Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.640.000
Beli Rp2.500.000
IHSG 5.883,881
LQ45 578,169
Srikehati 285,186
JII 345,557
USD/IDR 17.950

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

Mohammad Fadil Djailani, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Selasa, 23 Juni 2026 | 20:10 WIB
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Tri Winarno. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut]
baca 10 detik
  • ESDM akui sempat menahan ekspor batu bara untuk kebutuhan PLN.
  • Pemadaman disebut dipicu masalah distribusi, bukan kekurangan stok.
  • Kontrak pasokan PLN masih kurang sekitar 20 juta ton dari kebutuhan.

Suara.com - Di tengah gelombang pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah Pulau Jawa, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkap fakta bahwa pemerintah sempat menahan ekspor batu bara dan mengalihkannya untuk kebutuhan PT PLN (Persero). Pengakuan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan rantai pasok energi nasional di tengah tingginya kebutuhan listrik.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno membantah tudingan bahwa para pengusaha tambang lebih mengutamakan ekspor dibanding memenuhi kebutuhan dalam negeri. Namun, ia mengakui pemerintah harus turun tangan dengan menahan sebagian pengiriman batu bara ke luar negeri agar pasokan ke PLN tetap terjaga.

"Kemarin kan kita tahan. Kita ada beberapa yang mau penjualan luar negeri sudah kita tahan, kita alihkan ke PLN," ujar Tri di Kementerian ESDM, Selasa (23/6/2026).

Pernyataan tersebut muncul saat publik mempertanyakan penyebab pemadaman bergilir yang terjadi di sejumlah daerah. Meski pemerintah menegaskan stok batu bara nasional sebenarnya mencukupi, fakta bahwa ekspor harus ditahan menunjukkan adanya tekanan pada sistem pasokan energi yang belum sepenuhnya teratasi.

Tri menegaskan bahwa masalah utama bukan terletak pada ketersediaan batu bara, melainkan pada rantai distribusi menuju pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Menurutnya, gangguan pasokan lebih banyak dipicu persoalan logistik dan pengelolaan supply chain.

"Jadi sebetulnya supply chain saja yang mesti diperbaiki. Kalau isu batubara enggak ada," katanya.

Meski demikian, pengakuan adanya pengalihan ekspor ke PLN menimbulkan kesan bahwa sistem distribusi batu bara domestik masih menyimpan celah serius. Kondisi tersebut menjadi sorotan karena terjadi bersamaan dengan munculnya keluhan masyarakat akibat pemadaman listrik yang meluas.

Di sisi lain, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan kebutuhan batu bara untuk PLTU sepanjang 2026 diproyeksikan mencapai 154 juta ton. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pemerintah telah menugaskan perusahaan tambang memasok sekitar 180 juta hingga 190 juta ton.

Namun demikian, realisasi kontrak yang telah diikat oleh PLN baru mencapai sekitar 134 juta ton. Artinya masih terdapat selisih sekitar 20 juta ton dibanding kebutuhan tahunan yang diproyeksikan pemerintah.

baca juga

Bahlil berupaya meredam kekhawatiran dengan menyatakan bahwa angka 154 juta ton merupakan kebutuhan selama satu tahun penuh. Dengan posisi tahun 2026 yang baru memasuki pertengahan tahun, menurutnya selisih kontrak tersebut belum menjadi ancaman terhadap ketahanan pasokan listrik nasional.

Meski begitu, terbukanya fakta mengenai penahanan ekspor batu bara dan belum optimalnya kontrak pasokan PLN berpotensi memperkuat kritik terhadap tata kelola rantai pasok energi nasional. Di tengah meningkatnya kebutuhan listrik dan tuntutan keandalan sistem kelistrikan, persoalan distribusi batu bara kini menjadi sorotan baru yang dinilai perlu segera dibenahi agar tidak kembali memicu gangguan pasokan listrik di berbagai daerah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:45 WIB

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:56 WIB

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB

Terkini

Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027

Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:40 WIB

Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80

Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:39 WIB

Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan

Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:17 WIB

Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran

Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:11 WIB

Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan

Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:05 WIB

LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%

LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:54 WIB

Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya

Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:53 WIB

LPDB Koperasi Ajak Gerakan Credit Union Perkuat Koperasi Desa Merah Putih

LPDB Koperasi Ajak Gerakan Credit Union Perkuat Koperasi Desa Merah Putih

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:42 WIB

Petani Khawatir Aturan TAR dan Nikotin Bikin Industri Kurangi Serapan Tembakau

Petani Khawatir Aturan TAR dan Nikotin Bikin Industri Kurangi Serapan Tembakau

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:33 WIB

Penggunaan AI untuk Promosi Jualan Online Diperketat, Begini Ketentuan Barunya

Penggunaan AI untuk Promosi Jualan Online Diperketat, Begini Ketentuan Barunya

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:27 WIB