Transisi Energi di Laut Janjikan Masa Depan Hijau, Tapi Bagaimana Nasib Masyarakat Pesisir?

Bimo Aria Fundrika

Minggu, 07 Juni 2026 | 14:00 WIB
Transisi Energi di Laut Janjikan Masa Depan Hijau, Tapi Bagaimana Nasib Masyarakat Pesisir?
Pesisir pantai (Pexels/Nothing Ahead)

Suara.com - Di tengah upaya dunia menekan krisis iklim, energi terbarukan dari laut seperti pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai semakin dipandang sebagai solusi masa depan. Namun, sebuah penelitian terbaru mengingatkan bahwa keberhasilan transisi energi tidak hanya diukur dari berkurangnya emisi karbon, melainkan juga dari sejauh mana masyarakat lokal merasakan manfaatnya.

Laporan yang disusun para peneliti dari University of Aberdeen melalui proyek TRANSECTS menemukan bahwa masyarakat pesisir berisiko menanggung dampak sosial dan ekonomi dari transisi energi, sementara keuntungan yang dihasilkan justru banyak mengalir ke pihak luar.

Temuan ini lahir dari kajian terhadap 181 catatan sejarah dan kontemporer yang menelusuri lebih dari dua abad perubahan industri di wilayah pesisir Inggris, termasuk Orkney, Northeast Scotland, dan Humber Estuary.

Pelajaran dari Sejarah

Bagi masyarakat pesisir, pergantian industri sebenarnya bukan hal baru. Sejak abad ke-18, mereka telah menyaksikan berbagai gelombang ekonomi datang dan pergi, mulai dari perburuan paus, perikanan, minyak dan gas lepas pantai, hingga kini energi terbarukan.

Namun, penelitian tersebut menunjukkan pola yang terus berulang. Ketika industri baru berkembang, masyarakat lokal sering kali memiliki ruang terbatas untuk terlibat dalam pengambilan keputusan. Saat industri mengalami kemunduran, daerah pesisir justru menjadi pihak yang paling merasakan dampak ekonomi.

Tak hanya itu, keuntungan berupa investasi, lapangan kerja, dan pendapatan sering kali terkonsentrasi di luar wilayah. Sebaliknya, perubahan sosial, tekanan lingkungan, hingga pergeseran identitas budaya harus dihadapi oleh masyarakat setempat.

Fenomena ini menunjukkan bahwa transisi energi bukan sekadar persoalan teknologi, melainkan juga persoalan keadilan.

Risiko Ketimpangan Baru

baca juga

Peneliti dari University of Aberdeen, Dr. Amy McCarron, menilai pertanyaan mendasar tentang siapa yang memperoleh manfaat dan siapa yang menanggung biaya terus muncul dalam setiap gelombang transisi ekonomi.

Jika pola lama terus berulang, ekspansi energi terbarukan lepas pantai berpotensi memperdalam ketimpangan yang sudah ada. Wilayah pesisir bisa menjadi lokasi pembangunan infrastruktur energi berskala besar, tetapi masyarakatnya belum tentu memperoleh manfaat ekonomi yang sepadan.

Kondisi ini menjadi pengingat bahwa agenda transisi hijau tidak otomatis menghasilkan transisi yang adil.

Membangun Transisi yang Lebih Berpihak

Meski demikian, penelitian tersebut tidak hanya mengidentifikasi masalah, tetapi juga menawarkan sejumlah jalan keluar.

Para peneliti merekomendasikan perencanaan yang lebih berorientasi pada kebutuhan wilayah pesisir, memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, serta memastikan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kapasitas masyarakat lokal.

Langkah lain yang dinilai penting adalah membuka ruang partisipasi yang lebih besar bagi warga pesisir dalam proses pengambilan keputusan. Dengan begitu, mereka tidak hanya menjadi penerima dampak, tetapi juga aktor yang ikut menentukan arah pembangunan energi di wilayahnya.

Menurut Dr. Daria Shapovalova dari Just Transition Lab, pengalaman masa lalu menunjukkan bahwa masyarakat pesisir berulang kali berhasil beradaptasi dengan perubahan ekonomi dan lingkungan. Namun, mereka sering kali tidak memiliki cukup pengaruh untuk membentuk perubahan tersebut sesuai kebutuhan komunitas mereka.

Penulis: Vicka Rumanti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenaikan Permukaan Laut Ancam Kemampuan Mangrove Menyimpan Karbon

Kenaikan Permukaan Laut Ancam Kemampuan Mangrove Menyimpan Karbon

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 13:29 WIB

RI Mulai Garap Potensi Bisnis Energi Terbarukan di Amerika Latin dan Karibia

RI Mulai Garap Potensi Bisnis Energi Terbarukan di Amerika Latin dan Karibia

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 09:33 WIB

Sentil Netizen, Eky Priyagung: Masyarakat Lebih Peduli Isu Viral Ketimbang Kerusakan Lingkungan

Sentil Netizen, Eky Priyagung: Masyarakat Lebih Peduli Isu Viral Ketimbang Kerusakan Lingkungan

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 21:13 WIB

Terkini

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi  Sebelum Terlambat

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi Sebelum Terlambat

News | Selasa, 15 September 2026 | 23:46 WIB

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:31 WIB

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 22:29 WIB

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 22:21 WIB

×