Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.116,690
LQ45 599,198
Srikehati 294,170
JII 361,413
USD/IDR 17.814

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Achmad Fauzi

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:56 WIB
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
Ilustrasi Pemadaman Listrik. [Suara.com/AI].
baca 10 detik
  • Sejumlah wilayah di Pulau Jawa dan Jabodetabek mengalami pemadaman listrik akibat gangguan operasional pada berbagai PLTU.
  • PLN menyatakan gangguan disebabkan kendala pasokan batu bara, sementara Kementerian ESDM membantah adanya kelangkaan stok batu bara nasional.
  • YLKI mendesak PLN memberikan kompensasi kepada masyarakat terdampak akibat terganggunya aktivitas ekonomi dan hak konsumen selama pemadaman.

Suara.com - Masyarakat di sejumlah wilayah Pulau Jawa harus menghadapi pemadaman listrik dalam beberapa waktu terakhir. PT PLN (Persero) mengakui gangguan terjadi pada sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), yang berdampak pada terganggunya pasokan listrik ke gardu induk.

Akibat gangguan tersebut, pemadaman listrik tidak hanya terjadi di wilayah pelosok, tetapi juga dirasakan masyarakat di sejumlah kota besar, termasuk kawasan Jabodetabek.

Biang Kerok Gangguan PLTU

PLN mengungkapkan salah satu penyebab gangguan operasional PLTU adalah tersendatnya pasokan batu bara sebagai bahan bakar utama pembangkit. Meski demikian, PLN menyatakan distribusi batu bara yang sebelumnya mengalami kendala kini mulai kembali normal ke sejumlah PLTU.

Beberapa PLTU yang disebut mengalami gangguan pasokan batu bara antara lain:

  1. PLTU Pelabuhan Ratu
  2. PLTU Lontar
  3. PLTU Labuan
  4. PLTU Suralaya 1-8
  5. PLTU Jawa 7
  6. PLTU Jawa 9 dan 10
  7. PLTU Indramayu
  8. PLTU Paiton 1 dan 2
  9. PLTU Paiton 9
  10. PLTU Rembang
  11. PLTU Pacitan
  12. PLTU Tanjung Awar-Awar

ESDM Bantah Terjadi Kelangkaan Batu Bara

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. [Suara.com/Novian Ardiansyah].
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. [Suara.com/Novian Ardiansyah].

Di sisi lain, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membantah adanya kelangkaan batu bara yang menyebabkan gangguan listrik. Menurutnya, secara teknis pasokan batu bara untuk kebutuhan PLN masih mencukupi.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba), kebutuhan batu bara PLN mencapai sekitar 154 juta ton per tahun. Dari jumlah tersebut, pemerintah telah menugaskan perusahaan tambang nasional untuk memasok sekitar 180 juta hingga 190 juta ton batu bara.

Selain itu, PLN disebut telah menandatangani kontrak pasokan batu bara sebesar 134 juta ton. Dengan demikian, masih terdapat sekitar 16 juta ton kebutuhan yang belum dikontrakkan.

baca juga

Perbedaan pandangan antara PLN dan pemerintah ini pun memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai siapa yang sebenarnya bertanggung jawab atas gangguan listrik yang terjadi.

Apa Kata Pengamat

Infografis Pemadaman listrik. [Suara.com/AI].
Infografis Pemadaman listrik. [Suara.com/AI].

Pengamat Energi Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi, menilai persoalan pemadaman listrik akibat gangguan pasokan batu bara bukanlah hal baru. Menurutnya, masalah serupa telah berulang kali terjadi, namun belum ada solusi yang benar-benar menyelesaikan akar persoalan.

Padahal, pemerintah telah mewajibkan perusahaan tambang memasok minimal 20 persen produksinya untuk kebutuhan dalam negeri melalui skema Domestic Market Obligation (DMO). Selain itu, harga batu bara untuk PLN juga telah ditetapkan sebesar 70 dolar AS per ton melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 1395 K/2018.

Namun demikian, menurut Fahmy, perusahaan tambang cenderung lebih memilih pasar ekspor yang menawarkan harga lebih tinggi dibandingkan memasok batu bara ke PLN.

"PLN harus segera mengatasi pemadaman listrik bergilir dalam tempo sesingkatnya, memperbaiki supply chain management pasokan batubara dan meningkatkan kualitas pemeliharaan PLTU," kata Fahmy.

Ia juga meminta pemerintah meningkatkan pengawasan terhadap pemenuhan kewajiban DMO batu bara. Menurutnya, sanksi tegas berupa denda, larangan ekspor hingga pencabutan izin usaha perlu diterapkan kepada perusahaan yang tidak memenuhi kewajiban pasokan untuk kebutuhan dalam negeri.

Perlu Ada Kompensasi

Di tengah polemik tersebut, masyarakat menjadi pihak yang paling dirugikan akibat pemadaman listrik. Aktivitas rumah tangga, usaha hingga layanan publik terganggu karena aliran listrik yang terputus.

Karena itu, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendorong PLN memberikan kompensasi kepada pelanggan yang terdampak, baik dalam bentuk diskon maupun pengurangan tagihan listrik.

Menurut YLKI, masyarakat tidak boleh terus menjadi pihak yang menanggung kerugian akibat lemahnya sistem pengelolaan energi. Kompensasi dinilai penting karena ketika listrik padam, yang terganggu bukan hanya pasokan energi, tetapi juga kualitas hidup serta kepastian hak konsumen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PLN Kekurangan Batu Bara 20 Juta Ton, Bahlil Turun Tangan Bentuk Tim Pengawas Khusus

PLN Kekurangan Batu Bara 20 Juta Ton, Bahlil Turun Tangan Bentuk Tim Pengawas Khusus

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 10:06 WIB

Di Tengah Mati Lampu Masal, Petinggi PLN Bisa Kantongi Gaji Ratusan Juta Setiap Bulan?

Di Tengah Mati Lampu Masal, Petinggi PLN Bisa Kantongi Gaji Ratusan Juta Setiap Bulan?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:56 WIB

Tak Mau Disalahkan, Bahlil Serahkan Urusan Mati Lampu ke PLN

Tak Mau Disalahkan, Bahlil Serahkan Urusan Mati Lampu ke PLN

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 13:13 WIB

Terkini

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB

Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS

Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:06 WIB

KOSPI dan IHSG Kompak Anjlok Parah, Pasar Saham Merana

KOSPI dan IHSG Kompak Anjlok Parah, Pasar Saham Merana

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:52 WIB

Khofifah Paparkan Realisasi Pendapatan APBD Jatim 2025 Tembus 104,65 Persen

Khofifah Paparkan Realisasi Pendapatan APBD Jatim 2025 Tembus 104,65 Persen

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:42 WIB

Mengapa Minyakita Selalu Langka? Ekonom Ungkap Masalahnya

Mengapa Minyakita Selalu Langka? Ekonom Ungkap Masalahnya

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:34 WIB

Tempo Scan (TSPC) Respon Penangkapan Richard Muljadi Terkait Kasus Penipuan

Tempo Scan (TSPC) Respon Penangkapan Richard Muljadi Terkait Kasus Penipuan

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:17 WIB

Klarifikasi Purbaya soal Patriot Bond Bikin Investor Kebal Pajak-Hukum hingga Pencucian Uang

Klarifikasi Purbaya soal Patriot Bond Bikin Investor Kebal Pajak-Hukum hingga Pencucian Uang

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:17 WIB

Hutama Karya Catat Kinerja Positif dalam Pengelolaan 14 Ruas Tol di Wilayah Indonesia

Hutama Karya Catat Kinerja Positif dalam Pengelolaan 14 Ruas Tol di Wilayah Indonesia

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:59 WIB

Minyakita Masih Mahal, CORE Sebut Produsen Sawit Lebih Pilih Ekspor Ketimbang Pasok Dalam Negeri

Minyakita Masih Mahal, CORE Sebut Produsen Sawit Lebih Pilih Ekspor Ketimbang Pasok Dalam Negeri

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:46 WIB

Siapa Richard Muljadi? Cucu Konglomerat Terjerat Penipuan Batu Bara

Siapa Richard Muljadi? Cucu Konglomerat Terjerat Penipuan Batu Bara

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:36 WIB