- Dua PLTU Cilacap sempat gangguan, picu pemadaman bergilir di Jawa.
- ESDM sebut PLTU Cilacap 1 dan 4 kini sudah kembali beroperasi.
- Defisit batu bara PLN masih 20 juta ton dari kebutuhan 2026.
Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkap penyebab di balik pemadaman listrik bergilir yang sempat terjadi di sejumlah wilayah Pulau Jawa. Selain dipicu menipisnya pasokan batu bara, gangguan operasional pada dua pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berkapasitas besar turut menjadi penyebab terganggunya pasokan listrik.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno, menyebut dua pembangkit yang mengalami gangguan tersebut adalah PLTU Cilacap 1 berkapasitas 300 Megawatt (MW) dan PLTU Cilacap 4 dengan kapasitas mencapai 1.000 MW.
Menurut Tri, kedua pembangkit tersebut kini telah kembali beroperasi normal sehingga diharapkan tidak lagi menimbulkan gangguan terhadap sistem kelistrikan Jawa.
"PLTU itu PLTU Cilacap 1 dan 4. Gitu. Insyaallah sudah enggak ada masalah kira-kira," kata Tri di Kementerian ESDM, Selasa (23/6/2026).
Meski demikian, Tri tidak membeberkan secara rinci gangguan teknis yang sempat terjadi. Ia hanya menjelaskan bahwa persoalan tersebut berkaitan dengan kegiatan pemeliharaan atau maintenance pembangkit.
"Sebenarnya maintenance sih, maintenance," ujarnya singkat.
Sebelumnya, PLN terpaksa melakukan pemadaman listrik bergilir di sejumlah daerah di Pulau Jawa. Langkah tersebut diambil untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan di tengah menurunnya pasokan energi primer dan terganggunya operasional beberapa pembangkit utama.
Di sisi lain, kondisi pasokan batu bara untuk pembangkit listrik mulai menunjukkan perbaikan. Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo memastikan distribusi medium rank coal atau batu bara kalori menengah telah kembali berjalan dan mulai memasok kebutuhan sejumlah PLTU di Pulau Jawa.
Perbaikan pasokan batu bara menjadi krusial mengingat sebelumnya Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkap adanya defisit pasokan batu bara untuk pembangkit PLN sepanjang tahun ini.
Bahlil menjelaskan kebutuhan batu bara PLN pada 2026 ditetapkan sebesar 154 juta ton. Namun hingga saat ini realisasi pasokan baru mencapai 134 juta ton. Artinya, masih terdapat kekurangan sekitar 20 juta ton yang perlu dipenuhi agar operasional pembangkit listrik tetap terjaga.
Dengan kembali beroperasinya dua PLTU besar di Cilacap serta membaiknya distribusi batu bara, pemerintah berharap pasokan listrik di Pulau Jawa dapat kembali stabil dan risiko pemadaman bergilir tidak kembali terjadi.