- Indeks Harga Saham Gabungan anjlok 2,42 persen ke posisi 5.679,75 di Bursa Efek Indonesia pada 30 Juni 2026.
- Pasar saham Indonesia mencatat kinerja terburuk secara global dengan penurunan lebih dari 34 persen sepanjang tahun 2026.
- Pelemahan dipicu oleh tekanan saham perbankan, sektor material dasar, dinamika geopolitik, serta melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar.
BUMI: Rp 136 (-3,55%)
EPAC: Rp 72 (-11,11%)
BNBR: Rp 84 (-6,67%)
BIPI: Rp 116 (-8,66%)
DEWA: Rp 288 (-6,49%)
Saham Pencetak Kenaikan Tertinggi (Top Gainers):
PEGE: Rp 141 (Naik 34,29%)
AYLS: Rp 178 (Naik 28,99%)
MGNA: Rp 96 (Naik 20,00%)
BOBA: Rp 288 (Naik 17,07%)
ENAK: Rp 324 (Naik 15,71%)
Saham Pencetak Penurunan Terdalam (Top Losers):
MMIX: Rp 545 (Turun 14,84%)
PANS: Rp 1.585 (Turun 14,78%)
RGAS: Rp 181 (Turun 14,62%)
COCO: Rp 124 (Turun 14,48%)
OILS: Rp 187 (Turun 14,22%)
Pendorong Utama Indeks (Top Leading Movers):
BELI: Rp 282 (Naik 5,22%)
MDIY: Rp 855 (Naik 3,51%)
RATU: Rp 4.650 (Naik 2,88%)
ICBP: Rp 6.700 (Naik 0,75%)
INDF: Rp 6.625 (Naik 0,38%)
Pemberat Utama Indeks (Top Lagging Movers):
BBCA: Rp 5.725 (Turun 3,38%)
ASII: Rp 4.540 (Turun 3,61%)
BBRI: Rp 2.780 (Turun 2,11%)
BRMS: Rp 462 (Turun 7,60%)
EMAS: Rp 5.575 (Turun 8,98%)
Disclaimer: Artikel ini disajikan semata-mata untuk tujuan penyampaian informasi dan edukasi. Segala bentuk konten di atas bukan merupakan rekomendasi, instruksi, maupun ajakan untuk melakukan transaksi beli atau jual pada instrumen saham dan kripto tertentu. Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.