Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Liberty Jemadu

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:10 WIB
Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia
Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas, Fakhrul Fulvian, menyatakan penguatan rupiah bergantung pada peningkatan aliran modal asing ke obligasi Indonesia. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas, Fakhrul Fulvian, menyatakan penguatan rupiah bergantung pada peningkatan aliran modal asing ke obligasi Indonesia.
  • Pasar obligasi perlu menawarkan imbal hasil menarik agar investor asing kembali masuk guna memperkuat nilai tukar rupiah.
  • Koordinasi konsisten antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan diperlukan untuk meningkatkan kepercayaan investor dan mencapai stabilisasi ekonomi.

Suara.com - Nilai tukar rupiah bisa kembali menguat jika ada peningkatan aliran masuk (inflow) modal asing ke Surat Berharga Negara (SBN) sehingga memperkuat keseimbangan di pasar valuta asing, demikian disampaikan Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian.

“Rupiah pada dasarnya sedang menunggu capital inflow yang lebih besar,” kata Fakhrul dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Guna menghasilkan arus masuk modal yang berkelanjutan, Fakhrul memandang bahwa pasar obligasi Indonesia perlu menawarkan tingkat imbal hasil yang cukup menarik dibandingkan risiko global yang masih tinggi.

“Investor asing memang mulai kembali membeli obligasi Indonesia, namun menurut saya proses tersebut masih berada pada tahap awal,” imbuh dia.

Fakhrul menilai, pelemahan rupiah yang masih terjadi saat ini perlu dilihat sebagai bagian dari proses penyesuaian pasar keuangan, bukan sebagai cerminan memburuknya fundamental ekonomi Indonesia.

Menurutnya, Indonesia saat ini telah memasuki fase stabilisasi setelah berbagai penyesuaian kebijakan moneter dan pengelolaan likuiditas yang dilakukan Bank Indonesia (BI).

Ia juga menjelaskan bahwa proses stabilisasi nilai tukar tidak terjadi secara instan. Dalam kondisi saat ini, pasar obligasi menjadi faktor yang paling menentukan arah rupiah karena merupakan pintu masuk utama bagi aliran modal portofolio asing.

Fakhrul menilai, langkah BI dalam memperketat pengelolaan likuiditas merupakan fondasi yang tepat. Namun, keberhasilan proses stabilisasi tersebut juga memerlukan konsistensi kebijakan fiskal dan pengelolaan surat utang pemerintah agar proses normalisasi pasar obligasi dapat berlangsung secara optimal.

Menurutnya, koordinasi antara BI dan Kementerian Keuangan menjadi sangat penting pada fase ini. Kedua institusi perlu memberikan ruang bagi terbentuknya tingkat imbal hasil obligasi yang mencerminkan kondisi pasar sehingga Indonesia kembali memiliki daya saing dibandingkan negara-negara emerging markets lainnya.

baca juga

Fakhrul juga memandang bahwa yang dibutuhkan saat ini bukan intervensi tambahan, melainkan konsistensi kebijakan.

“Ketika pasar melihat bahwa proses normalisasi benar-benar dijalankan secara konsisten oleh Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan, kepercayaan investor akan meningkat, capital inflow akan semakin besar, dan rupiah akan memperoleh fondasi yang jauh lebih kuat,” imbuh dia.

Selama proses tersebut berlangsung, menurut Fakhrul, volatilitas nilai tukar masih akan dipengaruhi oleh perkembangan global, terutama ekspektasi terhadap kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve.

Namun dari sisi domestik, catat dia, fondasi stabilisasi mulai terbentuk dan downside rupiah dinilai semakin terbatas dibandingkan beberapa bulan lalu.

Oleh sebab itu, menurutnya, tantangan berikutnya bukan lagi menghentikan tekanan terhadap rupiah, tetapi membangun keyakinan investor bahwa proses normalisasi pasar obligasi akan dijalankan secara konsisten hingga Indonesia kembali menjadi salah satu tujuan utama investasi portofolio di kawasan.

“Ketika capital inflow kembali menguat, rupiah akan memperoleh dukungan yang jauh lebih kokoh dan proses stabilisasi akan semakin berkelanjutan,” kata Fakhrul.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Investor Terus Kabur dan Devisa Menipis Bikin Rupiah Semakin Melemah

Investor Terus Kabur dan Devisa Menipis Bikin Rupiah Semakin Melemah

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:02 WIB

Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini

Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 16:03 WIB

Cek Harga Dolar AS di Bank Himbara dan Swasta, Ada yang Jual Rp18.050

Cek Harga Dolar AS di Bank Himbara dan Swasta, Ada yang Jual Rp18.050

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 10:53 WIB

Awal Bulan Juli, Rupiah Tertekan Lawan Dolar AS ke Level Rp17.980

Awal Bulan Juli, Rupiah Tertekan Lawan Dolar AS ke Level Rp17.980

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 09:32 WIB

Rupiah Terpuruk! Kembali Dekati Level 18.000 per Dolar AS.

Rupiah Terpuruk! Kembali Dekati Level 18.000 per Dolar AS.

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:44 WIB

Terkini

Tantang Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Herdman dan Mitchell Baker Kompak Kirim Ancaman

Tantang Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Herdman dan Mitchell Baker Kompak Kirim Ancaman

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:50 WIB

Gagal Tragis ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, Malaysia Fitnah Timnas Indonesia

Gagal Tragis ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, Malaysia Fitnah Timnas Indonesia

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Bukan Sekedar Indonesia Menang 9-2, John Herdman Sebut Ada Sesuatu yang Spesial di SUGBK

Bukan Sekedar Indonesia Menang 9-2, John Herdman Sebut Ada Sesuatu yang Spesial di SUGBK

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Tak Harus Mulai dari Nol, Ini Cara Cari Penghasilan Tambahan Menurut Financial Planner

Tak Harus Mulai dari Nol, Ini Cara Cari Penghasilan Tambahan Menurut Financial Planner

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:24 WIB

Perluas Akses Kerja bagi Disabilitas, BRI Peduli Gelar Pelatihan dan Pemagangan

Perluas Akses Kerja bagi Disabilitas, BRI Peduli Gelar Pelatihan dan Pemagangan

Lampung | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:56 WIB

Pratikno dan Listyo Sigit Kena Resuffle, Prabowo Disebut Bersih-bersih Orang Jokowi

Pratikno dan Listyo Sigit Kena Resuffle, Prabowo Disebut Bersih-bersih Orang Jokowi

Jogja | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:56 WIB

BRI Peduli Sahabat Disabilitas Bekali Peserta dengan Pelatihan dan Kesempatan Pemagangan

BRI Peduli Sahabat Disabilitas Bekali Peserta dengan Pelatihan dan Kesempatan Pemagangan

Jakarta | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Penipuan Modus Lama Ramai Kembali Beraksi, BRI Minta Nasabah Waspada

Penipuan Modus Lama Ramai Kembali Beraksi, BRI Minta Nasabah Waspada

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Dorong Kesempatan Kerja Inklusif, BRI Peduli Sahabat Disabilitas Kembali Digelar

Dorong Kesempatan Kerja Inklusif, BRI Peduli Sahabat Disabilitas Kembali Digelar

Jatim | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:52 WIB

Arab Saudi Gandeng Malaysia dan Brunei Kembangkan Kawasan Makkah dan Madinah

Arab Saudi Gandeng Malaysia dan Brunei Kembangkan Kawasan Makkah dan Madinah

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:52 WIB

×