- ByteDance sebagai pemilik mayoritas Tokopedia melakukan PHK massal terhadap sekitar 2.250 karyawan sebagai langkah efisiensi operasional perusahaan.
- Restrukturisasi besar-besaran ini berfokus pada penataan ulang divisi riset dan pengembangan untuk mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang.
- Meskipun melakukan pengurangan jumlah tenaga kerja signifikan, TikTok berkomitmen tetap melanjutkan investasi guna memberdayakan ekosistem UMKM lokal.
Suara.com - Platform e-commerce raksasa, Tokopedia, dilaporkan tengah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara besar-besaran terhadap para pegawainya.
Induk usaha TikTok, ByteDance, dilaporkan telah memangkas jumlah karyawan di sejumlah divisi tertentu hingga mencapai kisaran 90 persen.
Sebagai informasi, TikTok merupakan pemegang saham mayoritas Tokopedia setelah merampungkan akuisisi 75 persen saham perusahaan lokal tersebut pada akhir tahun 2023 lalu.
Langkah efisiensi kali ini dilaporkan menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah operasional perusahaan.
Estimasi Jumlah Karyawan Terdampak
Akibat serangkaian perampingan dan integrasi operasional yang berjalan pasca-akuisisi, jumlah karyawan Tokopedia kini diperkirakan menyusut drastis dan menyisakan sekitar 10 persen saja dari total basis tenaga kerja sebelum efisiensi terbaru dilakukan, yang berada di angka kisaran 2.500 orang.
Jika mengacu pada kalkulasi proporsi tersebut, diperkirakan ada sekitar 2.250 orang karyawan yang terdampak oleh kebijakan efisiensi ini. Meskipun hal ini belum dijelaskan secara rinci oleh manajemen dan ini hanya perkiraan belaka.
Penyusutan jumlah pekerja di tubuh emiten teknologi ini sejatinya telah berlangsung secara bertahap sejak beberapa tahun terakhir melalui beberapa fase penting:
- Sebelum resmi bergabung dan diintegrasikan dengan TikTok Shop, Tokopedia mencatatkan jumlah karyawan—yang akrab disapa Nakama—mencapai puncaknya di angka 7.409 orang.
- Gelombang Pertama (Pertengahan 2024): Setahun pasca-akuisisi, perusahaan melakukan penyesuaian tim pertama yang berdampak pada pemangkasan 450 karyawan (sekitar 9 persen dari total tenaga kerja) demi menyelaraskan proses integrasi sistem.
- Restrukturisasi masif meluas ke lini riset dan pengembangan, menyisakan sekitar 250 pekerja dari sisa 2.500 staf, di mana divisi teknologi menjadi sektor yang paling terdampak.
Pihak TikTok tidak menampik adanya kebijakan restrukturisasi tersebut. Melalui juru bicaranya, manajemen mengonfirmasi bahwa perusahaan saat ini tengah melakukan penataan ulang pada organisasi riset dan pengembangan (research and development/R&D).
Kendati demikian, perusahaan menolak memberikan rincian angka pasti mengenai jumlah pekerja yang dirumahkan.
"Kami tengah menyelaraskan organisasi riset dan pengembangan (R&D) pada ranah yang dapat mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan bagi bisnis kami, komunitas kreator, dan penjual di platform kami," ujar Juru Bicara TikTok dalam keterangan resminya, Jumat (3/7/2026).
Pihak manajemen menambahkan bahwa keputusan ini murni didasari atas pertimbangan strategi bisnis jangka panjang dan bukan merupakan langkah yang mudah diambil. Pihak aplikator memastikan akan memprioritaskan pemberian hak asasi serta dukungan penuh kepada para Nakama yang terdampak selama proses transisi pemutusan kerja berlangsung.
Di samping langkah perampingan internal ini, TikTok menegaskan bahwa komitmen investasi mereka untuk membesarkan platform Tokopedia di pasar domestik tidak akan berubah.
Manajemen berjanji akan terus memberdayakan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal guna memperkuat ekosistem perdagangan digital di Indonesia.