Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.831

Ternyata CNG Pengganti LPG 3 Kg Impor Juga dari China

Achmad Fauzi, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Senin, 29 Juni 2026 | 16:47 WIB
Ternyata CNG Pengganti LPG 3 Kg Impor Juga dari China
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman. [Suara.com/Yaumal Adi Asri Hutasuhut].
baca 10 detik
  • Kementerian ESDM menyiapkan tabung Merah Putih berisi CNG sebagai alternatif pengganti LPG subsidi ukuran tiga kilogram.
  • Pemerintah mengimpor lima belas prototipe tabung dari China untuk diuji ketahanan materialnya di Lemigas pada Juli mendatang.
  • Hasil uji coba akan menentukan distribusi bertahap tabung ringan berteknologi katup baru di kota-kota besar Pulau Jawa.

Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mulai menyiapkan tabung khusus sebagai wadah gas alam terkompresi atau Compressed Natural Gas (CNG). Bahan bakar ini dikembangkan sebagai alternatif pengganti untuk menggantikan LPG ukuran 3 kilogram. 

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengungkapkan bahwa tabung khusus tersebut diberi nama tabung 'Merah Putih'.

"Pak Menteri (Bahlil) kan kemarin mengumumkan, tabung merah putih (namanya)," ujar Laode saat ditemui wartawan di Kompleks Parlemen DPR RI, Jakarta pada Senin (29/6/2026).

Direktur Utama PGN Gagas, Santiaji Gunawan, menegaskan bahwa pengembangan CNG merupakan solusi konkret. Foto ist
Ilustrasi CNG. Foto ist

Laode menjelaskan tabung 'Merah Putih' tersebut akan diimpor dari China. Sebagai tahapan uji coba telah didatangkan 15 tabung prototipe berukuran 3 kilogram.

Adapun uji coba dilakukan di Lemigas pada Juli mendatang. 

"Kita uji di Lemigas kan Dia kan harus ada uji tekanan Seperti itu yang paling penting Safety dari valve dan tabungnya seperti apa," kata Laode. 

Ia menjelaskan, tabung yang digunakan merupakan tipe 4 dengan bahan dasar serat material. Tabung dirancang seringan mungkin sehingga tidak berat saat didistribusikan. 

"Kita harus membuat yang lebih ringan, agar emak-emak nanti nggak merasa oh ini kok penggantinya berat," katanya. 

Uji coba yang dilakukan meliputi ketahanan material  tabung hingga komponen katup yang mengintegrasikan teknologi baru dari pabrikan China. 

baca juga

"Di China itu penggabungan antara tabung sama valve-nya. Jadi valve ini seperti yang sampaikan Pak Menteri ada teknologi," kata Laode. 

Jika proses uji coba telah rampung, makan akan mulai didistribusikan secara bertahap, dimulai di kota-kota besar seperti Jakarta. 

"Kita prioritaskan dulu yang dari pipa. Makanya uji cobanya kan Pak Menteri sudah sampaikan di kota-kota besar di Pulau Jawa dulu yang memang jalur gas dari pipanya lebih banyak," pungkas Laode. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bikin Pusing Pengusaha, Mengapa Gas Industri Belakangan Ini Harganya Tinggi?

Bikin Pusing Pengusaha, Mengapa Gas Industri Belakangan Ini Harganya Tinggi?

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 14:28 WIB

Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU

Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 13:19 WIB

Program E20 Jadi Senjata Baru Kurangi Impor BBM, Ini Kebutuhan Etanol Indonesia

Program E20 Jadi Senjata Baru Kurangi Impor BBM, Ini Kebutuhan Etanol Indonesia

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 10:33 WIB

Terkini

Cara Pakai Tinted Sunscreen Yang Benar Ala dr Zie Untuk Samarkan Flek Hitam

Cara Pakai Tinted Sunscreen Yang Benar Ala dr Zie Untuk Samarkan Flek Hitam

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:28 WIB

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:27 WIB

Skybar ibis Styles Yogyakarta Kembali Dibuka, Hadirkan Beragam Agenda Rutin

Skybar ibis Styles Yogyakarta Kembali Dibuka, Hadirkan Beragam Agenda Rutin

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:26 WIB

Kawasan Hutan 60 Hektare Diduga Punya Anggota DPRD Kampar, Belum Ada Tersangka

Kawasan Hutan 60 Hektare Diduga Punya Anggota DPRD Kampar, Belum Ada Tersangka

Riau | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:25 WIB

2026 Is the New 2016, Mengapa Gen Z Kangen Internet yang Dulu?

2026 Is the New 2016, Mengapa Gen Z Kangen Internet yang Dulu?

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:20 WIB

Suzuki XL Terbaru Mulai Diserahkan Kepada Konsumen Jabodetabek

Suzuki XL Terbaru Mulai Diserahkan Kepada Konsumen Jabodetabek

Otomotif | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:19 WIB

Apakah Serum Penumbuh Rambut Aman Digunakan Setiap Hari?

Apakah Serum Penumbuh Rambut Aman Digunakan Setiap Hari?

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:15 WIB

Korban Gempa NNT Butuh 30 Ton Beras, Tenda hingga Obat-obatan

Korban Gempa NNT Butuh 30 Ton Beras, Tenda hingga Obat-obatan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:10 WIB

Kapal Pesir Berlogo Kemhan Viral! Ternyata Milik Haji Isam untuk Proyek Pangan

Kapal Pesir Berlogo Kemhan Viral! Ternyata Milik Haji Isam untuk Proyek Pangan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:55 WIB

Ayah, Aku Hanya Ingin Didengar

Ayah, Aku Hanya Ingin Didengar

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:52 WIB

×