Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.401,888
LQ45 632,283
Srikehati 308,081
JII 381,604
USD/IDR 17.830

Harga Pertamax Harusnya Rp13.700, Ekonom: Ada Upaya Pertamina Pulihkan Margin

Achmad Fauzi, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:04 WIB
Harga Pertamax Harusnya Rp13.700, Ekonom: Ada Upaya Pertamina Pulihkan Margin
Pengendara sepeda motor mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU di Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • PT Pertamina menetapkan harga Pertamax tetap Rp16.250 per liter per 1 Juli 2026 sebagai strategi stabilitas harga.
  • Kebijakan tersebut diterapkan untuk memulihkan margin keuntungan perusahaan setelah sebelumnya menyerap kerugian akibat harga minyak dunia.
  • Keputusan ini berdampak pada tidak adanya penurunan inflasi nasional meskipun harga minyak mentah dunia sedang mengalami penurunan.

Suara.com - Keputusan PT Pertamina (Persero) untuk mempertahankan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax (RON 92) di angka Rp16.250 per liter per 1 Juli 2026 dinilai sebagai strategi stabilitas harga atau price smoothing. 

Kebijakan tersebut  diambil di tengah penurunan harga minyak mentah dunia serta pemotongan harga pada jenis BBM nonsubsidi lainnya seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.

Ekonom Universitas Padjadjaran (Unpad), Yayan Satyakti menjelaskan ketika harga Pertamax dinaikkan menjadi Rp16.250 per liter pada Juni lalu, nilai tersebut sebenarnya masih berada di bawah harga keekonomian yang disiratkan formula pemerintah karena tingginya harga produk BBM dunia saat itu.

"Pertamina menyerap kerugian ketika itu. Sehingga saat harga minyak dunia turun, margin tersebut dipulihkan dengan menahan harga Pertamax, bukan langsung menurunkannya," uar Yayan lewat keterangannya yang dikutip pada Jumat (3/7/2026).

Kepala Pusat Makroekonomi Indef menilai kenaikan harga Pertamax di Jakarta pada 10 Juni 2026 merupakan langkah fiskal yang rasional dari pemerintah. [Antara]
Harga Pertamax masih tetap. [Antara]

Yayan menambahkan, berdasarkan model perhitungan formula harga pemerintah, harga dasar Pertamax untuk Agustus sebenarnya mengarah pada kisaran Rp13.700 per liter. Namun, melalui pendekatan smoothing, harga diperkirakan akan tetap dijaga di level Rp16.000 per liter atau tidak jauh berbeda dari harga saat ini.

Dari sisi makroekonomi, Yayan memaparkan dua dampak dari kebijakan tersebut. Jika harga Pertamax dipangkas mengikuti formula, inflasi tahunan berpotensi turun sekitar 0,4 poin persentase dalam tiga bulan. 

Sebaliknya, apabila harga dipertahankan, manfaat penurunan harga minyak dunia lebih banyak digunakan untuk memperbaiki margin Pertamina, sementara beban subsidi pemerintah terhadap Pertalite dan Solar tetap menjadi komponen terbesar dalam anggaran.

"Jika Pertamax dipangkas ke formula, estimasi pass-through kami menyiratkan sekitar−0,4 poin persentase dari inflasi selama tiga bulan (pelonggaran tahunan dari 3,34 persen menuju sekitar 2,9 persen); jika ditahan, dampaknya nihil dan seluruh penurunan minyak mengalir ke anggaran dan ke pemulihan margin Pertamina," jelasnya. 

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) memberikan penjelasan terkait keputusan mempertahankan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green per 1 Juli, di saat produk nonsubsidi lain seperti Pertamax Turbo hingga Dexlite justru diturunkan. 

baca juga

VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyatakan bahwa penyesuaian harga tersebut sepenuhnya mengacu pada prosedur perhitungan dalam Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 serta pergerakan harga minyak dunia.

"Seperti yang kita dapatkan di dalam peraturan mengenai pola perhitungan BBM. 

Kami mengikuti prosedur tersebut. Apa yang terjadi kemarin 1 Juli adalah berdasarkan aturan, ketentuan, dan juga harga minyak dunia tentunya," kata Baron di Jakarta pada Kamis (2/7/2026). 

Sebagaimana diketahui per 1 Juli, PT Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian harga produk BBM non-subsidi. 

Sejumlah produk mengalami penurunan harga, seperti Pertamax Turbo turun dari Rp20.750 per liter menjadi Rp19.300, Pertamina Dex menjadi Rp 21.150 per liter dari sebelumnya Rp24.800. 

Kemudian Pertamina Dex turun dari Rp24.800 menjadi Rp21.150 per liter, serta Dexlite dari Rp23.000 per liter menjadi Rp19.700 per liter. 

Namun untuk produk Pertamax (RON 92) tetap di harga Rp16.250 per liter, dan juga Pertamax Green 95 di harga Rp17.000 per liter. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasokan Minyak Global Kembali Melimpah, Kapan Harga BBM Turun?

Pasokan Minyak Global Kembali Melimpah, Kapan Harga BBM Turun?

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 13:01 WIB

Harga LNG Industri Dipangkas Jadi 13 Dolar AS, Pertamina Klaim Bisnis Tetap Untung

Harga LNG Industri Dipangkas Jadi 13 Dolar AS, Pertamina Klaim Bisnis Tetap Untung

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 11:04 WIB

Stok Melimpah dan Pasar Lesu, Harga Minyak WTI Tergelincir ke Level 86 Dolar AS

Stok Melimpah dan Pasar Lesu, Harga Minyak WTI Tergelincir ke Level 86 Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 09:52 WIB

Terkini

5 Tips Menyetel Tinggi Sadel dan Seatpost Sepeda MTB agar Tidak Cepat Pegal

5 Tips Menyetel Tinggi Sadel dan Seatpost Sepeda MTB agar Tidak Cepat Pegal

Lifestyle | Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:02 WIB

Demo Mahasiswa di Bundaran HI, Polda Metro Siapkan Pengalihan Arus Situasional

Demo Mahasiswa di Bundaran HI, Polda Metro Siapkan Pengalihan Arus Situasional

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:01 WIB

1.624 Kali Digoyang Gempa Susulan, Begini Kondisi Terkini Flores Menurut BMKG

1.624 Kali Digoyang Gempa Susulan, Begini Kondisi Terkini Flores Menurut BMKG

Bali | Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:01 WIB

Review Kill Boksoon: Pembunuh Bayaran yang Sulit Memahami Putrinya Sendiri

Review Kill Boksoon: Pembunuh Bayaran yang Sulit Memahami Putrinya Sendiri

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:00 WIB

Ketika Perhatian Publik Berpindah, Siapa Mengawal Penyelesaiannya?

Ketika Perhatian Publik Berpindah, Siapa Mengawal Penyelesaiannya?

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:59 WIB

Ribuan Warga Ikuti Upacara HUT ke-81 RI di Grahadi, Gubernur Khofifah ApresiasiNasionalisme

Ribuan Warga Ikuti Upacara HUT ke-81 RI di Grahadi, Gubernur Khofifah ApresiasiNasionalisme

Jatim | Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:58 WIB

Pekanbaru Diselimuti Kabut Asap, Penerbangan di Bandara SSK II Normal

Pekanbaru Diselimuti Kabut Asap, Penerbangan di Bandara SSK II Normal

Riau | Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:58 WIB

Tiga Pelajar di Tanggamus Nekat Jambret iPhone 17 Pro Max Senilai Rp26 Juta

Tiga Pelajar di Tanggamus Nekat Jambret iPhone 17 Pro Max Senilai Rp26 Juta

Lampung | Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:56 WIB

Mohon Izin Kurang Sehat, Eks Menag Yaqut Telan Obat Anti Nyeri Hadapi Sidang untuk 'Lawan' Jaksa

Mohon Izin Kurang Sehat, Eks Menag Yaqut Telan Obat Anti Nyeri Hadapi Sidang untuk 'Lawan' Jaksa

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:53 WIB

Bocoran 26 Pemain Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, John Herdman Coret Rizky Ridho

Bocoran 26 Pemain Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, John Herdman Coret Rizky Ridho

Bola | Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:52 WIB

×