Harga Pertamax Harusnya Rp13.700, Ekonom: Ada Upaya Pertamina Pulihkan Margin

Achmad Fauzi, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:04 WIB
Harga Pertamax Harusnya Rp13.700, Ekonom: Ada Upaya Pertamina Pulihkan Margin
Pengendara sepeda motor mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU di Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • PT Pertamina menetapkan harga Pertamax tetap Rp16.250 per liter per 1 Juli 2026 sebagai strategi stabilitas harga.
  • Kebijakan tersebut diterapkan untuk memulihkan margin keuntungan perusahaan setelah sebelumnya menyerap kerugian akibat harga minyak dunia.
  • Keputusan ini berdampak pada tidak adanya penurunan inflasi nasional meskipun harga minyak mentah dunia sedang mengalami penurunan.

Suara.com - Keputusan PT Pertamina (Persero) untuk mempertahankan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax (RON 92) di angka Rp16.250 per liter per 1 Juli 2026 dinilai sebagai strategi stabilitas harga atau price smoothing. 

Kebijakan tersebut  diambil di tengah penurunan harga minyak mentah dunia serta pemotongan harga pada jenis BBM nonsubsidi lainnya seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.

Ekonom Universitas Padjadjaran (Unpad), Yayan Satyakti menjelaskan ketika harga Pertamax dinaikkan menjadi Rp16.250 per liter pada Juni lalu, nilai tersebut sebenarnya masih berada di bawah harga keekonomian yang disiratkan formula pemerintah karena tingginya harga produk BBM dunia saat itu.

"Pertamina menyerap kerugian ketika itu. Sehingga saat harga minyak dunia turun, margin tersebut dipulihkan dengan menahan harga Pertamax, bukan langsung menurunkannya," uar Yayan lewat keterangannya yang dikutip pada Jumat (3/7/2026).

Kepala Pusat Makroekonomi Indef menilai kenaikan harga Pertamax di Jakarta pada 10 Juni 2026 merupakan langkah fiskal yang rasional dari pemerintah. [Antara]
Harga Pertamax masih tetap. [Antara]

Yayan menambahkan, berdasarkan model perhitungan formula harga pemerintah, harga dasar Pertamax untuk Agustus sebenarnya mengarah pada kisaran Rp13.700 per liter. Namun, melalui pendekatan smoothing, harga diperkirakan akan tetap dijaga di level Rp16.000 per liter atau tidak jauh berbeda dari harga saat ini.

Dari sisi makroekonomi, Yayan memaparkan dua dampak dari kebijakan tersebut. Jika harga Pertamax dipangkas mengikuti formula, inflasi tahunan berpotensi turun sekitar 0,4 poin persentase dalam tiga bulan. 

Sebaliknya, apabila harga dipertahankan, manfaat penurunan harga minyak dunia lebih banyak digunakan untuk memperbaiki margin Pertamina, sementara beban subsidi pemerintah terhadap Pertalite dan Solar tetap menjadi komponen terbesar dalam anggaran.

"Jika Pertamax dipangkas ke formula, estimasi pass-through kami menyiratkan sekitar−0,4 poin persentase dari inflasi selama tiga bulan (pelonggaran tahunan dari 3,34 persen menuju sekitar 2,9 persen); jika ditahan, dampaknya nihil dan seluruh penurunan minyak mengalir ke anggaran dan ke pemulihan margin Pertamina," jelasnya. 

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) memberikan penjelasan terkait keputusan mempertahankan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green per 1 Juli, di saat produk nonsubsidi lain seperti Pertamax Turbo hingga Dexlite justru diturunkan. 

baca juga

VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyatakan bahwa penyesuaian harga tersebut sepenuhnya mengacu pada prosedur perhitungan dalam Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 serta pergerakan harga minyak dunia.

"Seperti yang kita dapatkan di dalam peraturan mengenai pola perhitungan BBM. 

Kami mengikuti prosedur tersebut. Apa yang terjadi kemarin 1 Juli adalah berdasarkan aturan, ketentuan, dan juga harga minyak dunia tentunya," kata Baron di Jakarta pada Kamis (2/7/2026). 

Sebagaimana diketahui per 1 Juli, PT Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian harga produk BBM non-subsidi. 

Sejumlah produk mengalami penurunan harga, seperti Pertamax Turbo turun dari Rp20.750 per liter menjadi Rp19.300, Pertamina Dex menjadi Rp 21.150 per liter dari sebelumnya Rp24.800. 

Kemudian Pertamina Dex turun dari Rp24.800 menjadi Rp21.150 per liter, serta Dexlite dari Rp23.000 per liter menjadi Rp19.700 per liter. 

Namun untuk produk Pertamax (RON 92) tetap di harga Rp16.250 per liter, dan juga Pertamax Green 95 di harga Rp17.000 per liter. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasokan Minyak Global Kembali Melimpah, Kapan Harga BBM Turun?

Pasokan Minyak Global Kembali Melimpah, Kapan Harga BBM Turun?

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 13:01 WIB

Harga LNG Industri Dipangkas Jadi 13 Dolar AS, Pertamina Klaim Bisnis Tetap Untung

Harga LNG Industri Dipangkas Jadi 13 Dolar AS, Pertamina Klaim Bisnis Tetap Untung

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 11:04 WIB

Stok Melimpah dan Pasar Lesu, Harga Minyak WTI Tergelincir ke Level 86 Dolar AS

Stok Melimpah dan Pasar Lesu, Harga Minyak WTI Tergelincir ke Level 86 Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 09:52 WIB

Terkini

Polres Cimahi Musnahkan 150 Kilogram Tembakau Sintetis Hasil Penggerebekan di Batujajar

Polres Cimahi Musnahkan 150 Kilogram Tembakau Sintetis Hasil Penggerebekan di Batujajar

Jabar | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:08 WIB

Memetik Pelajaran Kehidupan dari Buku Harapan Semu untuk Sebuah Masalah

Memetik Pelajaran Kehidupan dari Buku Harapan Semu untuk Sebuah Masalah

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Urutan Pemakaian Krim Pagi, Sunscreen, dan Air Mawar sebagai Setting Spray

Urutan Pemakaian Krim Pagi, Sunscreen, dan Air Mawar sebagai Setting Spray

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Pastikan Pelayanan Siap, Wali Kota Solo Cek Persiapan Haul Solo

Pastikan Pelayanan Siap, Wali Kota Solo Cek Persiapan Haul Solo

Surakarta | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:58 WIB

Nasib Apes Casriah Warga Sukabumi: Utangi Teman Miliaran Rupiah, Jaminan Sertifikat Malah Disita BNN

Nasib Apes Casriah Warga Sukabumi: Utangi Teman Miliaran Rupiah, Jaminan Sertifikat Malah Disita BNN

Jabar | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:55 WIB

Anti-Breakout! 4 Hybrid Sunscreen Mugwort Redakan Kemerahan dan Iritasi

Anti-Breakout! 4 Hybrid Sunscreen Mugwort Redakan Kemerahan dan Iritasi

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:50 WIB

Bakom RI Bakal Manfaatkan AI untuk Sosialisasikan Program dan Pemikiran Presiden Prabowo

Bakom RI Bakal Manfaatkan AI untuk Sosialisasikan Program dan Pemikiran Presiden Prabowo

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:50 WIB

Hadapi Persis Solo, Kendal Tornado FC Akui Jadi Ujian Mental di Stadion Manahan

Hadapi Persis Solo, Kendal Tornado FC Akui Jadi Ujian Mental di Stadion Manahan

Jawa Tengah | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:47 WIB

RI Mau Pakai Teknologi Norwegia Bangun PLTA

RI Mau Pakai Teknologi Norwegia Bangun PLTA

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:46 WIB

5 Aktivitas Seru Buat Merayakan Euforia Pertandingan Sepak Bola

5 Aktivitas Seru Buat Merayakan Euforia Pertandingan Sepak Bola

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:44 WIB

×