Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.409,654
LQ45 640,294
Srikehati 312,025
JII 387,404
USD/IDR 17.908

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

Mohammad Fadil Djailani, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Selasa, 23 Juni 2026 | 20:10 WIB
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Tri Winarno. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut]
baca 10 detik
  • ESDM akui sempat menahan ekspor batu bara untuk kebutuhan PLN.
  • Pemadaman disebut dipicu masalah distribusi, bukan kekurangan stok.
  • Kontrak pasokan PLN masih kurang sekitar 20 juta ton dari kebutuhan.

Suara.com - Di tengah gelombang pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah Pulau Jawa, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkap fakta bahwa pemerintah sempat menahan ekspor batu bara dan mengalihkannya untuk kebutuhan PT PLN (Persero). Pengakuan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan rantai pasok energi nasional di tengah tingginya kebutuhan listrik.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno membantah tudingan bahwa para pengusaha tambang lebih mengutamakan ekspor dibanding memenuhi kebutuhan dalam negeri. Namun, ia mengakui pemerintah harus turun tangan dengan menahan sebagian pengiriman batu bara ke luar negeri agar pasokan ke PLN tetap terjaga.

"Kemarin kan kita tahan. Kita ada beberapa yang mau penjualan luar negeri sudah kita tahan, kita alihkan ke PLN," ujar Tri di Kementerian ESDM, Selasa (23/6/2026).

Pernyataan tersebut muncul saat publik mempertanyakan penyebab pemadaman bergilir yang terjadi di sejumlah daerah. Meski pemerintah menegaskan stok batu bara nasional sebenarnya mencukupi, fakta bahwa ekspor harus ditahan menunjukkan adanya tekanan pada sistem pasokan energi yang belum sepenuhnya teratasi.

Tri menegaskan bahwa masalah utama bukan terletak pada ketersediaan batu bara, melainkan pada rantai distribusi menuju pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Menurutnya, gangguan pasokan lebih banyak dipicu persoalan logistik dan pengelolaan supply chain.

"Jadi sebetulnya supply chain saja yang mesti diperbaiki. Kalau isu batubara enggak ada," katanya.

Meski demikian, pengakuan adanya pengalihan ekspor ke PLN menimbulkan kesan bahwa sistem distribusi batu bara domestik masih menyimpan celah serius. Kondisi tersebut menjadi sorotan karena terjadi bersamaan dengan munculnya keluhan masyarakat akibat pemadaman listrik yang meluas.

Di sisi lain, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan kebutuhan batu bara untuk PLTU sepanjang 2026 diproyeksikan mencapai 154 juta ton. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pemerintah telah menugaskan perusahaan tambang memasok sekitar 180 juta hingga 190 juta ton.

Namun demikian, realisasi kontrak yang telah diikat oleh PLN baru mencapai sekitar 134 juta ton. Artinya masih terdapat selisih sekitar 20 juta ton dibanding kebutuhan tahunan yang diproyeksikan pemerintah.

baca juga

Bahlil berupaya meredam kekhawatiran dengan menyatakan bahwa angka 154 juta ton merupakan kebutuhan selama satu tahun penuh. Dengan posisi tahun 2026 yang baru memasuki pertengahan tahun, menurutnya selisih kontrak tersebut belum menjadi ancaman terhadap ketahanan pasokan listrik nasional.

Meski begitu, terbukanya fakta mengenai penahanan ekspor batu bara dan belum optimalnya kontrak pasokan PLN berpotensi memperkuat kritik terhadap tata kelola rantai pasok energi nasional. Di tengah meningkatnya kebutuhan listrik dan tuntutan keandalan sistem kelistrikan, persoalan distribusi batu bara kini menjadi sorotan baru yang dinilai perlu segera dibenahi agar tidak kembali memicu gangguan pasokan listrik di berbagai daerah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:45 WIB

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:56 WIB

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB

Terkini

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:56 WIB

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:38 WIB

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:16 WIB

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:06 WIB

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:39 WIB

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:11 WIB

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bola | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Video | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

×