Menurut Krisdianto, pengalaman panjang koperasi kredit dalam membangun pendidikan anggota, tata kelola kelembagaan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat adalah modal penting yang dapat dibagikan kepada koperasi-koperasi baru di seluruh Indonesia.
Sementara itu, Ketua Pengurus INKOPDIT Wara Sabon Dominikus mengingatkan seluruh gerakan koperasi kredit Indonesia agar tetap menjaga ideologi dan jati diri koperasi di tengah berbagai tantangan zaman.
Ia menilai gerakan koperasi kredit perlu terus melakukan re-ideologisasi, transformasi, dan penguatan resiliensi agar mampu bertahan hingga satu abad ke depan.
“Gerakan koperasi kredit Indonesia harus kembali meneguhkan nilai dasar koperasi, memperkuat transformasi berbasis teknologi dan kebutuhan anggota, serta membangun daya tahan yang kuat menghadapi berbagai tantangan ekonomi di masa depan,” ujarnya.
Wara Sabon Dominikus menegaskan KDKMP adalah bagian dari keluarga besar gerakan koperasi Indonesia yang harus didukung bersama oleh seluruh elemen perkoperasian.
"Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih bukanlah pesaing, melainkan bagian dari keluarga besar gerakan koperasi Indonesia. Kesuksesan KDKMP adalah kesuksesan koperasi Indonesia, dan sebaliknya. Karena itu, INKOPDIT mendukung penuh penguatan KDKMP, terutama melalui pendidikan perkoperasian, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, serta transfer pengalaman tata kelola yang telah dimiliki gerakan koperasi kredit selama puluhan tahun," ujar Wara Sabon Dominikus.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Manggarai Barat Yulianus Weng menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Labuan Bajo sebagai lokasi penyelenggaraan RAT INKOPDIT Tahun Buku 2025.
Menurut dia, kehadiran ratusan insan koperasi dari berbagai daerah menjadi kehormatan sekaligus membawa dampak positif bagi daerah.
“Atas nama Pemerintah dan masyarakat Manggarai Barat, kami menyampaikan selamat datang dan terima kasih kepada seluruh peserta. Kehadiran Bapak dan Ibu sekalian merupakan kehormatan bagi kami dan menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi daerah serta memperkuat ekonomi lokal,” katanya.
RAT INKOPDIT Tahun Buku 2025 menjadi momentum penting bagi gerakan koperasi kredit Indonesia untuk memperkuat konsolidasi organisasi, memperkokoh tata kelola kelembagaan, serta merumuskan langkah strategis dalam menghadapi dinamika ekonomi nasional dan global.
Melalui forum ini, sinergi antara pemerintah, LPDB Koperasi, INKOPDIT, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan semakin kuat dalam mewujudkan koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional.***