB

Terkini

Bikin Tabungan Baru Dapat Cashback Langsung dari BRI, Ini Caranya

Bikin Tabungan Baru Dapat Cashback Langsung dari BRI, Ini Caranya

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 20:14 WIB

5 Rekomendasi Night Cream Non-Comedogenic Terbaik, Bebas Jerawat Tanpa Takut Pori Tersumbat!

5 Rekomendasi Night Cream Non-Comedogenic Terbaik, Bebas Jerawat Tanpa Takut Pori Tersumbat!

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 20:09 WIB

Perbandingan Kompor Induksi vs Kompor Listrik Biasa, Mana yang Paling Sesuai untuk Dapur?

Perbandingan Kompor Induksi vs Kompor Listrik Biasa, Mana yang Paling Sesuai untuk Dapur?

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 20:05 WIB

Dirjen Pajak Akui Minta Perombakan Ratusan Pejabat Era Purbaya Dibatalkan, Klaim Ada Nama 'Ajaib'

Dirjen Pajak Akui Minta Perombakan Ratusan Pejabat Era Purbaya Dibatalkan, Klaim Ada Nama 'Ajaib'

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 20:03 WIB

Bad Memory Eraser: Eksperimen Menghapus Ingatan Demi Mengubah Kehidupan

Bad Memory Eraser: Eksperimen Menghapus Ingatan Demi Mengubah Kehidupan

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 20:00 WIB

RUU Reforma Agraria jadi Sorotan: Ideal di Atas Kertas, Berat Diterapkan

RUU Reforma Agraria jadi Sorotan: Ideal di Atas Kertas, Berat Diterapkan

News | Rabu, 16 September 2026 | 19:57 WIB

Cara Memilih Sheet Mask yang Aman dan Efektif untuk Kulit Kombinasi

Cara Memilih Sheet Mask yang Aman dan Efektif untuk Kulit Kombinasi

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 19:56 WIB

Saat Desain "Menari" Seperti Awan: Mengintip Keseruan Jakarta Design Collabs 2026

Saat Desain "Menari" Seperti Awan: Mengintip Keseruan Jakarta Design Collabs 2026

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 19:53 WIB

Ratu Dewa Berang di Rapat Banjir, PPPK Diusir, Nasib Kadis hingga Kabid Disorot

Ratu Dewa Berang di Rapat Banjir, PPPK Diusir, Nasib Kadis hingga Kabid Disorot

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 19:52 WIB

Fahd A Rafiq Hattrick Tersangka Korupsi, Golkar Kecewa dan Marah

Fahd A Rafiq Hattrick Tersangka Korupsi, Golkar Kecewa dan Marah

News | Rabu, 16 September 2026 | 19:48 WIB

×