Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.116,690
LQ45 599,198
Srikehati 294,170
JII 361,413
USD/IDR 17.814

Profil INACO (PT Niramas Utama Tbk): Saham IPO, Kondisi Keuangan, dan Pemegang Saham

M Nurhadi

Selasa, 23 Juni 2026 | 13:39 WIB
Profil INACO (PT Niramas Utama Tbk): Saham IPO, Kondisi Keuangan, dan Pemegang Saham
PT Niramas Utama Tbk (JELI) [Suara.com]
baca 10 detik
  • PT Niramas Utama Tbk, produsen INACO, resmi meluncurkan IPO dengan kode saham JELI di Bursa Efek Indonesia tahun 2026.
  • Perusahaan melepas 350 juta lembar saham dengan target dana Rp392 miliar untuk ekspansi produksi dan pembayaran utang.
  • Tahun 2025, JELI mencatat lonjakan laba bersih lebih dari 200 persen melalui efisiensi biaya operasional yang sangat ketat.

Suara.com - Perusahaan manufaktur di balik merek produk makanan INACO, PT Niramas Utama Tbk, secara resmi mengumumkan rencana penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham JELI.

Didirikan sejak tahun 1990, perusahaan ini telah melekat kuat di hati masyarakat Indonesia sebagai salah satu pemimpin pasar untuk produk nata de coco, minuman jeli (jelly drink), puding siap santap, hingga inovasi berbasis lidah buaya (aloe vera) dan konnyaku.

Tidak hanya menguasai pasar dalam negeri, produk olahan kelapa dan serat alami perseroan juga telah menembus pasar ekspor ke berbagai negara, seperti Jepang, India, China, Thailand, Australia, Kanada, hingga Amerika Serikat.

Menatap tahun 2026, JELI bahkan telah menyusun rencana strategis untuk memperluas jangkauan pasar hingga ke kawasan Afrika dan Eropa.

Rapor Finansial 2025

Berdasarkan laporan kinerja keuangan terakhir, JELI menunjukkan performa profitabilitas yang sangat positif meski menghadapi dinamika penjualan.

Sepanjang tahun 2025, perusahaan membukukan pendapatan sekitar Rp753,05 miIiar, mengalami penurunan sebesar 4,5% jika dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya yang menyentuh angka Rp788,43 miIiar.

Kendati pendapatan terkoreksi tipis, tingkat laba bersih perusahaan justru mengalami lonjakan yang sangat signifikan. Laba bersih JELI pada tahun 2025 melesat lebih dari 200% menjadi sekitar Rp39,02 miIiar, berbanding terbalik dengan perolehan tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp12,91 miIiar.

Lompatan laba yang spekatkuler ini berhasil dicapai berkat langkah efisiensi pos pengeluaran, di mana beban pokok penjualan berhasil ditekan sebesar 12,58% menjadi Rp462,27 miIiar, membuktikan kemampuan manajemen dalam mengoptimalkan pengelolaan biaya operasional.

baca juga

Struktur Penawaran, Estimasi Harga, dan Penggunaan Dana

Dalam aksi korporasi ini, JELI berencana melepas sebanyak 350 juta lembar saham baru kepada masyarakat. Porsi saham yang ditawarkan tersebut setara dengan 25,93% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan pasca-IPO.

Manajemen menetapkan rentang harga penawaran awal berada pada kisaran Rp900 hingga Rp1.120 per lembar saham, sehingga total dana segar yang berpotensi dihimpun dari pasar modal berkisar hingga Rp392 miIiar.

Untuk memperlancar proses emisi saham, perseroan resmi menunjuk PT Sucor Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Manajemen telah menyusun komitmen pemanfaatan dana hasil IPO untuk memperkokoh struktur permodalan dan kapasitas produksi ke depan, dengan rincian sebagai berikut:

  • 51,04% akan disetorkan sebagai tambahan modal kepada anak usaha, PT NPS, guna meningkatkan kapasitas produksi komoditas gummy candy dan jeli.
  • 18,36% dialokasikan untuk belanja modal (capital expenditure), mencakup pembelian mesin-mesin produksi baru serta peningkatan kapasitas logistik dan gudang penyimpanan.
  • 10,63% digunakan untuk melunasi sebagian kewajiban pinjaman jangka pendek kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, yang diproyeksikan akan memangkas saldo utang dari Rp94 miIiar menjadi Rp54 miIiar.
  • 19,97% sisanya akan dimanfaatkan untuk pemenuhan modal kerja harian, termasuk pengadaan bahan baku dan membiayai aktivitas pemasaran produk.

Pemegang Saham JELI dan Kebijakan Dividen

Aksi IPO ini secara otomatis akan mengubah peta kepemilikan saham di dalam tubuh PT Niramas Utama Tbk. Kepemilikan saham pengendali utama tetap dipegang oleh PT Niramas Utama International, meskipun porsinya akan mengalami dilusi dari sebelumnya sebesar 99,80% menjadi 73,92% pasca-IPO.

Pemegang saham perorangan, Sadikun Wiratno, akan memiliki porsi 0,15% dari sebelumnya 0,20%. Sementara sisa porsi sebesar 25,93% sepenuhnya akan dimiliki oleh masyarakat (publik).

Sebagai daya tarik bagi para calon investor, manajemen JELI memproyeksikan kebijakan pembagian dividen tunai di masa mendatang.

Perseroan berkomitmen untuk membagikan dividen tunai dengan rasio sebanyak-banyaknya 30% dari total laba bersih setiap tahun anggaran, setelah terlebih dahulu disisihkan untuk cadangan wajib.

Realisasi pembagian dividen tersebut nantinya akan tetap menyesuaikan dengan kondisi kesehatan keuangan, tingkat arus kas, kebutuhan modal kerja, serta prospek pertumbuhan usaha perseroan.

Jadwal Pelaksanaan IPO JELI

Berdasarkan publikasi prospektus resmi, berikut adalah estimasi dan proyeksi tahapan pelaksanaan IPO PT Niramas Utama Tbk hingga resmi mencatatkan sahamnya di papan perdagangan bursa:

  • Masa Penawaran Awal (Bookbuilding): 15 – 22 Juni 2026
  • Tanggal Efektif OJK: 29 Juni 2026
  • Masa Penawaran Umum: 1 – 3 Juli 2026
  • Tanggal Penjatahan Saham: 3 Juli 2026
  • Distribusi Saham Elektronik: 6 Juli 2026
  • Pencatatan Saham di Bursa Efek Indonesia (BEI): 7 Juli 2026

Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan dirangkum dari data prospektus awal perusahaan untuk kebutuhan pemberitaan media news. Segala bentuk keputusan investasi, pembelian, atau penjualan saham sepenuhnya merupakan tanggung jawab pribadi pembaca. Harap berinvestasi secara bijak dengan melakukan analisis fundamental dan teknikal secara mandiri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Finex: Kepatuhan dan Edukasi Lebih Penting daripada Janji Untung Trading

Finex: Kepatuhan dan Edukasi Lebih Penting daripada Janji Untung Trading

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:23 WIB

IHSG Kembali Terperosok 1,29% di Sesi I, ANTM hingga INCO Jadi Pemberat

IHSG Kembali Terperosok 1,29% di Sesi I, ANTM hingga INCO Jadi Pemberat

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:41 WIB

Daftar Pemegang Saham RANS Entertainmen, Ini Gurita Bisnis yang Mau IPO

Daftar Pemegang Saham RANS Entertainmen, Ini Gurita Bisnis yang Mau IPO

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:28 WIB

DSI Diam-diam Bertemu ke Sekuritas, Ini Dampaknya ke Saham Komoditas

DSI Diam-diam Bertemu ke Sekuritas, Ini Dampaknya ke Saham Komoditas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:27 WIB

RANS Entertaiment Mau IPO, Nama Kaesang Pangarep dan Kepala BP BUMN Jadi Pemegang Saham

RANS Entertaiment Mau IPO, Nama Kaesang Pangarep dan Kepala BP BUMN Jadi Pemegang Saham

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 11:39 WIB

IPO RANS, Perusahaan Akui Risiko Besar di Balik Ketergantungan pada Raffi Ahmad-Nagita Slavina

IPO RANS, Perusahaan Akui Risiko Besar di Balik Ketergantungan pada Raffi Ahmad-Nagita Slavina

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 10:56 WIB

Terkini

Finex: Kepatuhan dan Edukasi Lebih Penting daripada Janji Untung Trading

Finex: Kepatuhan dan Edukasi Lebih Penting daripada Janji Untung Trading

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:23 WIB

Purbaya Sepakat Polisi Hukum Pelaku Impor Pakaian Bekas Ilegal Pakai UU Pengelolaan Sampah

Purbaya Sepakat Polisi Hukum Pelaku Impor Pakaian Bekas Ilegal Pakai UU Pengelolaan Sampah

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:09 WIB

Profil PT Prodia Diagnostic Line: Saham IPO, Benarkah Ada 'Peran' Prajogo Pangestu?

Profil PT Prodia Diagnostic Line: Saham IPO, Benarkah Ada 'Peran' Prajogo Pangestu?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:59 WIB

IHSG Kembali Terperosok 1,29% di Sesi I, ANTM hingga INCO Jadi Pemberat

IHSG Kembali Terperosok 1,29% di Sesi I, ANTM hingga INCO Jadi Pemberat

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:41 WIB

Daftar Pemegang Saham RANS Entertainmen, Ini Gurita Bisnis yang Mau IPO

Daftar Pemegang Saham RANS Entertainmen, Ini Gurita Bisnis yang Mau IPO

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:28 WIB

Purbaya Sita 43 Kontainer Pakaian Impor Bekas dari Bea Cukai, Nilainya Rp 53,9 M

Purbaya Sita 43 Kontainer Pakaian Impor Bekas dari Bea Cukai, Nilainya Rp 53,9 M

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:27 WIB

DSI Diam-diam Bertemu ke Sekuritas, Ini Dampaknya ke Saham Komoditas

DSI Diam-diam Bertemu ke Sekuritas, Ini Dampaknya ke Saham Komoditas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:27 WIB

RANS Entertaiment Mau IPO, Nama Kaesang Pangarep dan Kepala BP BUMN Jadi Pemegang Saham

RANS Entertaiment Mau IPO, Nama Kaesang Pangarep dan Kepala BP BUMN Jadi Pemegang Saham

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 11:39 WIB

IPO RANS, Perusahaan Akui Risiko Besar di Balik Ketergantungan pada Raffi Ahmad-Nagita Slavina

IPO RANS, Perusahaan Akui Risiko Besar di Balik Ketergantungan pada Raffi Ahmad-Nagita Slavina

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 10:56 WIB

Haris Rusly Moti: Ada Kaum Oligarki Serakahnomic di Balik Narasi 1998 Redux

Haris Rusly Moti: Ada Kaum Oligarki Serakahnomic di Balik Narasi 1998 Redux

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 10:55 WIB