Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.409,654
LQ45 640,294
Srikehati 312,025
JII 387,404
USD/IDR 17.908

Ungkap Alasan Gaji Guru 'Tidak Layak', Prabowo: Tidak Ada Uangnya

M Nurhadi

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:47 WIB
Ungkap Alasan Gaji Guru 'Tidak Layak', Prabowo: Tidak Ada Uangnya
Presiden Prabowo Subianto. (foto: BPMI Sekretariat Presiden)
baca 10 detik
  • Presiden Prabowo menyatakan kesejahteraan guru dan PNS terhambat akibat kebocoran anggaran negara dan pelarian modal ke luar negeri.
  • Data DEN menunjukkan Indonesia mengalami kerugian kumulatif sebesar Rp15.000 triliun selama 34 tahun akibat praktik manipulasi dokumen ekspor.
  • Pemerintah kini berupaya merombak sistem untuk menutup celah kebocoran ekonomi demi meningkatkan upah tenaga pendidik serta pegawai negeri.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto blak-blakan mengenai akar masalah yang menghambat optimalisasi peningkatan kesejahteraan guru dan pegawai negeri sipil (PNS) di tanah air.

Saat menghadiri penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Kepala Negara mengaitkan minimnya ruang fiskal untuk menaikkan upah tenaga pendidik dengan besarnya angka kebocoran anggaran negara serta aliran dana ke luar negeri.

Menurut Presiden, masalah utama belum sejahteranya pegawai negara bukan karena anggaran pendidikan nasional kecil, melainkan karena pendapatan yang seharusnya masuk ke kas negara terus terkikis habis akibat berbagai penyimpangan.

Di hadapan para ulama dan warga NU, Presiden memaparkan data perdagangan internasional dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang diolah oleh Dewan Ekonomi Nasional (DEN).

Menurut Prabowo, Indonesia mencatatkan performa gemilang dengan membukukan keuntungan perdagangan sebesar US$436 miliar atau setara Rp7.800 triliun dalam kurun waktu 22 tahun terakhir.

Bahkan, dalam rentang lebih dari dua dekade itu, Indonesia sukses mendulang untung selama 17 tahun dan hanya mencatat rapor merah selama 5 tahun.

"Kalau sekarang ada yang bilang rupiah lemah ini dan itu, ya karena kekayaannya kita keluar negeri. Keuntungan kita 436 miliar dollar AS, jadi yang tinggal sedikit sekali dibandingkan yang keluar," ungkap Presiden Prabowo, dikutip pada Rabu (24/6/2026).

Data DEN memperlihatkan bahwa dalam periode 22 tahun yang sama, arus modal dari Indonesia yang mengalir ke luar negeri menembus angka US$343 miliar. Fenomena penarikan kekayaan yang masif secara terus-menerus ini dinilai menjadi salah satu faktor penekan nilai tukar rupiah.

Selain masalah pelarian modal, Presiden Prabowo menyoroti modus manipulasi laporan perdagangan atau under-invoicing yang kerap dipraktikkan oleh sejumlah oknum pengusaha nakal.

baca juga

Melalui manipulasi ini, para pengusaha melaporkan nilai komoditas ekspor jauh lebih rendah dari volume transaksi yang sebenarnya guna menghindari kewajiban pajak, sehingga negara kehilangan potensi pendapatan dalam jumlah masif.

Presiden memberikan gambaran konkret mengenai ketidakjujuran oknum pelaku usaha tersebut. "Para pengusaha itu bohong. Katanya dia jual 1.000 ton, dia lapor hanya 500 ton. Artinya apa? Artinya negara rugi," tegasnya.

Akibat pemalsuan dokumen perdagangan ekspor ini, Indonesia diperkirakan telah menanggung kerugian kumulatif yang sangat fantastis, yakni mencapai US$908 miliar atau berkisar Rp15.000 triliun hingga Rp16.244,12 triliun dalam kurun waktu 34 tahun terakhir.

Tingginya kebocoran ekonomi yang ditaksir para ahli masih menyentuh kisaran US$150 miliar atau sekitar Rp2.500 triliun per tahun inilah yang menurut Prabowo menjadi biang keladi minimnya dana untuk perbaikan upah guru dan PNS.

"Kenapa gaji guru tidak bisa baik (tidak layak -red), gaji pegawai negeri tidak bisa baik, kenapa anggaran selalu kurang? Ya karena uangnya enggak ada. Diambil terus," lanjut Presiden sembari memastikan bahwa pemerintah tengah merombak sistem untuk menutup celah-celah kebocoran tersebut.

Sebagai catatan, perbaikan upah guru memang menjadi tantangan tersendiri hingga pertengahan tahun 2026 ini lantaran belum adanya regulasi baru yang disahkan. Di sisi lain, dana fungsi pendidikan di dalam APBN sebenarnya telah dialokasikan sesuai mandat konstitusi sebesar 20%, atau berkisar antara Rp757,8 triliun hingga Rp769,09 triliun.

Namun, porsi terbesar dari dana pendidikan tersebut saat ini disalurkan melalui Badan Gizi Nasional (BGN) dengan nilai Rp223,5 triliun untuk operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Rp12,4 triliun untuk manajemennya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gaji di Bawah Rp8 Juta Kini Tergolong  Miskin Baru, Warga UMK Harus Bersaing untuk Rumah Subsidi

Gaji di Bawah Rp8 Juta Kini Tergolong Miskin Baru, Warga UMK Harus Bersaing untuk Rumah Subsidi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:36 WIB

Kritik Pedas Mobilisasi Siswa Batam Demi Program MBG: Menyesatkan dan Tak Mendidik

Kritik Pedas Mobilisasi Siswa Batam Demi Program MBG: Menyesatkan dan Tak Mendidik

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:04 WIB

Anak Sekolah Rawan Terinjak di Demo Makan Gratis Batam: Siapa yang Harus Diseret ke Hukum?

Anak Sekolah Rawan Terinjak di Demo Makan Gratis Batam: Siapa yang Harus Diseret ke Hukum?

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:27 WIB

Prabowo Kunker ke Gorontalo Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII 2026

Prabowo Kunker ke Gorontalo Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII 2026

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:41 WIB

SDA Terus Dicuri, Prabowo: TNI AL dan Bea Cukai Sudah Dikerahkan, Masih Saja Bocor!

SDA Terus Dicuri, Prabowo: TNI AL dan Bea Cukai Sudah Dikerahkan, Masih Saja Bocor!

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 21:17 WIB

Rugi Terus, Prabowo Bakal Tutup 800 Perusahaan Pelat Merah untuk Berhemat

Rugi Terus, Prabowo Bakal Tutup 800 Perusahaan Pelat Merah untuk Berhemat

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 21:08 WIB

Terkini

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Video | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:00 WIB

Curi Perhatian Owi/Butet, 16 Atlet Raih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar

Curi Perhatian Owi/Butet, 16 Atlet Raih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar

Sport | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:56 WIB

Urgen, Mengubah Keahlian Individual Manajemen Pengetahuan di Setjen DPR Jadi Kekuatan Institusional

Urgen, Mengubah Keahlian Individual Manajemen Pengetahuan di Setjen DPR Jadi Kekuatan Institusional

DPR | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:54 WIB

×