- Finex raih rating A+++ Bappebti delapan kali berturut-turut.
- Kepercayaan dan kepatuhan jadi faktor utama pilih pialang.
- Edukasi dan perlindungan nasabah dinilai kunci industri sehat.
Suara.com - Meningkatnya akses masyarakat terhadap berbagai instrumen keuangan mendorong semakin banyak investor ritel mencoba peruntungan di dunia trading. Namun, di tengah pertumbuhan tersebut, aspek kepercayaan dan perlindungan nasabah dinilai menjadi faktor yang semakin penting dalam memilih perusahaan pialang.
Di tengah maraknya promosi dan kemudahan pembukaan akun trading, banyak masyarakat yang terjun ke pasar tanpa memahami risiko, mekanisme pergerakan harga, maupun pentingnya memilih perusahaan pialang yang memiliki tata kelola yang baik. Karena itu, penilaian dari regulator menjadi salah satu acuan penting bagi calon trader dalam menentukan pilihan.
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) baru-baru ini merilis hasil penilaian terhadap 67 perusahaan pialang berjangka aktif di Indonesia untuk periode Januari–Maret 2026. Penilaian tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari kepatuhan terhadap regulasi, stabilitas perusahaan, proses internal, pengawasan transaksi, hingga perlindungan nasabah.
Dalam pemeringkatan tersebut, Finex kembali meraih peringkat tertinggi A+++, sekaligus menjadi capaian kedelapan kalinya secara berturut-turut.
CEO Finex, Agung Wisnuaji, mengatakan capaian tersebut mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjaga standar tata kelola dan kepatuhan di industri perdagangan berjangka.
“Rating ini bukan sekadar pencapaian perusahaan. Ia mencerminkan kerja konsisten kami dalam menjaga tata kelola, kepatuhan, dan kualitas layanan. Bagi kami, kepercayaan trader harus dibangun melalui proses yang transparan dan berkelanjutan,” ujar Agung dalam keterangannya, Selasa (23/6/2026).
Menurut Agung, pengakuan dari regulator menjadi bukti penting bagi publik untuk menilai kualitas sebuah perusahaan pialang secara objektif. Ia menilai indikator yang diterbitkan regulator memberikan gambaran yang lebih komprehensif dibanding sekadar promosi atau penawaran fitur perdagangan.
Selain mempertahankan peringkat tertinggi dari Bappebti, Finex juga mengklaim mencatat volume transaksi tertinggi di Jakarta Futures Exchange dalam beberapa bulan terakhir. Capaian tersebut disebut menjadi indikator meningkatnya aktivitas dan kepercayaan nasabah terhadap layanan perusahaan.
Agung menegaskan fokus perusahaan tidak hanya pada penyediaan akses transaksi, tetapi juga pada penguatan edukasi dan transparansi bagi para trader. Langkah tersebut dinilai sejalan dengan upaya regulator, termasuk Bappebti, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bank Indonesia, dalam memperkuat perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan.
Ia menambahkan, perkembangan industri perdagangan berjangka yang sehat tidak seharusnya hanya bertumpu pada promosi agresif atau janji keuntungan semata. Menurutnya, kepatuhan, transparansi, edukasi, dan perlindungan nasabah perlu menjadi pertimbangan utama dalam memilih pialang.
"Kepatuhan, transparansi, edukasi, dan perlindungan nasabah layak menjadi kriteria utama. Metrik yang dipublikasikan regulator memberi dasar penilaian yang berbasis bukti, bukan sekadar iklan," katanya.
Meski demikian, Agung mengingatkan bahwa tidak ada sistem yang dapat menghilangkan risiko dalam aktivitas trading. Namun, keberadaan perusahaan yang menerapkan tata kelola yang baik diyakini dapat membantu menciptakan ekosistem perdagangan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Menurutnya, tujuan utama industri bukan hanya menarik lebih banyak masyarakat untuk berinvestasi, tetapi juga memastikan para trader memahami risiko yang dihadapi dan dapat mempercayai perusahaan tempat mereka bertransaksi.
"Itu cara bertumbuh yang lebih lambat. Tetapi boleh jadi, itulah satu-satunya cara bertumbuh yang bertahan lama," pungkasnya.