- Indonesia dan Italia sepakat menjalin kerja sama strategis pembangunan kapal angkatan laut melalui penandatanganan MoU di Paris.
- Perusahaan Republikorp Indonesia dan Fincantieri Italia membentuk joint venture untuk memperkuat kemampuan produksi dan teknologi maritim nasional.
- Kolaborasi ini bertujuan memperkuat kemandirian industri pertahanan Indonesia lewat transfer teknologi serta pengembangan kompetensi sumber daya manusia lokal.
Suara.com - Indonesia dan Italia sepakat melakukan kerja sama strategis untuk pengembangan kapal angkatan laut di Indonesia. Kolaborasi ini dilakukan lewat penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) di Eurosatory 2026 yang berlangsung di Paris, Prancis.
Kerja sama ini dilakukan oleh perusahaan induk industri pertahanan swasta asal Indonesia, Republikorp, melalui anak usahanya PT Republik Palindo Internasional (RPAL) dengan Fincantieri selaku salah grup galangan kapal terbesar di dunia asal Italia.
MoU yang ditandatangani oleh Eugenio Santagata selaku General Manager Fincantieri Naval Vessels Division, dan Norman Joesoef selaku Chairman dan Founder REPUBLIKORP Group mewakili RPAL, menjadi landasan awal bagi pembentukan joint venture yang diarahkan untuk memperkuat industri perkapalan nasional serta memperluas kerja sama industri antara Indonesia dan Italia dalam jangka panjang.
CEO dan Managing Director Fincantieri, Pierroberto Folgiero mengatakan, kalau MoU ini menjadi langkah lanjutan dalam memperkuat kemitraan strategis jangka panjang antara perusahaan dengan Indonesia, yang sebelumnya telah terjalin dengan Angkatan Laut RI.
"Berbekal pengalaman kami dalam pembangunan kapal angkatan laut dan integrasi sistem yang kompleks, kami berkomitmen mendukung pengembangan kemampuan industri nasional serta berkontribusi pada terciptanya ekosistem maritim yang lebih tangguh," katanya dalam siaran pers, dikutip Minggu (21/6/2026).
Kerja sama ini diharapkan dapat mendukung upaya penguatan kemandirian industri pertahanan Indonesia melalui pemanfaatan pengalaman dan keahlian Fincantieri di bidang pembangunan kapal dan teknologi maritim.
![Kerja sama Republikorp dengan Fincantieri untuk pengembangan kapal angkatan laut di Indonesia. [Dok Republikorp]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/21/68512-kerja-sama-republikorp-dengan-fincantieri.jpg)
"Inisiatif ini juga mencerminkan komitmen kami untuk mendukung pengembangan kapabilitas industri yang berkelanjutan di Indonesia," lanjutnya.
Chairman REPUBLIKORP Group, Norman Joesoef menyebut penjajakan kemitraan ini mencerminkan komitmen perusahaan untuk mendorong kemandirian industri pertahanan Indonesia melalui kolaborasi internasional yang kuat dan seimbang.
"Bersama Fincantieri, kami melihat peluang untuk memperkuat kemampuan maritim nasional, mengembangkan talenta Indonesia, serta berkontribusi dalam membangun ekosistem pertahanan kawasan yang lebih tangguh,” katanya.
Kemitraan ini difokuskan pada pembangunan berbagai jenis kapal angkatan laut di dalam negeri yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia.
Joint venture yang direncanakan akan mendukung pengembangan kemampuan produksi nasional untuk berbagai platform maritim, mulai dari Landing Platform Dock (LPD), Landing Helicopter Dock (LHD), fregat dan korvet multi-misi, kapal patroli lepas pantai (Offshore Patrol Vessel/OPV) untuk pengamanan Zona Ekonomi Eksklusif, kapal serang cepat, hingga kapal selam.
Salah satu fokus utama dalam kerja sama ini adalah pengembangan kemampuan industri nasional melalui transfer teknologi dan pertukaran pengetahuan.
Dengan memanfaatkan pengalaman dan keahlian Fincantieri, inisiatif ini akan mendorong penguatan kompetensi dalam bidang rekayasa, desain, integrasi sistem, serta proses produksi melalui program pelatihan dan kerja sama teknis yang terstruktur.
Melalui pengembangan sumber daya manusia yang kompeten serta penguatan industri pendukung dalam negeri, kemitraan ini diharapkan dapat memperluas peran Indonesia dalam rantai pasok industri perkapalan global.
Selain itu, MoU ini juga membuka peluang bagi penguatan kerja sama industri dan operasional antara kedua pihak guna mendukung pengembangan kemampuan maritim nasional di masa mendatang.