Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.343,711
LQ45 630,859
Srikehati 307,881
JII 380,533
USD/IDR 17.914

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Achmad Fauzi

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:56 WIB
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
Ilustrasi Pemadaman Listrik. [Suara.com/AI].
baca 10 detik
  • Sejumlah wilayah di Pulau Jawa dan Jabodetabek mengalami pemadaman listrik akibat gangguan operasional pada berbagai PLTU.
  • PLN menyatakan gangguan disebabkan kendala pasokan batu bara, sementara Kementerian ESDM membantah adanya kelangkaan stok batu bara nasional.
  • YLKI mendesak PLN memberikan kompensasi kepada masyarakat terdampak akibat terganggunya aktivitas ekonomi dan hak konsumen selama pemadaman.

Suara.com - Masyarakat di sejumlah wilayah Pulau Jawa harus menghadapi pemadaman listrik dalam beberapa waktu terakhir. PT PLN (Persero) mengakui gangguan terjadi pada sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), yang berdampak pada terganggunya pasokan listrik ke gardu induk.

Akibat gangguan tersebut, pemadaman listrik tidak hanya terjadi di wilayah pelosok, tetapi juga dirasakan masyarakat di sejumlah kota besar, termasuk kawasan Jabodetabek.

Biang Kerok Gangguan PLTU

PLN mengungkapkan salah satu penyebab gangguan operasional PLTU adalah tersendatnya pasokan batu bara sebagai bahan bakar utama pembangkit. Meski demikian, PLN menyatakan distribusi batu bara yang sebelumnya mengalami kendala kini mulai kembali normal ke sejumlah PLTU.

Beberapa PLTU yang disebut mengalami gangguan pasokan batu bara antara lain:

  1. PLTU Pelabuhan Ratu
  2. PLTU Lontar
  3. PLTU Labuan
  4. PLTU Suralaya 1-8
  5. PLTU Jawa 7
  6. PLTU Jawa 9 dan 10
  7. PLTU Indramayu
  8. PLTU Paiton 1 dan 2
  9. PLTU Paiton 9
  10. PLTU Rembang
  11. PLTU Pacitan
  12. PLTU Tanjung Awar-Awar

ESDM Bantah Terjadi Kelangkaan Batu Bara

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. [Suara.com/Novian Ardiansyah].
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. [Suara.com/Novian Ardiansyah].

Di sisi lain, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membantah adanya kelangkaan batu bara yang menyebabkan gangguan listrik. Menurutnya, secara teknis pasokan batu bara untuk kebutuhan PLN masih mencukupi.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba), kebutuhan batu bara PLN mencapai sekitar 154 juta ton per tahun. Dari jumlah tersebut, pemerintah telah menugaskan perusahaan tambang nasional untuk memasok sekitar 180 juta hingga 190 juta ton batu bara.

Selain itu, PLN disebut telah menandatangani kontrak pasokan batu bara sebesar 134 juta ton. Dengan demikian, masih terdapat sekitar 16 juta ton kebutuhan yang belum dikontrakkan.

baca juga

Perbedaan pandangan antara PLN dan pemerintah ini pun memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai siapa yang sebenarnya bertanggung jawab atas gangguan listrik yang terjadi.

Apa Kata Pengamat

Infografis Pemadaman listrik. [Suara.com/AI].
Infografis Pemadaman listrik. [Suara.com/AI].

Pengamat Energi Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi, menilai persoalan pemadaman listrik akibat gangguan pasokan batu bara bukanlah hal baru. Menurutnya, masalah serupa telah berulang kali terjadi, namun belum ada solusi yang benar-benar menyelesaikan akar persoalan.

Padahal, pemerintah telah mewajibkan perusahaan tambang memasok minimal 20 persen produksinya untuk kebutuhan dalam negeri melalui skema Domestic Market Obligation (DMO). Selain itu, harga batu bara untuk PLN juga telah ditetapkan sebesar 70 dolar AS per ton melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 1395 K/2018.

Namun demikian, menurut Fahmy, perusahaan tambang cenderung lebih memilih pasar ekspor yang menawarkan harga lebih tinggi dibandingkan memasok batu bara ke PLN.

"PLN harus segera mengatasi pemadaman listrik bergilir dalam tempo sesingkatnya, memperbaiki supply chain management pasokan batubara dan meningkatkan kualitas pemeliharaan PLTU," kata Fahmy.

Ia juga meminta pemerintah meningkatkan pengawasan terhadap pemenuhan kewajiban DMO batu bara. Menurutnya, sanksi tegas berupa denda, larangan ekspor hingga pencabutan izin usaha perlu diterapkan kepada perusahaan yang tidak memenuhi kewajiban pasokan untuk kebutuhan dalam negeri.

Perlu Ada Kompensasi

Di tengah polemik tersebut, masyarakat menjadi pihak yang paling dirugikan akibat pemadaman listrik. Aktivitas rumah tangga, usaha hingga layanan publik terganggu karena aliran listrik yang terputus.

Karena itu, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendorong PLN memberikan kompensasi kepada pelanggan yang terdampak, baik dalam bentuk diskon maupun pengurangan tagihan listrik.

Menurut YLKI, masyarakat tidak boleh terus menjadi pihak yang menanggung kerugian akibat lemahnya sistem pengelolaan energi. Kompensasi dinilai penting karena ketika listrik padam, yang terganggu bukan hanya pasokan energi, tetapi juga kualitas hidup serta kepastian hak konsumen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PLN Kekurangan Batu Bara 20 Juta Ton, Bahlil Turun Tangan Bentuk Tim Pengawas Khusus

PLN Kekurangan Batu Bara 20 Juta Ton, Bahlil Turun Tangan Bentuk Tim Pengawas Khusus

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 10:06 WIB

Di Tengah Mati Lampu Masal, Petinggi PLN Bisa Kantongi Gaji Ratusan Juta Setiap Bulan?

Di Tengah Mati Lampu Masal, Petinggi PLN Bisa Kantongi Gaji Ratusan Juta Setiap Bulan?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:56 WIB

Tak Mau Disalahkan, Bahlil Serahkan Urusan Mati Lampu ke PLN

Tak Mau Disalahkan, Bahlil Serahkan Urusan Mati Lampu ke PLN

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 13:13 WIB

Terkini

Bukan Orang Kaya Saja, Semua Keluarga Perlu Siapkan Warisan Sejak Dini

Bukan Orang Kaya Saja, Semua Keluarga Perlu Siapkan Warisan Sejak Dini

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 08:42 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Makin Pedas, Beras Mulai Merangkak Naik

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Makin Pedas, Beras Mulai Merangkak Naik

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 08:33 WIB

Apakah Wardah Tinted Sunscreen Waterproof dan Tahan Lama? Ini Perbedaan Klaim 2 Variannya

Apakah Wardah Tinted Sunscreen Waterproof dan Tahan Lama? Ini Perbedaan Klaim 2 Variannya

Lifestyle | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 08:32 WIB

Ulasan Totto-Chan: Gadis Cilik di Jendela,Kisah Pendidikan yang Membebaskan

Ulasan Totto-Chan: Gadis Cilik di Jendela,Kisah Pendidikan yang Membebaskan

Your Say | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Singapura vs Timnas Indonesia: Eks Bek MU Sebut The Lions Lapar Bakal Terkam Garuda

Singapura vs Timnas Indonesia: Eks Bek MU Sebut The Lions Lapar Bakal Terkam Garuda

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Prediksi Skor, Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Singapura di Piala AFF 2026

Prediksi Skor, Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Singapura di Piala AFF 2026

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 08:25 WIB

KPK Usut Asal-Usul SGD 8.500 yang Ditemukan di Ruang Kakanim Jakarta Selatan

KPK Usut Asal-Usul SGD 8.500 yang Ditemukan di Ruang Kakanim Jakarta Selatan

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 08:24 WIB

951 Pinjol yang Resahkan Masyarakat Ditutup, Modusnya Lewat Aplikasi dan Situs

951 Pinjol yang Resahkan Masyarakat Ditutup, Modusnya Lewat Aplikasi dan Situs

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 08:21 WIB

Spesifikasi Chery Tiggo V yang Meluncur di GIIAS 2026 sebagai SUV Khusus Indonesia

Spesifikasi Chery Tiggo V yang Meluncur di GIIAS 2026 sebagai SUV Khusus Indonesia

Otomotif | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 08:15 WIB

Apa Perbedaan Sunscreen Tinted dengan Sunscreen Biasa? Ini Penjelasan dan Kelebihannya

Apa Perbedaan Sunscreen Tinted dengan Sunscreen Biasa? Ini Penjelasan dan Kelebihannya

Lifestyle | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 08:06 WIB

×