- Petani dan ekonom meminta pemerintah mempertimbangkan dampak sosial ekonomi secara menyeluruh dalam penyusunan aturan industri hasil tembakau.
- Sahminuddin menekankan tembakau merupakan penggerak utama ekonomi daerah yang menyangkut kesejahteraan petani serta keberlangsungan jutaan tenaga kerja.
- Hasil simulasi INDEF menunjukkan pembatasan regulasi tembakau berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi dan menurunkan penerimaan negara hingga triliunan rupiah.
Pada periode yang sama, pertumbuhan sektor tersebut tercatat minus 4,05 persen.
![Industri tembakau. [Unsplash]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/26/51157-industri-tembakau.jpg)
"Tanpa PP pun industri ini sebenarnya sudah mengalami tekanan yang cukup berat. Kalau seluruh aturan baru diberlakukan sekaligus, tentu tekanannya akan semakin besar," katanya.
Tauhid juga menilai pemerintah perlu memberi ruang pemulihan bagi industri dengan mempertimbangkan moratorium kenaikan tarif cukai serta memperkuat pemberantasan rokok ilegal.
"Saya kira yang paling penting sekarang adalah memberikan ruang bagi industri untuk pulih sambil memperkuat pemberantasan rokok ilegal," pungkasnya.