- Cabai rawit merah tembus Rp78.850/kg, tertinggi di pasar nasional.
- Bawang merah dan bawang putih melonjak lebih dari 11 persen.
- Harga beras naik di semua kualitas, disparitas antarprovinsi melebar.
Suara.com - Tekanan terhadap daya beli masyarakat kembali meningkat seiring melonjaknya harga sejumlah komoditas pangan strategis di pasar tradisional nasional. Pada Selasa (9/6/2026), harga cabai, bawang, hingga beras kompak mengalami kenaikan, memicu kekhawatiran terhadap potensi berlanjutnya inflasi pangan di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan.
Data Panel Harga Pangan Nasional Bank Indonesia (BI) menunjukkan cabai rawit merah menjadi komoditas dengan lonjakan harga tertinggi. Harga komoditas tersebut menembus Rp78.850 per kilogram, naik 3,56 persen atau bertambah Rp4.150 dibandingkan hari sebelumnya. Kenaikan juga terjadi pada cabai merah keriting yang melonjak 5,58 persen menjadi Rp65.250 per kilogram, serta cabai merah besar yang naik menjadi Rp65.100 per kilogram.
Tak hanya cabai, kelompok bumbu dapur lainnya juga mengalami lonjakan signifikan. Harga bawang merah ukuran sedang melesat 12,44 persen menjadi Rp58.300 per kilogram, sementara bawang putih ukuran sedang naik 11,56 persen menjadi Rp42.950 per kilogram. Kenaikan dua digit pada komoditas utama rumah tangga ini menunjukkan tekanan harga masih belum mereda di tingkat konsumen.
Kondisi serupa terjadi pada beras yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Hampir seluruh kategori beras mengalami kenaikan harga. Beras kualitas bawah I naik 7,19 persen menjadi Rp15.650 per kilogram, sedangkan kualitas bawah II meningkat 4,5 persen menjadi Rp15.100 per kilogram. Beras medium dan premium juga mencatat kenaikan, menambah beban pengeluaran rumah tangga di tengah tren kenaikan harga pangan.
Selain itu, harga gula pasir premium ikut naik 4,2 persen menjadi Rp21.100 per kilogram. Kenaikan berbagai kebutuhan pokok ini memperlihatkan tekanan pangan yang semakin meluas dan berpotensi menggerus daya beli masyarakat apabila berlangsung dalam jangka panjang.
Meski demikian, beberapa komoditas protein hewani dan minyak goreng mencatat penurunan harga. Daging ayam ras, telur ayam, daging sapi, hingga minyak goreng mengalami koreksi. Namun penurunan tersebut dinilai belum cukup untuk mengimbangi lonjakan harga cabai, bawang, dan beras yang menjadi kebutuhan harian masyarakat.
Di sisi lain, disparitas harga beras antarwilayah masih menjadi persoalan. Harga beras di Papua tercatat mencapai Rp19.100 per kilogram, jauh lebih tinggi dibandingkan Sulawesi Selatan yang berada di level Rp14.350 per kilogram. Selisih harga mencapai Rp4.750 per kilogram menunjukkan distribusi pangan nasional masih menghadapi tantangan besar.