Purbaya Yakin Harga Pertamax Segera Turun, Kapan?

Dicky Prastya

Kamis, 25 Juni 2026 | 10:49 WIB
Purbaya Yakin Harga Pertamax Segera Turun, Kapan?
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Dok. Kemenkeu]
baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan kenaikan harga BBM non-subsidi dipicu oleh konflik Amerika Serikat dan Iran.
  • Pemerintah Indonesia optimistis harga BBM non-subsidi akan turun pada semester dua tahun 2026 akibat meredanya ketegangan global.
  • Penurunan harga minyak dunia diproyeksikan dapat memperkuat fondasi ekonomi Indonesia setelah melewati masa ujian ketidakpastian global tersebut.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini kalau harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi bakal segera turun di Indonesia, yang mana saat ini harga Pertamax (RON 92) mencapai Rp 16.250 per liter.

Menkeu Purbaya mengungkapkan kalau kenaikan harga Pertamax terjadi lantaran adanya perang Amerika Serikat vs Iran di Timur Tengah yang juga berdampak pada kenaikan harga minyak dunia.

Akibat itu, ia mengakui kalau Pemerintah terpaksa menaikkan harga BBM non subsidi, meskipun BBM subsidi seperti Pertalite masih dipertahankan.

"Salah satu tekanan yang kita alami adalah ketika harga minyak dunia naik, kita terpaksa menaikkan sebagian harga BBM yang tidak bersubsidi. Walaupun yang bersubsidi kita pertahankan, tapi itu kan sudah menimbulkan kegaduhan," katanya dalam Rapat Kerja bersama DPD RI yang disiarkan virtual, dikutip Kamis (25/6/2026).

Namun Purbaya yakin kalau saat ini ada potensi harga minyak dunia turun di tengah menurunnya tensi perang Timur Tengah. Hal itu juga akan berdampak ke harga Pertamax dan komoditas lain.

Dengan demikian Purbaya meyakini kalau fondasi pertumbuhan ekonomi Indonesia bakal semakin kuat.

Ilustrasi harga BBM naik (dok. Suara)
Ilustrasi harga BBM naik (dok. Suara)

"Jadi memang ketika ketidakpastian meningkat seperti kemarin, harga minyak dunia tinggi sekali, kita dalam ujian yang berat. Tapi kalau dari data yang kita lihat sekarang, sepertinya kita sudah melewati masa ujian itu," lanjutnya.

Bendahara Negara mengklaim kalau Pemerintah akan terus memperbaiki fondasi ekonomi yang sudah ada agar pertumbuhan lebih optimal. Ia tak menampik kalau saat ini keadaan memang masih belum ideal.

Tapi Purbaya mengakui kalau Pemerintah memang terpaksa mengambil tindakan untuk memitigasi dampak global supaya Indonesia masih bertahan. Ia pun yakin harga Pertamax bisa turun di semester dua tahun ini yang juga berdampak ke perekonomian.

baca juga

"Saya harap ke depan dengan tadinya tadi prospek membaiknya kondisi di perang AS-Iran dan harga minyak yang lebih rendah, harusnya kita akan lebih baik di paruh kedua tahun ini. Mudah-mudahan hal ini terjadi terus," jelasnya.

Diketahui PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga BBM Pertamax per 10 Juni 2026. Pertamax RON 92 naik dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter. Sedangkan Pertamax Green Ron 95 naik dari Rp 12.900 menjadi Rp 17.000 per liter.

Sementara harga produk bahan bakar non-subsidi Pertamax Turbo (RON 98) tetap Rp20.750 per liter, Dexlite (CN 51) tetap Rp23.000 per liter, dan Pertamina Dex (CN 53) tetap Rp24.800 per liter. Jenis BBM ini dikarenakan sudah naik sebelumnya.

Berikut harga BBM Pertamina terbaru

  • Pertamax (RON 92) Rp 16.250 per liter
  • Pertamax Green 95 (RON 95) Rp 17.000 per liter
  • Pertamax Turbo Rp 20.750 per liter
  • Dexlite Rp 23.000 per liter
  • Pertamina Dex Rp 24.800 liter
  • Solar Subsidi Rp 6.800 per liter
  • Pertalite (RON 90) Rp 10.000 per liter

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Tunda Insentif Motor Listrik, Nasib Ditentukan Juli 2026

Pemerintah Tunda Insentif Motor Listrik, Nasib Ditentukan Juli 2026

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 16:53 WIB

Prabowo Mau Stop Impor BBM: Kita Akan Swasembada Energi

Prabowo Mau Stop Impor BBM: Kita Akan Swasembada Energi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 16:37 WIB

Purbaya Klaim Kemenkeu Belum Berencana Punya Saham BEI Meski Diizinkan UU P2SK

Purbaya Klaim Kemenkeu Belum Berencana Punya Saham BEI Meski Diizinkan UU P2SK

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 15:37 WIB

Purbaya Ngotot Tambah Layer Cukai untuk Legalisasi Rokok Ilegal

Purbaya Ngotot Tambah Layer Cukai untuk Legalisasi Rokok Ilegal

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 15:14 WIB

Purbaya Respons Isu Tarik Dana SAL Milik Pemerintah dari Perbankan

Purbaya Respons Isu Tarik Dana SAL Milik Pemerintah dari Perbankan

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:26 WIB

Purbaya Bantah Patriot Bond Mirip Tax Amnesty, Minta Investor Segera Beli

Purbaya Bantah Patriot Bond Mirip Tax Amnesty, Minta Investor Segera Beli

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29 WIB

Terkini

Produksi Sumur Baru PHM Lampaui Target, Hasilkan Gas 3,3 MMscfd dan Minyak 250 BOPD

Produksi Sumur Baru PHM Lampaui Target, Hasilkan Gas 3,3 MMscfd dan Minyak 250 BOPD

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 20:19 WIB

Ketika Media Sosial Mengubah Cara Konsumen Belanja

Ketika Media Sosial Mengubah Cara Konsumen Belanja

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 20:19 WIB

Pemprov Banten Siapkan 600 Siswa Masuk Barak TNI, Pengamat Pendidikan Kritik Program

Pemprov Banten Siapkan 600 Siswa Masuk Barak TNI, Pengamat Pendidikan Kritik Program

Banten | Sabtu, 07 November 2026 | 20:17 WIB

Jutaan Orang Indonesia Tak Sadar Jadi Pembawa Sifat Talasemia, Kenali Risikonya Sejak Dini

Jutaan Orang Indonesia Tak Sadar Jadi Pembawa Sifat Talasemia, Kenali Risikonya Sejak Dini

Health | Sabtu, 07 November 2026 | 20:05 WIB

Pemkab Bogor Ambil Alih Pengelolaan Masjid At-Ta'awun di Puncak

Pemkab Bogor Ambil Alih Pengelolaan Masjid At-Ta'awun di Puncak

Jabar | Sabtu, 07 November 2026 | 20:04 WIB

Kolaborasi Lintas Sektor: Pemkot Tangsel Gandeng Kampus dan Swasta Sukseskan Porprov Banten 2026

Kolaborasi Lintas Sektor: Pemkot Tangsel Gandeng Kampus dan Swasta Sukseskan Porprov Banten 2026

Banten | Sabtu, 07 November 2026 | 20:02 WIB

Career Cushioning: Solusi Cerdas Hadapi Layoff atau Pemicu Burnout Baru?

Career Cushioning: Solusi Cerdas Hadapi Layoff atau Pemicu Burnout Baru?

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 19:55 WIB

KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Suap di Kantah Kabupaten Bogor I

KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Suap di Kantah Kabupaten Bogor I

Bogor | Sabtu, 07 November 2026 | 19:52 WIB

Tak Selalu Mulus, Ini 5 Drakor yang Terseret Kontroversi Sepanjang 2026

Tak Selalu Mulus, Ini 5 Drakor yang Terseret Kontroversi Sepanjang 2026

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 19:45 WIB

Bukan Rem atau Gas Total: Menentukan Kecepatan AI Berbasis Risiko

Bukan Rem atau Gas Total: Menentukan Kecepatan AI Berbasis Risiko

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 19:25 WIB

×