Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.831

Berlaku Besok, IESR Ungkap Bahayanya Penerapan B50

Achmad Fauzi

Selasa, 30 Juni 2026 | 21:43 WIB
Berlaku Besok, IESR Ungkap Bahayanya Penerapan B50
b50 apakah aman untuk kendaraan biasa (dibuat menggunakan AI)
baca 10 detik
  • IESR mendesak pemerintah mengevaluasi rencana penerapan mandatori biodiesel B50 pada 1 Juli 2026 karena kondisi ekonomi global berubah.
  • Kebijakan B50 berisiko meningkatkan biaya produksi, memicu kenaikan harga pangan, serta memberi tekanan pada tata kelola lahan lingkungan.
  • Pemerintah disarankan memprioritaskan elektrifikasi transportasi dan efisiensi bahan bakar sebagai strategi jangka panjang yang lebih efektif menurunkan emisi.

Suara.com - Institute for Essential Services Reform (IESR) mendesak pemerintah untuk mengevaluasi ulang rencana penerapan mandatori biodiesel 50 persen atau  B50 yang dijadwalkan berlaku mulai 1 Juli 2026. 

IESR mengingatkan bahwa kebijakan pencampuran bahan bakar tersebut sebaiknya hanya digunakan sebagai strategi transisi jangka pendek untuk menekan impor solar, bukan sebagai strategi utama jangka panjang.

Chief Executive Officer (CEO) IESR, Fabby Tumiwa, menjelaskan kebijakan percepatan B50 sebelumnya dipicu oleh krisis energi akibat penutupan Selat Hormuz pada akhir Februari lalu yang melambungkan harga minyak dunia. 

Namun, saat ini kondisi ekonomi yang mendasari kebijakan tersebut telah berubah. Harga minyak dunia dan risiko gangguan impor mulai menurun seiring adanya diversifikasi pasokan serta beroperasinya produksi solar dari kilang dalam negeri, seperti Kilang Balikpapan.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat roadmap keberlanjutan energi melalui pemanfaatan biodiesel secara bertahap pada operasional kereta api. [ho]
PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat roadmap keberlanjutan energi melalui pemanfaatan biodiesel secara bertahap pada operasional kereta api. [ho]

"Pemerintah perlu melihat penerapan B50 secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi pengurangan impor solar, tetapi juga dari dampaknya terhadap biaya, pasokan bahan baku, harga pangan, petani kecil, dan lingkungan,"ujar Fabby lewat keteranganya pada Selasa (30/6/2026). 

Terlebih lagi, harga minyak sawit mentah (CPO) saat ini masih tinggi, sehingga berpotensi membengkakkan biaya implementasi jika selisih harga antara biodiesel dan solar semakin melebar.

IESR juga memperingatkan adanya konsekuensi lintas sektor dari perluasan mandatori ini. Lonjakan kebutuhan CPO untuk B50 dikhawatirkan mengganggu pasokan sektor pangan, memicu kenaikan harga minyak goreng, meningkatkan inflasi, dan memberi tekanan baru pada tata kelola lahan serta daya dukung lingkungan.

Sebagai alternatif jangka panjang, IESR menilai elektrifikasi sektor transportasi dan penerapan standar efisiensi bahan bakar jauh lebih efektif untuk mencapai kemandirian energi. 

Analisis IESR menunjukkan bahwa adopsi kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) yang dikombinasikan dengan pembatasan usia kendaraan diproyeksikan mampu mengurangi emisi hingga 210 juta ton karbon dioksida pada tahun 2060.

baca juga

Selain itu, peningkatan penggunaan transportasi umum hingga pangsa 40 persen perjalanan diperkirakan menekan emisi sebesar 101 juta ton pada tahun yang sama.

Sebaliknya, peningkatan mandatori biodiesel hingga B60 diproyeksikan hanya mampu mengurangi emisi sekitar 88 juta ton pada 2060, angka yang belum memperhitungkan emisi akibat perubahan fungsi lahan.

Temuan ini menegaskan bahwa ketergantungan pada biodiesel memberikan dampak yang lebih kecil dalam penurunan emisi dibanding strategi elektrifikasi.

Oleh karena itu, IESR mendorong pemerintah melakukan evaluasi terbuka mengenai manfaat, biaya, dan risiko penerapan B50. Pemerintah diharapkan tetap fokus pada agenda transisi energi yang struktural, seperti perluasan infrastruktur pengisian daya listrik dan pengembangan energi terbarukan. 

"Kebijakan energi harus dirancang agar tidak menimbulkan beban baru bagi masyarakat maupun sektor lain," tegas Fabby.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dilema B50 vs Ekspor CPO, Kebijakan Ini Bisa Jadi Pedang Bermata Dua?

Dilema B50 vs Ekspor CPO, Kebijakan Ini Bisa Jadi Pedang Bermata Dua?

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:11 WIB

Pemerintah Intervensi Harga LNG, Apa Jadi Penyebab Harganya Mahal?

Pemerintah Intervensi Harga LNG, Apa Jadi Penyebab Harganya Mahal?

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 12:16 WIB

Harga LNG Dipangkas, Mampukah Bendung PHK?

Harga LNG Dipangkas, Mampukah Bendung PHK?

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 20:07 WIB

Terkini

Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!

Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara

Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Skuad Terbaik Persija Pilihan Shin Tae-yong Diketahui Saat Uji Coba Kontra Chiangrai United

Skuad Terbaik Persija Pilihan Shin Tae-yong Diketahui Saat Uji Coba Kontra Chiangrai United

Bola | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Terungkap, Rahasia Pilot Malaysia Bawa Narkoba Rp160 M Lolos Pemeriksaan KLIA

Terungkap, Rahasia Pilot Malaysia Bawa Narkoba Rp160 M Lolos Pemeriksaan KLIA

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:15 WIB

KAI Palembang Buka Akses Magang, PKL, dan Penelitian secara Digital melalui InternHub

KAI Palembang Buka Akses Magang, PKL, dan Penelitian secara Digital melalui InternHub

Sumsel | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Pengamat Soroti Manuver Politik di Balik Kasus Eks Jampidsus

Pengamat Soroti Manuver Politik di Balik Kasus Eks Jampidsus

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol

Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:40 WIB

Simalungun Diguncang Gempa M 6,4: Getaran Terasa hingga Kabanjahe

Simalungun Diguncang Gempa M 6,4: Getaran Terasa hingga Kabanjahe

Sumut | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:29 WIB

Update Gempa NTT: 47 Nyawa Melayang, Ratusan Ton Bantuan Presiden Prabowo Mulai Dikirim

Update Gempa NTT: 47 Nyawa Melayang, Ratusan Ton Bantuan Presiden Prabowo Mulai Dikirim

Bali | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:22 WIB

×