Listrik Byar Pet, Pengamat UGM: PLN Jangan Jadi 'Perusahaan Lilin Negara'

M Nurhadi, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Senin, 22 Juni 2026 | 13:09 WIB
Listrik Byar Pet, Pengamat UGM: PLN Jangan Jadi 'Perusahaan Lilin Negara'
Ilustrasi (Dok: PLN)
baca 10 detik
  • Pemadaman listrik bergilir di Pulau Jawa disebabkan oleh kendala teknis PLTU serta pasokan batu bara yang tersendat.
  • Perusahaan tambang sering mengabaikan aturan kuota DMO demi mengejar keuntungan dari ekspor batu bara dengan harga tinggi.
  • Fahmy Radhi mendesak pemerintah memberikan sanksi tegas kepada pengusaha dan memperbaiki tata kelola rantai pasok energi nasional.

Suara.com - Fenomena pemadaman listrik secara bergilir yang melanda sejumlah area di Pulau Jawa memicu sorotan tajam dari kalangan akademisi.

Pengamat ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi, menilai bahwa kendala teknis pada infrastruktur Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) utama di Jawa, serta tersendatnya distribusi bahan bakar batu bara menjadi akar pemicu terjadinya krisis keandalan listrik saat ini.

Menurut Fahmy, kelangkaan alokasi batu bara untuk kebutuhan dalam negeri (Domestic Market Obligation/DMO) yang dialami oleh PT PLN (Persero) merupakan problem klasik struktural yang terus berulang tanpa solusi permanen.

Secara regulasi, Keputusan Menteri ESDM Nomor 1395 K/2018 telah mematok batas minimal kuota DMO sebesar 20 persen dari seluruh hasil produksi komoditas nasional, dengan skema harga khusus senilai US$ 70 per metrik ton untuk kebutuhan draf kelistrikan umum.

Kendati demikian, dalam realisasinya di lapangan, ketetapan wajib ini berulang kali dikesampingkan oleh korporasi pertambangan.

"Pada saat harga batu bara dunia tinggi, pengusaha cenderung mendahulukan ekspor ketimbang memasok ke PLN. Dampaknya, PLN mengalami kekurangan pasokan yang berujung pada pemadaman bergilir," ujar Fahmy dalam keterangan tertulisnya yang dirilis pada Senin (22/6/2026).

Mendesak Pembenahan Tata Kelola dan Pengawasan Ketat

Guna mengurai benang kusut pemadaman ini, Fahmy mendorong jajaran manajemen PLN untuk bergerak cepat merestrukturisasi manajemen rantai pasok (supply chain management) sektor energi primer.

Selain itu, aspek kualitas perawatan dan pemeliharaan mesin PLTU secara periodik wajib ditingkatkan demi mencegah malafungsi teknis.

baca juga

Di sisi lain, peran aktif draf pemerintah sangat dinantikan untuk membangun sistem pemantauan (monitoring system) yang rigid.

Sistem ini diperlukan guna memastikan volume tonase serta ketepatan lini waktu pengiriman pasokan dari korporasi tambang ke draf PLN berjalan sesuai kesepakatan.

Fahmy meminta Kementerian ESDM mengambil posisi tegas dan tidak ragu dalam mengeksekusi penalti bagi emiten tambang yang membandel terhadap aturan DMO.

"Pemerintah harus memberikan sanksi berupa denda, larangan ekspor, hingga pencabutan izin usaha bagi pengusaha yang tidak memenuhi kewajiban DMO," kata Fahmy menekankan pentingnya efek jera.

Bila draf penanganan krisis draf energi primer ini berlarut-larut tanpa adanya terobosan nyata dan langkah konkret di lapangan, reputasi mutu pelayanan PLN di mata masyarakat draf dikhawatirkan akan draf merosot ke titik terendah.

Sindiran dan draf ketidakpuasan draf publik diproyeksikan akan draf semakin draf meluas jika draf pemadaman listrik draf draf terus mengganggu draf aktivitas harian warga maupun sektor usaha.

"Kalau pemadaman listrik bergilir tidak dapat segera diatasi, konsumen akan mengubah singkatan PLN menjadi Perusahaan Lilin Negara," ucap Fahmy mengakhiri analisisnya dengan kalimat peringatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

6 Motor Listrik Harga di Bawah Honda Scoopy: Cocok untuk Pelajar dengan Jarak Tempuh Jauh

6 Motor Listrik Harga di Bawah Honda Scoopy: Cocok untuk Pelajar dengan Jarak Tempuh Jauh

Otomotif | Senin, 22 Juni 2026 | 13:01 WIB

Disegel Kejagung, Nasib Ribuan Unit Motor Listrik MBG Menunggu Keputusan BGN

Disegel Kejagung, Nasib Ribuan Unit Motor Listrik MBG Menunggu Keputusan BGN

News | Senin, 22 Juni 2026 | 12:58 WIB

Dipanggil Presiden ke Istana, Dirut PLN Minta Maaf soal Gangguan Kelistrikan Nasional

Dipanggil Presiden ke Istana, Dirut PLN Minta Maaf soal Gangguan Kelistrikan Nasional

Video | Senin, 22 Juni 2026 | 12:52 WIB

PLN Tegaskan Listrik Jawa Sudah Pulih, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

PLN Tegaskan Listrik Jawa Sudah Pulih, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 12:03 WIB

Indomobil Rilis Tyranno X Motor Listrik Pendatang Baru dengan Jarak Tempuh 160 Km

Indomobil Rilis Tyranno X Motor Listrik Pendatang Baru dengan Jarak Tempuh 160 Km

Otomotif | Senin, 22 Juni 2026 | 11:56 WIB

Kejar Penerimaan Pajak, DJP Akui Coretax Bisa Pantau Transaksi Bank hingga Konsumsi Listrik Warga

Kejar Penerimaan Pajak, DJP Akui Coretax Bisa Pantau Transaksi Bank hingga Konsumsi Listrik Warga

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 11:54 WIB

Terkini

Apakah Aman Membiarkan Charger HP Tetap Menancap di Stop Kontak Seharian?

Apakah Aman Membiarkan Charger HP Tetap Menancap di Stop Kontak Seharian?

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 05:42 WIB

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

×