- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengupayakan efisiensi anggaran program Makan Bergizi Gratis agar menjadi lebih hemat dan signifikan.
- Purbaya menegaskan bahwa meskipun anggaran telah dipangkas, program andalan Presiden Prabowo Subianto ini harus tetap berjalan efektif.
- Kepala Badan Gizi Nasional berencana melakukan pemangkasan anggaran lanjutan guna memastikan keuangan negara tetap dalam kondisi aman.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menginginkan efisiensi anggaran program Makan Bergizi Gratis bisa lebih banyak meskipun sebelumnya sudah dipangkas.
Menkeu Purbaya bahkan menginginkan anggaran MBG bisa sampai nol rupiah. Namun ia menyadari kalau hal itu tidak bisa dilakukan lantaran program harus berjalan.
"Kalau saya maunya Rp 0, tapi enggak bisa kan. Itu sudah keluar anggarannya. Kalau berhenti juga enggak benar," katanya dalam media briefing di Kantor Kemenkeu, Jakarta, dikutip Senin (29/6/2026).
Bendahara Negara menilai kalau MBG sebenarnya adalah program yang bagus. Hanya saja implementasi masih perlu diperbaiki.
Kendati begitu Purbaya masih belum menyebut berapa angka efisiensi anggaran MBG setelah melakukan pertemuan dengan para petinggi BGN pekan lalu. Ia hanya memastikan anggaran negara lebih aman setelah adanya pemangkasan.
"Jadi cukup signifikan pengurangannya, yang jelas anggaran kita menjadi lebih aman," lanjutnya.
![Massa aksi membawa poster dan spanduk saat menggelar aksi damai mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Trenggalek, Jawa Timur, Senin (22/6/2026). ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/23/62199-massa-dukung-program-mbg.jpg)
Purbaya kembali sepakat kalau anggaran MBG bisa dipangkas lebih banyak lagi. Ia kembali menolak mengomentari berapa dana yang dipotong dari program andalan Presiden RI Prabowo Subianto tersebut.
"Tanya dia saja. Dia yang lebih ngerti daripada saya. Saya setuju apalagi kalau dipotong lebih banyak lagi. Tapi biar programnya jalan. Artinya kan ada efisiensi yang lebih bagus. Kalau kemarin saya lihat proposalnya ada efisiensi yang lebih bagus. Walaupun masih bisa dikurangi sedikit lagi. Tapi nanti akan signifikan lah pemotongannya. Tapi bukan saya yang usul ya, Kepala BGN-nya sendiri," jelas dia.